Mengapa kita dianjurkan untuk makan makanan kecil yang serba manis saat bebuka puasa? Bagaimana pula makanan yang tepat saat sahur sehingga tubuh bisa berpuasa selama sebulan penuh?

Bagi umat yang beragama islam, puasa dalam bulan Ramadhan adalah wajib. sebab arti dari puasa itu sendiri sebenarnya tidak hanya menahan lapar & dahaga saja, tetapi juga menahan diri dari berbagai nafsu duniawi. Berpuasa agar dapat merasakan betapa penderitaan orang yang tidak dapat makan dan minum karena tidak mampu mengadakannya.

Jadi, rasanya kurang cocok bila setiap kali berbuka puasa dan sahur, inginnya makanan & minuman yang berlebihan. kebanyakan dari kita malah sering bingung menghadapai bulan puasa karena persiapan dana untuk berbuka puasanya malah melebihi hari-hari biasa, padahal tujuan puasa sendiri adalah menahan diri bukan hanya makan dan minum di siang hari, tapi juga pada saat berbuka. Apalagi sekarang jajanan puasa sudah sangat lengkap dijual di mana saja, dari tajil, makanan pembuka yang manis-manis hingga lauk-pauk aneka rupa, sampai minuman dingin yang beragam rasa serta penyajiannya. dan yang jelas penjual makanan yang mayoritas muslim masih belum tau bahwa dalam pembuatan makanan tersebut dia masih menggunakan bahan-bahan yang masih belum jelas status kehalalannya ?

Sebaiknya berbuka puasa dengan makanan yang halal yaitu makanan yang kita persiapkan sendiri dirumah atau singgah di restaurant, dan rumah makan yang sudah mendapatkan sertifikat halal. Biar puasa nya lebih afdol.

untuk mendapatkan makanan yang siap di santap, harus melalui serangkaian kegiatan yang satu sama lain berkaitan, Yaitu dimulai dengan pengadaan bahan makanan mentah sampai mengolahnya menjadi hidangan yang lezat dan seimbang dalam zat gizi maupun jumlahnya sehingga dapat memuaskan yang memakannya.

kegiatan penyelenggaraan makanan selama bulan puasa tak berbeda dengan sebelumnya, tetapi perlu disesuikan dengan pola hidup yang terjadi pada bulan puasa. pada bulan puasa, kegiatan makan banyak dijalankan pada malam hari. yaitu dimulai pada jam berbuka puasa sampai jam makan sahur. sedang pada pagi sampai sore hari, sama sekali tidak ada kegiatan makan. karena kegiatan makan dimulai sore hari, kegiatan penyelenggaraan makanan, dalam hal ini kegiatan masak-memasak, banyak dimulai menjelang sore hari, agar dapat menyiapkan hidangan yang baru, segar, dan bergizi.

Pola makanan empat sehat lima sempurna tentunya harus betul diperhatikan dengan tetap mengkonsumsi nasi sebagai penambah karbohidrat, lauk pauk sebagai penambah protein dan lemak, vitamin dan mineral yang diperoleh dari buah-buahan dan sayur, yang diolah sedemikian rupa bisa berupa minuman buah maupun kue. Makanan seimbang dalam zat gizi maupun dalam penggunaan bahan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Namun yang harus diperhatikan juga adalah sbb :

Halal, pemilihan bahan baku ayam segar dan daging segar haruslah dibeli dari rumah potong hewan yang sudah bersertifikat halal, atau daging dan ayam beku yang sudah berlabel halal. Bahan utama dan bahan-bahan tambahan pembuat kue haruslah yang sudah bersertifikat halal.

Aman, berarti bebas dari segala macam bibit penyakit atau tidak terkontaminasi dengan bibit penyakit.

Bebas dari zat-zat racun yang mungkin ada dalam bahan makanan itu sendiri atau yang timbul karena salah pengolahan atau penyimpanannya.

Volume kegiatan pada bulan puasa sehari-harinya berkurang dibanding bila tidak berpuasa. Lama berpuasa akan memberikan “after effect” yaitu penurunan basal metabolisme karena tubuh perlu menyesuaikan diri dengan kekurangan “supplay” (pasokan) energi.

Selama puasa nafsu makan tertahan. Ini disebabkan adanya suatu zat hasil sampingan metabolisme zat protein tubuh yang dapat mempengaruhi menurunnya nafsu makan. Nah, hal-hal inilah yang menyebabkan orang tak dapat makan banyak. Porsi makanan perlu disesuaikan, yaitu lebih kecil dibanding sebelum puasa. Kalori yang dibutuhkan menurun.

Sejurus setelah berbuka puasa, teguklah air putih biasa 1 gelas atau secukupnya untuk membasahi serta menyegarkan tubuh dan alat-alat tubuh yang seharian tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian setelah selesai salat, mulailah dengan makanan yang agak ringan segar, manis-manis. Misalnya es kelapa muda, es buah, jus buah. Atau jajanan yang manis kolak pisang, bubur candil, dan sejenisnya. Santaplah dengan jumlah yang terbatas seperti menyiapkan porsi makanan selingan.

Mengapa manis? Agar zat gula yang masuk dapat segera menghasilkan energi untuk memulihkan kebugaran tubuh secara cepat. Di samping itu dapat pula mengembalikan nafsu makan, makanan lengkap dapat dimakan dengan lahap.

Setelah 1-2 jam barulah makan hidangan lengkap yang disusun sesuai dengan pedoman 4 sehat 5 sempurna dengan variasi yang disesuaikan dengan selara dan kemampuan masing-masing. Bagi yang harus mengurangi berat badan, perlu memperhitungkan jumlah yang dimakan dan jenis makanan yang dipilih. Misalnya mengurangi makanan yang banyak lemak dan manis. Selama bulan puasa merupakan kesempatan yang baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Setelah makan lengkap, berhentilah makan, jangan diteruskan dengan ngemil.

Merupakan suatu ujian pula, bila setiap mau makan sahur harus bangun pagi sekali/dini hari. Tapi ini perlu dijalankan. Kalau tidak pada siang harinya tidak dapat menahan lapar sampai jam berbuka puasa tiba. Bila dipaksakan, kemungkinan timbul gejala-gejala sakit lambung/maag sangat mudah. Bila sakit terpaksa membatalkan berpuasa, bukan?

Tentang jenis makannnya, biasanya dipilih yang dapat dimakan panas-panas. Misalnya nasi panas dengan lauk pauknya Yang juga dalam keadaan yang panas. Rawon, soto, sop, biasanya enak dimakan selagi panas. Paling sedikit, nasinya yang panas.

Mengkonsumsi buah segar sangat disarankan karena biasanya selama puasa tubuh kita akan kekurangan cairan sehingga tambahan cairan juga akan diperoleh dari buah-buahan yg banyak mengandung air. Apalagi didalam buah banyak terkandung vitamin, terutama vitamin C, karena biasanya awalan puasa rongga mulut dan kerongkongan kita akan terkena sariawan. Buah-buahan akan membantu tubuh agar tetap kelihatan segar dan seimbang. kadangkala bagi sebagian orang suplemen juga dikonsumsi. namun suplemen dikonsumsi jika memang perlu karena kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut agak berlebihan dari biasa, sementara kita tetap harus berpuasa. Nutrisi yang utama tetaplah makan-makanan empat sehat lima sempurna, serta istirahat yang cukup. Insya Allah selama puasa tubuh kita tetap sehat dan amalan puasa kita bertambah karena menjalankan ibadah puasa dengan tetap menjaga kehalalan makanan yang masuk ke dalam tubuh, Amin.

“dari Berbagai Sumber”