Ma.. beli susu sama biskuit itu yang ada vitaminnya itu lho ma yang kayak di TV, bisa jadi kuat lho, bisa jadi superman tuh ma…… , waduh pusing deh kayaknya ibu-ibu kalau anak-anaknya sudah terbujuk rayu iklan media untuk membeli produk yang belum tentu benar khasiat dan manfaatnya. Yang jelas susu memang bermanfaat bagi tubuh kita, tapi apakah dengan ditambahkan vitamin, mineral serta suplemen lain belum tentu hasilnya sesuai dengan apa yang ditayangkan oleh media. Bagaimana kita bisa mengetahui produk mana yang jelas manfaatnya, aman, bersih serta yang paling penting halal.

Aman dikonsumsi tidak tercemar oleh produk pencemar seperti zat-zat kimia berbahaya, kotoran, radiasi serta bahan-bahan yang haram. Kebersihan tentu yang paling utama, bagi sebagian ibu-ibu membeli makanan di supermarket dan minimarket selain faktor kebersihan dan kenyamanan dalam berbelanja, kualitas barang juga tentunya merupakan hal yang utama yang harus diperhatikan. Dalam membeli produk makanan dan minuman ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan :

  1. Sertifikat halal. (biasakan yang pertama melihat kehalalannya dulu, Logo Halal MUI berwarna Hijau, atau logo halal malaysia, singapura dll), serta no registernya.
  2. Merk Dagang dan perusahaan pembuat (pabrik), yang tercantum di kemasan produk, biasanya ada beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat halal, tapi pada kemasan produk paling akhir logo halalnya belum dicantumkan, mis : permen, coklat dll. Perusahaan yang sudah sertifikat halal bisa ditelusuri di situs yang sudah diatutkan di blog ini.
  3. Izin Usaha, produk luar negeri atau produk dalam negeri, atau produk luar yang diimpor. ada tanda ML atau MD pada kemasan izin dari BPPOM, selengkapnya bisa baca di
  4. Tanggal Kadaluarsa, saat ini yang diwajibkan mencantumkan tanggal kadaluarsa adalah susu dan produk turunannya seperti : yoghurt, yakult, keju, mayonaise, krim, coklat (yang ada bahan susunya) dll, karena biasanya produk ini tidak tahan lama.
  5. Komposisi bahan, yang paling utama diperhatikan adakah yang merupakan produk turunan hewan yang perlu diwaspadai, istilah-istilah yang perlu diperhatikan sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya.
  6. Kemasannya utuh atau cacad (jika pembungkus plastik, lihat sobek atau tidak, jika kemasan kaleng menggembung atau tidak), kemasan yang baik utk makanan
  7. Saran Penyajian, biasanya perusahaan yang sudah besar memberikan saran penyajian untuk konsumen. Biasanya aturan pakai produk tersebut, cara penyajian maupun ditujukan untuk konsumen dengan jenis umur tertentu.
  8. Kebersihan dan kesehatan pedagang, biasanya jajanan yang ada di depan sekolah, nyaris tidak pernah benar-benar kita perhatikan. selain 7 point diatas, banyak hal yang membingungkan karena jajanan didepan sekolah tentunya tidak mungkin diharafkan untuk bisa memperoleh sertifikat halal, oleh karena itu bagaimana kita mewaspadai bahwa jajanan tersebut sudah memenuhi syarat 7 point diatas ? (berikut tipsnya)
  • tips memilih jajanan kaki lima (didepan sekolah anak)
  1. Kalau yang dijajakan adalah makanan dan minuman dalam kemasan tentunya perhatikan tips yang 7 point diatas, namun kalau tidak tentunya jajanan sekolah sebaiknya kita beli di kantin sekolah, lebih aman karena sudah diseleksi, lagi pula biasanya jajanan di depan sekolah, banyak ditambah oleh pewarna dan bahan tambahan makanan yang tidak jelas, selain tidak halal juga biasanya banyak bahan tambahan makanan yang berbahaya.
  2. Jika jajanan di tempat yang terbuka sebaiknya tidak usah dibeli, kebersihan masih belum jelas.
  3. Biasanya banyak jajanan seperti gulali, bakso tusuk, es batangan banyak dikonsumsi anak-anak, padahal pewarna yg digunakan bisa saja pewarna tekstil bukan pewarna makanan.
  4. kemasan plastik yg digunakan juga bukan kemasan plastik yg khusus untuk makanan, pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai hal ini.
  5. Jika yang dijual adalah gorengan biasanya minyak yg digunakan adalah minyak bekas pakai berkali-kali. Malah ada berita gorengan yang gurih biasanya ditambahkan plastik ke dalam minyak penggorengan yang masih panas.
  6. Jika yang dijual adalah bakso, pastikan bakso yang dibuat ditanyakan pada penjual baksonya dibuat dengan bahan yang halal dan campuran yang sah untuk membuat bakso, atau membeli bakso jadi yang sudah dibungkus dan yang sudah ada sertifikat halalnya. Kebanyakan daging yg digunakan untuk membuat bakso juga daging yang tidak jelas, bisa jadi daging yg tidak dibeli pada rumah potong hewan yang sah,  atau malah daging hewan haram dan menjijikkan atau malah hewan bangkai.
  7. Ada banyak jajanan lain yang sangat variatif, yang jelas lebih mudah adalah memperingatkan kepada anak kita untuk tidak jajan sembarangan, lebih baik membawa bekal dari rumah, atau menyarankan untuk membeli di kantin sekolah.

Banyak kasus keracunan makanan terjadi, karena kita tidak pernah memperhatikan pola jajanan dan makanan-makanan yang ditawarkan dihadapan kita. Ada banyak makanan junkfood (makanan sampah) yang terlalu banyak kalori yang menyebabkan penimbunan lemak dan penyakit dan tidak mempunyai nilai gizim, meskipun disajikan di restaurant mewah yang malah sudah bersertifikat halal. Namun karena porsinya terlalu sering membuat anak tidak peka dan tidak mempunyai inisiatif, untuk mengenal makanan lain yang lebih bergizi dan variatif. Ada banyak cara dan banyak kendala namun jika kita waspada semua tentu bisa diatasi bersama. Menumbuhkan pola hidup sehat dan halal tentunya dimulai sejak usia dini, darimana ? di mulai dari rumah sendiri.

Sumber : LLPOM MUI Kepri (Mesjid Raya Batam Centre, 0778-469911) per tgl 29 Juli 2008

Beberapa Katering (belum semuanya bisa ditampilkan), Industri Kue Basah, home industri, Industri Bakso Ayam РSapi РIkan, Industri Makanan Ringan,  Industri Kerupuk yang sudah memiliki sertifikat halal, yaitu :

  1. Abadi, Baloi, Produk Kue Basah
  2. Adnan Amin, CV, Mediterania, Produk Katering
  3. Aeronurti, Bandara Hang Nadim, Produk Katering
  4. Afalah Cipta Agung, CV, Bida asri, Produk KateringDalam proses pengurusan
  5. Agung pangestu, CV, GMP Tj Piayu, Produk Katering
  6. Almizar Zein, Perum GMP Blok G/44, Tg Piayu, Home Industri
  7. Amanda Jasa Boga, Komp Bida Asri Tahap I Blok A2/37, Produk Katering dan Kue Basah
  8. Amelia, Legenda Malaka blok I 10 No 12, Home Industri
  9. Amroe Catering, perum Bidadari Blok C2 No 01 Tg Piayu, Produk Katering
  10. Ananda Catering, CV, Perumnas Sagulung Blok G 44 Batu Aji, Produk Katering
  11. Aneka Rasa, Perum Happy Gardens Blok H/138, Produk Kue Basah
  12. Aneka Sari Gurih, Jl. Majapahit Bengkong Indah 3C/3, RT 01/RW 07, Produk Makanan Ringan
  13. Aneka Snack Cap Jempol, Tiban II Blok B4 No 06 Tiban, Produk Kue Basah dan Katering
  14. Aneka Snack Fortune, Perum Pancur Biru I Blok E/91 Tg Piayu, Produk Kue Kering dan Basah
  15. Aneka Snack Nuri Hijau, Tanjung Sengkuang Blok C/65 RT 03, RW 02, Produk Makanan Ringan
  16. Anggraeni, CV, Jl. Teuku Umar No 85, Produk Katering
  17. Anggun Cipta Prima, PT, Perum Sagulung Blok G/44 Batu Aji, Produk Katering
  18. Annisa Catering, Komp Aku Tahu I Blok E/07, Sei Panas, Produk Katering
  19. Anugerah Bentan, CV, Jl. DI Panjaitan, Tj Pinang, Produk Katering
  20. Anzar djais, Perum Pondok Graha Blok K/10 Piayu, Produk Home Industri
  21. Apricia Indo Utama, CV, Komp Aviari Pemda II No 04, B Aji, Produk Katering dan Kue Basah
  22. Asindo, CV, Mutiara View Blok A3 No 18 Tiban, Produk Katering

Dalam tulisan sebelumnya telah disebutkan bahwa salah satu pengawet makanan yang berbahaya yang sering dipakai oleh manusia adalah formalin dikarenakan biayanya lebih murah serta awetnyapun cukup lama. Biasanya makanan yang sering dikonsumsi oleh kita dan banyak mengandung formalin adalah ikan asin, mie, tahu, baso, ikan basah dll. Pada beberapa penderita kanker setelah ditelusuri makanan apa yang paling banyak mereka konsumsi adalah beberapa makanan tersebut diatas, terutama mie, bakso dan ikan asin. Padahal jajanan inilah yang paling sering dikonsumsi sehari-hari oleh kita semua.

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna  dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15% sebagai pengawet. Formalin dikenal sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri.

Nama lain formalin yaitu : Formol, Methyl aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene, Methylene glycol

Penggunaan Formalin

  • Pembunuh Kuman, sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian.
  • Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain.
  • Bahan pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak.
  • Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas.
  • Bahan pembuatan pupuk dalm bentuk urea.
  • Bahan pembuatan produk parfum.
  • Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku, biasanya dipakai untuk pengawet mayat.
  • Pencegah korosi untuk sumur minyak.
  • Bahan untuk insulasi busa.
  • Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood)
  • Dalam konsentrasi yang sangat kecil(<1 %) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet.

Bahaya utama formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan manusia, dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker. Jadi kalau memang sengaja ditambahkan ke dalam makanan kita, tentu akibatnya akan sangat fatal sekali.

Sumber :

  • Nurbowo (supervisi DR H Anton Apriyantono) 18 langkah Memilih produk halal nasional dan dunia
  • Diktat Kuliah Pengawetan Makanan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.