Juli 2008


  1. Sertifikat Halal hanya berlaku selama dua tahun, sedangkan untuk daging yang diekspor surat keterangan halal diberikan untuk setiap pengapalan.
  2. Tiga bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, LP POM MUI akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada podusen yang bersangkutan untuk segera mendaftar kembali.
  3. Dua bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, produsen harus mendaftar kembali untuk mendapatkan sertifikasi halal yang baru.
  4. Produsen yang tidak memperbaharui sertifikat halalnya, tidak diizinkan lagi menggunakan sertifikat halal yang telah kadaluarsa dan dihapus dari daftar yang terdapat dalam majalah resmi LP POM MUI Jurnal Halal.
  5. Jika Sertifikat Halal hilang, pemegang harus segera melaporkannya ke LP POM MUI.
  6. Sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI adalah milik MUI. Oleh sebab itu, jika karena sesuatu hal diminta kembali oleh MUI, maka pemegang sertifikat wajib menyerahkannya.
  7. keputusan MUI yang didasarkan atas fatwa MUI tidak dapat diganggu gugat.

SUMBER : Buku panduan Sertifikat halal LP POM MUI

namun yang sering terjadi adalah produsen masih tetap menggunakan sertifikat halal yang sudah kadaluarsa dengan alasan pengurusan akan menambah biaya dan mereka beranggapan kehalalan makanan mereka tetap terjaga. Padahal keyakinan yang sudah jelas keluar dari aturan ini, malah perlu dicurigai karena belum tentu bahan-bahan yang dipakai masih sama dengan yang sudah diaudit sebelumnya. Selayaknya konsumen perlu mengambil sikap terhadap rumah makan yang seperti ini. Yang baru-baru ini terjadi adalah ada sebuah toko bakery yang sertifikatnya sudah kadaluarsa tapi masih tetap dipajang di etalase tokonya. Bagaimana sanksi terjadap toko seperti ini ?, jadi pastikan kalau mau membeli roti cari yang sudah  bersertifikat halal.

Bagaimana dengan usaha franchaise yang banyak membuka cabang di berbagai tempat ? (kita akan ulas di tulisan berikutnya)

“Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”(Al Baqarah, ayat 26)

Kita tahu betapa kecilnya ukuran tubuh seekor nyamuk.  Ia berseliweran terbang di sekitar kita, dengan suaranya yang berdenging khas, dan gigitan atau tusukan sungutnya yang membuat kulit menjadi pedih serta gatal. Menurut penelitian para ahli, pada sungut nyamuk yang sangat kecil itu, yang berukuran jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia, ternyata terdapat banyak kuman penyakit yang hidup dan berkembang biak. Subhanallah, badan seekor nyamuk saja berukuran demikian kecil. Apalagi sungutnya, hampir-hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Dan terlebih lagi ukuran kuman penyakit yang hidup dan berkembang biak di sungut nyamuk itu ! Tentu jauh lebih kecil lagi berkuran mikron.

Ketika seekor nyamuk menusukkan sungutnya ke tubuh seseorang untuk menghisap darah, kuman penyakit yang terdapat di sungutnya itupun berpindah, masuk ke dalam tubuh dan aliran darah. Kemudian si orang itu lalu menjadi sakit, bila dibiarkan tanpa pengobatan dan perawatan yang baik, niscaya dapat berakibat fatal. Penyakit bertambah parah, atau bahkan nyawa pun melayang, tanpa dapat dicegah sama sekali. Seperti penyakit yang disebabkan nyamuk pembawa kuman seperti penyakit malaria, deman berdarah deunggeu (dbd), kaki gajah atau filariasis, dll.

Perhatikanlah betapa meskipun nyamuk itu berukuran sangat kecil serta halus dan jauh lebih kecil serta halus lagi kuman penyakit yang terdapat disungutnya, namun kalau kuman penyakit itu masuk dan menyerang badan kita niscaya dapat memberi dampak yang sangat berbahaya, apalagi kalau ukurannya besar, tentu efeknya akan jauh lebih berbahaya lagi, tiada dapat diduga !

Makanan yang tidak halal : Sangat berbahaya

Dari contoh kasus tentang nyamuk yang dijelaskan secara gamblang dalam ayat Alquran yang maknanya telah dikutip diatas, sepatutnya kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dengan membuat analogi : betapa berbahayanya makanan yang tidak halal, kalau masuk ke dalam tubuh kita, sekecil apapun ukurannya ! Kuman penyakit dari nyamuk yang berukuran mikron saja dapat menimbulkan bahaya yang demikian rupa, apalagi makanan yang tidak halal, atau pangan haram yang berukuran suapan tangan, masuk kedalam tubuh kita. Dan tentu jauh lebih berbahaya lagi kalau makanan haram yang masuk ke dalam tubuh kita itu bukan hanya satu-dua suap, tapi satu piring, atau bahkan berpiring-piring banyaknya. Dan berhari-hari kita mengkonsumsinya terus-menerus. Sehingga darah daging kita pun terbentuk atau berisi dengan zat yang berasal dari sumber yang haram. Na’udzubillahi min dzalik ! Padahal Allah telah memerintahkan kita untuk mengkonsumsi makanan yang halal, dan demikian berarti harus menghindari produk atau pangan yang haram, dalam ayat Alquran yang artinya :

“Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan ; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah ayat 168).

SUMBER : Jurnal Halal Desember 2007

Perlu diwaspadai adanya label palsu serta label tempelan karena biasanya label halal yang sudah diakui oleh lembaga sertifikat halal adalah yang menyatu dengan kemasan pembungkus, baik pembungkus kecil yang berada langsung di wadah produk maupun pembungkus selanjutnya. Biasanya label halal palsu ini hanya tulisan halal kecil saja berbentuk bulat yang ditempelkan diatas kemasan utama.

Ada beberapa bahan tambahan makanan seperti kecap, saus tiram, minyak wijen yang beredar di supermarket dan minimarket yang ada di batam menjual produk seperti ini. Beberapa rumah makan sea food, food court dan pujasera yg ada di batam sering sekali menggunakan produk yang berasal dari cina yang diimpotir dari perusahaan import singapura, malaysia ataupun thailand.

Sebaiknya kita membeli produk yang sudah tertera logo halal LPPOM MUI yang berbentuk bulatan dengan 3 lapisan bulatan, pada lapisan pertama/Lingkaran ada tulisan Majelis Ulama Indonesia, pada lapisan atau lingkaran kedua ada tulisan kaligrafi arab dan lingkaran ketiga atau bulatan yang ada ditengah ada tulisan halal dalam huruf arab. pada dua lingkaran terakhir berwarna hijau sedangkan lingkaran yang tertera tulisan Majelis Ulama Indonesia dasarnya berwarna putih. Begitu juga dengan sertifikat halal negara tetangga baik malaysia, singapura dan thailand ada masing-masing logo / label halal dari masing masing negara tersebut. (informasi gambar bisa diperoleh di blog yang sudah di cantumkan)

Bagaimana dengan banyaknya rumah makan yang seringkali menuliskan 100% halal, padahal jelas2 belum mendapatkan sertifikat halal ? ada banyak RM di seputaran nagoya dan batam centre yang mungkin karena pemiliknya adalah seorang muslim dan dia beranggapan bahwa dari lauk-pauk yang disediakan tidak menggunakan daging haram maka dengan yakin dia mengklaim bahwa makanan yang dikelolanya sudah 100 % halal. Padahal saat ini sudah banyak sekali beredar bahan-bahan tambahan yang bisa membuat 100 % halal nya menjadi turun hingga 98 %, bisa jadi bahan tambahannya, ada unsur haramnya sebesar 2 %. Jadi jika tertulis disana hanya tinggal 98 % halal bagaimana kaidahnya ? Apalagi jika rumah makan yang dimiliki oleh non muslim dan hampir semua pekerjanya tidak ada yg muslim tetapi dengan beraninya menyatakan dijamin 100% halal seperti tampak dalam gambar diatas !.

Saat ini tidak ada sangsi bagi pengusaha makanan yang dengan berani nya menulis 100% halal padahal belum jelas kehalalannya dan tidak ada lembaga yang menjamin hal tersebut.

Ada beberapa hotel di Batam yang restaurantnya sudah mendapatkan sertifikat halal yaitu :

  1. Hotel Pusat Informasi Haji – Batam Centre
  2. Hotel Nagoya Plaza – Nagoya
  3. Hotel Virgo – Nagoya

Sedangkan hotel-hotel yang lain restaurant/cafenya belum mendapatkan sertifikat halal, pertama karena biasanya restaurant atau cafe tersebut disatukan dengan bar/pub yang menjual minuman keras/minuman beralkohol. Dalam standart LPPOM MUI yang mengeluarkan sertifikat halal, bila restaurant tersebut belum memisahkan dapur maupun area makan dan area produksinya dengan pub ataupun barnya, maka restaurant tersebut tidak diberikan izin untuk mengeluarkan pernyataan bahwa hotel tersebut mempunyai restaurant yang sudah disertifikat halal. Ada banyak bahan tambahan makanan baik untuk kue dan jajanan ringan maupun makanan utama hotel yang belum dipahami oleh beberapa restaurant yang biasanya kalau untuk hotel hidangan yang disajikan adalah hidangan western yang masih banyak didominasi oleh bumbu-bumbu dan komposisi bahan yang belum jelas (seperti tertera di tulisan sebelumnya). Sedangkan untuk hotel yang restaurantnya sudah mendapatkan sertifikat halal, jika ada tamu yang membawa minuman keras/beralkohol ke cafe tersebut juga akan mendapatkan peringatan keras karena point dr perjanjian sertifikat halal juga tidak diperbolehkan membawa minuman keras ke area restaurant dan warung yang sudah disertifikat halal. Bagi warga muslim yang ingin menginap di Batam tentunya agar memperhatikan hal ini, karena dari 100 lebih hotel yang ada di batam hanya ada sedikit sekali hotel yang benar-benar restaurantnya terpisah dengan pub nya, kebanyakan hotel masih bergabung, dan yang sangat miris tamu-tamu di hotel tersebut lebih banyak mayoritas muslim yang terlihat jelas seperti adanya rombongan ibu-ibu yang menggunakan kerudung. Apalagi saat ini banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan di hotel tersebut. Saran penulis alangkah lebih baiknya kegiatan tersebut bisa dialihkan ke hotel yang restaurantnya sudah bersertifikat halal, jika belum tanyakan apakah bisa katering makanan untuk acara dari katering yang sudah mendapatkan sertifikat halal atau tidak. Lalu bagaimana dengan Ramadhan yang tinggal 1 bulan lagi ? adakah dari kita semua yang sadar dengan hal ini, menunaikan ibadah sehari penuh tapi kita menodainya dengan membatalkan puasa di tempat yang syubhat, wallahualam.

Bahan-bahan seperti apakah yang perlu diwaspadai jika akan makan di warung yang belum ada sertifikat halal tetapi kebetulan kita sudah berlangganan, karena biasanya kita percaya pemiliknya adalah orang muslim dan kita sudah cukup lama mengenalnya. dan yang jelas kebanyakan rumah makan yang dikelola oleh orang muslim pun belum banyak yg tahu bahan-bahan yang digunakannya sudah halal atau belum. Pergunakan ilmu kritisi dan cerewet kalo mo makan, karena ini urusan akhirat plus urusan dunia jika tempat yg menyediakan makannyapun tidak bersih dan tidak sehat. Namun untuk menjaga kehalalannya supaya urusan akhirat kita tetap terjaga, tempat makan yang bersih dan mewah di dalam restaurant ataupun mallpun kudu di waspadai. dan kalo ragu tinggalin aja, sebab kata ilmu agama kalo yang subhat atau meragukan lebih baik kita tinggalkan. Masih banyak makanan halal dan yang baik-baik yang bisa menyehatkan tubuh kita yang ada di muka bumi ini.

1. Bahan utama

mis daging ayam dan daging sapi, bisa ditanyakan kepada penjual apakah daging yang dibeli, telah dibeli di rumah potong yang sudah mendapatkan sertifikat atau belum. sedangkan utk ayam dan daging import, apakah tertera di bungkusannya label halal dari negara pengimport. Negara importir daging biasanya australia dan brazil. Jika menggunakan bahan ikan biasanya udah jelas kehalalannya, namun jika sudah menjadi makanan semua ikan dan sea food akan bermasalah karena banyak bahan campuran yang ditambahkan. Yang sering tidak diperhatikan adalah biasanya rumah makan sea food sering mencuci ikan dan jenis sea food yang lain dengan alkohol dengan maksud untuk menghilangkan bau amis. Padahal belum tentu setelah dimasak semua alkohol bekas cucian bisa menguap dan tidak tertinggal pada ikan tersebut. pun saat ini banyak restaurant seafood yang masih menggunakan angciu sebagai bumbu pada masakannya padahal jelas angciu itu adalah arak yang haram.

2. Bahan tambahan yang umum

Seperti saus tiram, kecap, tepung bumbu, penyedap, bumbu instan, tepung instan, dll. Biasanya saus tiram yang belum mendapatkan sertifikat halal. di beberapa rumah makan cina ada bahan campuran yang bernama ang ciu, biasanya ang ciu ditambahkan untuk supaya aromanya lebih sedap. Ada juga kecap yang mengalami proses fermentasi yang kadang hasil akhirnya adalah alkohol. Sebab ada 2 jenis kecap yaitu yang pake fermentasi dan tidak, dirumah makan cina biasanya banyak dipakai kecap yang pake fermentasi.

3. Minyak goreng

Minyak goreng atau sayur dipastikan yang sudah bersertifikat halal, jika menggunakan minyak curah ditanyakan kepada distributornya apakah sudah minyak curah tersebut sudah mendapatkan sertifikat halal atau belum. Yang jelas diperhatikan bila menggunakan minyak goreng yang berapa kali pakai juga akan menggangu kesehatan tubuh kita.

4. Tempat Produksi alias dapur

survey pertama biasanya kita akan menilai dapur tersebut bersih atau tidak, sebab jika tidak nilai kehalalannya tidak didukung oleh kethoyibannya atau kebersihannya. dan hal yang paling utama ruang produksi makanan halal tidak dicampur dengan ruang produksi makanan yang tidak halal. plus juga tidak ada hewan haram dan menjijikkan yang keluar masuk ruangan tersebut, mis anjing dan kecoa. sampah dan barang-barang produksi yang mestinya disimpan digudang tidak bercampur dengan ruang produksi. sekaligus alat-alat produksi juga tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan yang menjijikkan, tidak dipakai dan digunakan untuk memasak makanan yang haram/tidak halal.

5. Tidak menjual minuman keras

6. Jarang ruang produksi dengan toilet cukup jauh, pun perhatikan toiletnya bersih dan terjaga baik atau tidak.

Tips-tips ini bisa dikembangkan lebih baik dengan cara yang santun dan pengetahuan yang cukup, terutama jika sudah membaca tulisan-tulisan yang dihadirkan di forum halal serta membuka beberapa taut panduan di blog yang lain. yang jelas jika si penjual warung adalah muslim dan sekaligus mungkin adalah teman kita, alangkah lebih baiknya kita sarankan untuk segera mendaftarkan dan mendapat sertifikat halal, namun jika ada beberapa faktor yg belum memungkinkan, adalah kewajiban kita untuk mengingatkan kehalalan warung makan yang dikelola tersebut, agar mayoritas muslim yang berkunjung terjaga keamanan dunia dan akhiratnya, amin..

Saat ini banyak sekali jenis makanan kemasan baik berupa kue/cake snack maupun makanan olahan yang sudah dikemas yang beredar di pasaran. Namun karena belum semuanya mencantumkan label halal, agak sulit bagi kita untuk mengenali apakah produk tersebut benar-benar produk yang halal atau yang tidak halal. seperti yang ditulis dalam tulisan sebelumnya yaitu “kiat-kiat untuk mencari produk halal” salah satu langkahnya adalah dengan melihat label halal nya, serta komposisi bahan-bahan yang digunakan. Ada beberapa istilah dibawah ini yang seyogyanya kita perhatikan karena jelas bahan-bahan tersebut haram atau dan ada yang masih dalam proses penelitian (diragukan).

Istilah istilah asing yang jelas haram dan harus dihindari adalah sbb :

HARAM / Dihindari

Animal Shortening
Ethyl alcohol
Bacon Beer
Bacon bits
Gin
Gelatin Malt liquor
Ham Rum
Hydrolyzed animal protein
Scotch
Hydrolyzed porcine collagen
Vodka
Lard Whiskey
Pork Wine
Shortening
Wine coolers

Membutuhkan penelitian lebih lanjut

Artificial & natural colorings
Artificial & natural flavorings
Calcium stearoyl lactylate
Enzymes
Fatty acids
Glycerin
Glycerol stearate
Gum base
Hydrolyzed bovine collagen
Lactylated fatty acid esters
Magnesium stearate
Mono & Di-glycerides
Phospholipids
Polysorbates
Potassium stearate
Propylene glycol monostearate
Sodium lauryl sulfate
Sodium stearate
Sorbitan monostearate
Stearic acid
Stearoyl lactylate
Tallow
Whey

Mudah-mudahan pengetahuan ini bisa dijadikan panduan bagi kita dalam membeli produk makanan. Saran yang paling utama adalah kita tetap membeli produk makanan yang sudah bersertifikat halal, terutama jika logo halalnya adalah jika ada logo MUI yang berwarna hijau.

1. Daging Babi

Pencemaran oleh daging babi biasanya berupa pencampuran dalam bakso, siomay, bakmi goreng, sate jeroan. daging babi teksturnya empuk, serat halus, tersedia di pasaran, dengan harga sangat murah, rasanya lezat sebagai sumber protein hewani. Saat ini juga banyak daging babi yang dicampur dengan daging sapi dan dijual sebagai daging sapi. Daging babi biasanya di restaurant di sebut bacon dan ham. daging babi biasanya juga dibuat pasta hati unggas dan asam amino.

2. Tulang Babi

Penggunaan tulang babi yang biasanya beredar di pasaran adalah gelatin, arang tulang, dan bahan lem. Dari gelatin akan dihasilkan soft capsule obat, permen, jelly, puding, jam/selai, stabilizer, pelembut, marsmallow, emulsifier yang masuk kedalam makanan yoghurt, es krim dan mentega. Sedangkan arang tulang biasanya digunakan untuk filter air minum. Tulang juga biasanya dicampurkan untik menjadi kuah bakso dan kuah bakmi. dan kalsium yang dihasilkan dr tulang sudah masuk juga ke dalam susu dan pasta gigi. pada kerajinan tangan biasanya tulang babi sering dipakai untuk accesoris.

3. Bulu Babi

Penggunaan bulu babi adalah untuk dibuat kuas roti, kuas kosmetik, kuas cat tembok, dan kuas lukis, sistein/sistin, sikat gigi, jaket bulu.

4. Kotoran (feses) Babi

Kotoran babi dapat digunakan untuk pupuk. Hal ini sudah dilakukan di jepang untuk tanaman apel dan sayur-sayuran. Di Indonesia metode ini juga dilakukan didaerah Batu raden, wonosobo dan temanggung.

5. Lemak babi

lemak babi biasanya dapat diolah menjadi beberapa produk makanan, yaitu lemak babi (lard) emulsifier makanan, minyak, gliserin, campuran sosis/susu, penyedap, minyak babi, shortening yang digunakan untuk roti, biskuit, flavor.

  • Emulsifier Makanan

Pengemulsi digunakan untuk mengekalkan lemak yang tersebar didalam air atau titisan air yg tersebar didalam lemak. Makanan yang membutuhkan pengemulsi ini antara lain mayonaise, es krim, coklat, dan margarin. Tanpa bahan pengemulsi ini, maka akan muncul dua lapisan yang tidak saling menyatu dalam makanan tersebut. Bahan yang dijadikan pengemulsi adalah lesitin dan turunan lemak sepertidigliserida dan monogliserida. Sumber pengemulsi mungkin datang dari tumbuhan atau hewan. Biasanya pada hewan sumbernya adalah babi. Tapi bahan yang biasa digunakan sebagai emulsi adalah lesitin. Bahan ini biasanya berasal dari kuning telur atau kacang soya. Tetapi pengemulsi yang dibuat dari mono atau digliserida perlu dilihat lagi sumbernya.

  • Lard (Lemak babi)

Lard merupakan lemak yang diolah (rendering) dari lemak babi. Sumbernya dapat berasal dari seluruh bagian babi. Kualitas terbaik lard diperoleh dari lemak yang berada di sekitar ginjal. Sedangkan kualitas terendah berasal dari lemak yang berada di sekitar usus kecil. Sebagai bahan minyak makan, penggunaannya cukup luas dalam berbagai masakan. Karena titik lelehnya lebih tinggi dari mentega, maka penggunaan lard dalam penggunaan kulit pie dapat menghasilkan produk yang lebih renyah. Selain itu, lard juga digunakan dalam pembuatan jenis-jenis kue pastry agak tekstur dan flavor (rasa) yang dihasilkan meningkat. Penggunaan lainnya adalah sebagai salah satu bahan pembuatan sabun.

  • Minyak babi

Minyak babi biasanya digunakan untuk penyedap aneka masakan seperti bakmi dan aneka masakan seafood.

  • Gliserin

Penggunaan gliserin pada babi biasanya untuk pembuatan softdrink, sabun, dan facial-hand and body lotion.

6. Organ dalam babi

Penggunaan organ dalam babi antara lain sbb :

  • Transplantasi, misalnya transplantasi ginjal, jantung dan hati.
  • Penggunaan plasenta babi biasanya untuk kosmetika (hand & body lotion, facial lotion)
  • Adanya hasil berupa enzim seperti amilase, lipase, pepsin, dan pankreatinin yang digunakan untuk bahan tambahan pengolahan makanan
  • penggunaan usus babi biasanya digunakan untuk casing atau pembungkus sosis.
  • Pankreasnya dipakai untuk insulin
  • Empedunya dijadikan sumber Taurine, taurin atau asam 2-aminoethanesulfonik adalah asam organik yang merupakan kandungan utama empedu, dan dapat ditemukan dalam jumlah rendah di jaringan banyak binatang, termasuk manusia. Taurin adalah turunan dari asam amino yang mengandung belerang (sulfhidril), cystein.
  • Jeroan babi biasanya dipakai enzimnya untuk membuat media fermentasi. sedangkan enzim rennet biasanya dipakai untuk pembuatan kasein, keju, whey dan lakstose.
  • Paru-paru biasanya juga sering dipakai untuk irisan bakso

7. Darah

Bahan ini biasanya banyak digunakan dalam dunia medis, sebagai media fermentasi, dan pewarna pada sosis dll.

8. Kulit

Kulit biasanya dibuat untuk krecek, rambak, kollagen, dan disamak. Kulit yang disamak dijadikan jaket, tas, sepatu dan dompet. Kollagen biasanya sering digunakan sebagai bahan dasar kosmetik dan casing sosis. Dari bahan kulit biasanya juga sering dijadikan gelatin yang pemakaiannya sama dengan gelatin yang dihasilkan oleh tulang.

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.