Kegiatan seminar forum halal dengan judul ‘ kesadaran mengkonsumsi makanan halal, sehat dan aman” dihadiri oleh lebih kurang 30 peserta . Pembicara yang dihadirkan dari Jakarta yaitu Bpk Zaini yang merupakan pakar makanan organic melilea dan Bpk H. Hanif Direktur LPPOM MUI Kepulauan Riau dengan moderator Bpk Zainal salah seorang pemerhati herba di kota batam ini merupakan suatu awal dari sebuah rangkaian acara yg rencananya akan diadakan secara berkala. Acara yg dimulai pukul 9 dan ditutup pukul 11.30 ini berlangsung ramai karena banyak dari peserta yang terbatas ilmu nya dalama mengetahui keberadaan makanan dan produk halal yang beredar di tengah masyarakat. Acara ini juga diikuti oleh beberapa pengusaha makanan yang mayoritas non muslim, dengan sabar dan sungguh sungguh mengikuti acara dari awal hingga akhir, karena kepedulian mereka akan pentingnya sertifikat halal. Dijelaskan juga oleh Direktur LPPOM MUI prosedur dan syarat pengajuan sertifikat halal dan tidak serumit yg dibayangkan selama ini. Dengan biaya yang terjangkau dan disarankan untuk diurus sendiri, tidak melalui biro jasa yg tidak jelas. Pengetahuan tentang berbagai macam makanan yang berbahaya disekitar kita pun dipaparkan dengan jelas oleh Bpk Zaini, dijelaskan pula solusi pemeliharaan kesehatan yg nyata dengan produk kembali kea lam dengan mengkonsumsi makanan organic. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kesadaran mengkonsumsi makanan halal, aman serta sehat ternyata sangat penting karena makanan yg halal jelas adalah makanan yg sehat, dan makanan yg sehat tentu saja makanan yg aman secara bahan, aman dalam pembuatan nya dan aman dalam prosesnya. Berdasarkan kesimpulan inilah maka forum halal sebagai penyelengara kegiatan ini menganggap perlu mengadakan kegiatan lanjutan dalam jangka waktu 3 bulan kedepan utk membentuk komunitas masyarakat yg peduli dengan makanan dan kesehatan. Dalam pelaksanaan nya forum halal akan menggandeng instansi dan lembaga lembaga terkait seperti disperindag, dinas kesehatan, lembaga pendidikan dan KADIN dan lain lain yang terkait, agar kesadaran mengenai pentingnya memperhatikan konsumsi makanan sehat bisa dilakukan oleh semua pihak untuk menciptakan generasi yg kuat dan tangguh.

Saat ini begitu banyak penyakit yang muncul pada usia muda, padahal sebelumnya penyakit-penyakit ini baru muncul setelah menginjak usia tua/lansia. Sebutlah diabetes (tipe 2), stroke, kanker, dan beberapa penyakit lain. Penyakit-penyakit tersebut muncul berkaitan dengan pola konsumsi seseorang. Padahal Sang Pencipta telah memberikan prinsip-prinsip konsumsi supaya sehat yang mungkin sudah banyak ditinggalkan. Anda ingin sehat? Ayo kita kembali ke prinsip-prinsip yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

1. Hanya mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib

Halal di sini tidak hanya zat/makanannya, tetapi juga sumber untuk mendapatkan makanan tadi (sumber penghasilan). Bagaimana mungkin bdan sehat, kalau badan kita dibangun dari zat-zat yang tidak halal, yang tidak di rihoi oleh sang Pencipta. Thoyib berarti baik, bergizi dan seimbang.

2. Berdoa sebelum makan

Harus diakui makanan kita saat ini banyak mengandung zat-zat yang dianggap asing (xenobiotik) baik dari cemaran maupun dari zat yang sengaja ditambahkan (bahan tambahan pangan). Zat asing ini dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan masalah/penyakit. Padahal kita semua hanya bisa “memenej” makanan yang kita konsumsi hanya sampai di mulut, setelah melewati kerongkongan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apakah makanan yang kita konsumsi bermanfaat atau sebaliknya menimbulkan penyakit, terserah kehendak Allah sang pencipta. Maka pastikan kita berdoa sebelum mengkonsumsi sesuatu, supaya bermanfaat dan berkah tentunya.

3. Makan ketika lapar

Pada saat seseorang lapar, maka semua peralatan pencernaan ( enzim-enzim pencernaan) akan diproduksi cukup dan bekerja secara maksimal, dibandingkan saat kondisi belum lapar. Sehingga proses pencernaan dan penyerapan zat makanan akan menjadi optimal.

4. Berhenti makan sebelum kenyang

Meski makanan masih tersedia, sangat dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsinya. Artinya kita mengkonsumsi secukupnya tidak berlebih-lebihan.

5. Makan dan minum secukupnya, tidak berlebih-lebihan

Sama pengertiannya dengan prinsip no. 4, kita dianjurkan untuk tidak makan berlebih-lebihan. Seperti kita ketahui, penyakit seperti penyakit jantung koroner dan diabetes diderita oleh orang-orang yang kegemukan. Dan kegemukan ini pertanda konsmsi yang berlebih-lebihan.

6. Makan sambil duduk, tidak berdiri

Banyak kita saksikan saat ini, di pesta-pesta (pernikahan, ulang tahun), di acara-acara seminar atau di acara jamuan yang lain, ketika makan dipastikan (hampir) semua undangan makan sambil berdiri. Padahal tuntunannya kalau makan ya duduk. Mungkin dengan duduk lebih santai, sehingga proses pencernaan lebih baik. Tapi yang jelas makan sambil duduk lebih enak dan nyaman dibandingkan berdiri. Anda setuju?

7. Berdoa setelah makan

Selain berdoa supaya makanan yang telah dikonsumsi menjadi berkah, juga sebagai manifestasi rasa syukur kita karena telah diberi rezeki. Dan kita yakin dengan syukur itu nikmat akan bertambah-tambah.

Wallahu ‘alam bi showab

Sambungan dari
Air kaleng sajian lebaran

SEGARRR

Beberapa Hal yg perlu diperhatikan :

- Mampu menguras air di dalam tubuh Anda, saat terjadinya pemprosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink itu memerlukan bantuan air di dalam tubuh Anda dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, sebaiknya untuk menganti cairan yang terbuang, Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 8-12 gelas untuk setiap gelas softdrink yang Anda minum.

- Saat mengalami dehidrasi, sebaiknya Anda tidak dianjurkan untuk meminum softdrink, bukannya menghilangkan haus, justru hanya akan membuat Anda semakin haus saja. Karena softdrink bukanlah jenis minuman yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Anda tetap melanggarnya, Anda akan mengalami yang namanya Dehidrasi Seluler Kronis, suatu kondisi yang mampu melemahkan tubuh pada tingkat sel. Yang lambat laun akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.

- Softdrink memiliki kandungan fosfat yang terbilang tinggi, sehingga dapat menghancurkan mineral penting di dalam tubuh. Jika sampai tubuh Anda kekurangan mineral, itu akan menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) serta berbagai penyakit lain.

- Seperti diketahui kandungan gula di dalam softdrink itu jumlahnya sangat tinggi, yang dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang besar, sehingga terjadinya kandungan gula di dalam tubuh kelebihan dan kekurangan gula dan insulin. Tentu itu akan menyebabkan penyakit diabetes serta penyakit lain, seperti ketidakseimbangan dalam tubuh.

- Belum lagi selesai dengan masalah-masalah di atas, kafein dan kandungan gula dalam softdrink dapat menghentikan proses pencernaan. Sehingga kandungan gizi pada makanan yang baru saja Anda konsumsi maupun beberapa jam sebelumnya tidak akan menyerap.

- Kondisi tubuh sedang tidak fit, atau bahkan sedang demam, flu dan lainnya, sebaiknya jauhkan softdrink.

Proses Sertifikasi Hanya Dua Minggu

Dari 132 restoran hotel baik yang berbintang maupun tidak di Batam, hanya enam di antaranya yang telah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam. Proses pemberian sertifikasi pun relatif tidak lama, yaitu hanya dua minggu saja.

Hal tersebut dikatakan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LP-POM) MUI Kepri, Muhammad Hanif, kemarin (25/8). Menurutnya pemberian sertifikasi halal, lebih didasarkan kepada restoran di hotel tersebut.

Enam hotel yang telah mengantongi sertifikat halal MUI, kata dia, yaitu restoran hotel PIH, Hotel Nagoya Plasa, Hotel Virgo, Hotel Golden View, Hotel Pacific, dan Hotel Panorama Regency. Menurut Hanif, pemberian sertifikasi halal tersebut bertujuan untuk menjaga umat islam dari makanan dan minuman yang tidak halal.

’’Kami selalu imbau umat Islam untuk makan dan minum di tempat yang halal. Baik melalui ceramah maupun melalui spanduk-spanduk yang terdapat di jalan raya,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan dalam kurun waktu setahun ini, pihaknya sudah banyak diminta pihak hotel dan restoran untuk melakukan pengujian guna mendapatkan sertifikasi halal. Namun banyak di antara hotel dan restoran tersebut tidak lolos pengujian tersebut.

Menurut Hanif untuk mendapatkan sertifikasi halal, suatu hotel hendaklah memenuhi persyaratan. Di antaranya, restorannya terpisah dari tempat hiburan dan telah lolos pemeriksaan dapur, gudang, dan penyajian pada hotel yang bersangkutan. Jika hal tersebut telah dilakukan maka pihak LP-POM MUI Kepri akan melimpahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Komisi Fatwa MUI untuk disidangkan. Berdasarkan hasil sidang inilah sertifikasi halal dapat diberikan. ”Jika tak ada halangan, pemberian sertifikasi ini hanya butuh waktu dua minggu,” kata Hanif.

Hanif menuturkan jika hotel tersebut telah diberikan sertifikasi halal dari MUI Kota Batam, maka MUI akan menunjuk dua orang sebagai internal Audit di hotel tersebut yang dipilih dari pihak hotel itu sendiri. Kedua orang tersebut mempunyai hak untuk menegur manajer hotel, apabila terdapat unsur-unsur yang tidak halal dalam makanan dan minuman di hotel tersebut.

Menurut Hanif, jika pihak hotel tak mengindahkan teguran dari kedua internal audit itu, maka pihak MUI sendiri akan mencabut sertifikasi halal hotel yang bersangkutan dan segera mengumumkannya ke media.

Kepada pengusaha hotel dan restoran yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, Hanif mengimbau agar datang langsung ke sekretariat LP-POM MUI Kepri yang berada di lantai dasar Masjid Batam. ”Kami tidak akan melayani pengurusan sertifikasi halal dengan menggunakan jasa calo,” tutur Hanif. ***

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat H Muhamad Nadratuzzaman Hosen mengaku ada indikasi barang yang jelas-jelas haram ingin dikatakan halal.

“Terhadap produsen yang melakukan hal seperti itu, MUI telah melakukan peneguran,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara Workshop On Dairy Product Flavors And Vitamins dan Training On Halal Asurance System di Bogor, Jawa Bara Senin kemarin.

“Kita telah menegur keras kepada mereka, tapi yang berwenang menindak mereka adalah pemerintah. Sudah berapa produsen nakal yang sudah ditegur.”

Dia mengemukakan, sejauh ini peran MUI hanya menangkal barang-barang haram dari produsen agar sampai beredar kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

“Sebaliknya, kalau barang dari produsen sudah beredar di masyarakat, maka MUI tidak bertanggung jawab, justru pemerintah yang bertanggung jawab,” katanya.

Pada bagian lain, Muhamad Nadratuzzaman Hosen juga menyatakan bahwa MUI menilai akan sangat keliru jika pemerintah yang mengeluarkan sertifikasi halal, sebab kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah MUI, sedangkan tugas pemerintah membuat peraturan atau Undang-undang agar produsen dalam memproduksi barang-barangnya dijamin halal.

“Sejauh ini, saya melihat ada usaha dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama yang akan mengambil alih peran MUI untuk mengeluarkan sertifikasi halal. Kalau hal ini terjadi jelas sangat keliru,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tugas dan kewenangan pemerintah adalah membuat aturan, bukan mengeluarkan sertifikasi halal.

“Artinya, kalau pemerintah sudah membuat aturan, tidak perlu lagi ada sertifikasi halal, sebab produsen maupun konsumen sudah yakin barang yang diproduksinya dijamin halal,” katanya.

Karena itu, kata dia, jangan sampai sertifikat halal menjadi proyek pemerintah, sehingga biarlah kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah tugas ulama, dalam hal ini MUI yang sudah melaksanakannya selama 20 tahun.

Mengenai RUU (Rancangan Undang-Undang) Jaminan Produk Halal yang saat ini sedang dibahas di Komisi VIII DPR RI, ia mengatakan, jaminan produk halal diperlukan untuk meyakinkan apa yang dikerjakan oleh MUI dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, karena selama ini tidak ada payung hukum jelas yang dikeluarkan oleh pemerintah, “Jadi, RUU Jaminan Produk Halal bukan untuk mengambil alih peran MUI,” katanya. [ant/www.hidayatullah.com]


Menu Sehat & Bugar di Bulan Puasa Ramadhan

Waktu Berbuka : Segelas Soya dingin/hangat dilanjutkan dengan GFO + air putih
Setelah Shalat Maghrib : makan beberapa potong kue + buah2an + air putih
Setelah Shalat Tarawih : makan nasi 1/2 porsi + lauk pauk + GFO (optional) + air putih
Waktu Sahur : GFO + makan nasi + lauk pauk + buah2an + air putih
Catatan :

Minum GFO minimal 2X mulai jam berbuka s/d Imsak
Minum air putih minimal 2 liter mulai jam berbuka s/d Imsak
Buatkan soya lebih kental (3 sendok) dalam 1 gelas agar stamina dan kondisi anda fit disiang hari.
Beri tenggang waktu 15-30 menit antara konsumsi GFO dan Nasi
Jangan makan berlebihan, agar kondisi anda tetap segar.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa semoga amal ibadah anda diterima oleh Allah SWT

1 Agustus hari ini, puasa tinggal 20 hari lagi, kita sering lupa, jika dalam menghadapai puasa ramadhan ingatan yang paling sering dipikirkan adalah “buka puasa” dan bukan puasa nya…yang paling disusahkan adalah “menahan lapar” nya dan bukan “menahan nafsu” nya. Padahal nafsu lah yang paling harus kita tahan, selain nafsu sahwat, tentunya menahan diri utk tidak terlalu berlebihan dalam makan dan berbuka puasa adalah yang paling seringkali dilupakan.
Dalam blog ini setahun yang lalu penulis sudah banyak menyarankan makanan sehat dan halal yg sebaiknya dikonsumsi, namun mungkin belum semua bisa terlaksana, hingga 11 bulan setelah puasa kita masih banyak belum merasakan arti dan manfaat puasa dari segi fisik dan kesehatannya.
Apalagi konsumsi makanan setelah puasa kembali “bablas” karena balas dendam karena “menahan lapar” selama 1 bulan.
Butuh persiapan seperti apa sih sebetulnya dalam menghadapi puasa ramadhan ? : cobalah beberapa kiat berikut ini :
1. Bayar Puasa tahun lalu (jika masih ada hutang puasa belum terbayar)
2. Coba puasa sunah senin kamis (bagi yg jarang melakukan puasa sunah) agar terbiasa dengan pola puasa.
3. Ubah pola makan dengan yang biasanya “makan apa saja” dan “jam berapa saja” dengan pola makanan yang teratur.
4. Susun perencanaan keuangan yang tepat untuk persiapan makanan sehat dan halal di bulan puasa.
5. Makan berlebihan tidak disarankan, jadi sebaiknya beli jajanan yang betul betul bisa dikonsumsi, mengingat banyak sekali jajanan dadakan yang akan hadir selama puasa.
6. Pilih tempat yang nyaman dan yang paling utama ber sertifikat HALAL (MUI) pada waktu buka puasa dan sahur, agar puasa nya barokah.
Semua hotel dan restaurant menjelang puasa banyak menawarkan menu buka puasa (ntah yg datang betul betul ingin berbuka puasa atau hanya makan malam saja walahualam) namun sebagian dari kita seringkali “lupa” atau malah justru melupakan prinsip-prinsip berpuasa nya setelah mendapatkan undangan makan di hotel berbintang atau restaurant mewah yang jelas jelas menyuguhkan makanan “tidak halal” dan minuman keras. meskipun ada sebagian restaurant dan tempat makan mengatakan mereka tidak menyuguhkan makanan “tidak halal”, namun ketidakpahaman mereka dengan bahan bahan & hal hal lain yang disyaratkan dalam sebuah sertifikasi halal bisa membuat sajian dan suguhan mereka menjadi tidak halal.
7. Istirahat yang cukup agar fisik tidak mudah masuk penyakit, apalagi akan terjadi perubahan cuaca dan tentunya volume pekerjaan tetap sama tidak ada rutinitas pekerjaan yang berbeda antara bulan puasa dan bulan sebelumnya.
8. Jaga silaturahmi dengan kerabat & handai taulan yang dekat maupun yang jauh, sarankan dan ingatkan mengenai pola makan dan istirahat.
9. Banyak- banyak doa dan beristigfar semoga disampaikan ke bulan ramadhan dalam kondisi yang prima.
Jika persiapan fisik dan materi sudah siap, maka keseimbangan perlu diadakan untuk persiapan ruh yang lebih sempurna. seperti yang di tunjukkan dalam Alquran dan beberapa hadist berikut ini.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Rasulullah n bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah k berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)

Penghapus Dosa
Ramadhan adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z)
Jadi siapkah fisik dan ruh anda menjelang ramadhan ?
“Ahlan wa sahlan ya Ramadhan!

Sholat Subuh baru saja usai. Belum juga terang tanah, tetapi aktivitas kehidupan sudah dimulai. Bau tanah menyergap hidung, ketika jendela dibuka, dan udara segar pun masuk dan mengalir ke ruang-ruang di dalam rumah. Beberapa penghuni kompleks, dengan langkah tegap, sudah meninggalkan rumah. Berpacu dengan waktu, supaya tak terlambat ke tempat tugas.

Dari kejauhan, sayup-sayup kedengaran suara musik, yang diakhiri nada tinggi teriakan nama dagang. Pengeras suara yang tertempel di sepeda tukang rotilah, yang mengantarkan pesan, supaya warga kompleks tahu akan kehadirannya. Budi, penjaja tersebut, dengan sepeda jengki silver, membonceng kotak roti, sudah menyusuri gang demi gang, demi mendapatkan pembeli. Kadang-kadang, di rumah tertentu, dia melambatkan sepedanya. Berharap sang tuan rumah membeli walau sekedar sebungkus roti tawar. Kalau pancingannya tidak berbalas, dengan sabar dia mendayung lagi kereta angin kesayangannya tersebut.

Budi yang berasal dari Jawa Tengah tersebut, hanyalah salah satu pelaku bisnis bakery. Roti semakin banyak saja diperjualbelikan. Rasanya, dari kelas kaki lima sampai berkonsep butik pun ada. Walaupun bukan produk tradisional Indonesia, potret menaik tergambar jelas. Hal ini setidaknya tampak dari konsumsi terigu sebagai bahan baku utama roti. Tren konsumsi terigu di Indonesia pada tahun 2000 hanya 13,7 kilogram per kapita, tetapi pada tahun 2007 mencapai 17,1 kilogram per kapita.

Persoalan sebenarnya, selain karena gaya hidup, stok waktulah yang ikut memberi sumbangan. Karena waktu terbatas, budaya instan menjadi pilihan, termasuk dalam perihal makanan. Roti yang hanya perlu preparasi sederhana sebelum dihidangkan, pun jadi bekal sarapan.

Roti dalam produk pangan termasuk kategori produk bakery. Bakery adalah produk makanan yang bahan bakunya adalah tepung (mayoritasnya terigu). Dalam proses pengolahannya melibatkan pemanggangan. Selain roti, banyak contoh lain yang masuk ke dalam kategori bakery. Misalnya, bagel, bread crumb, biskuit, croissant, cookies, cracker, kue lapis, muffin, pancake, pastry, pies, pizza, pretzel, roll, dan wafer, Selain itu, donut pun termasuk dalam rombongan.

Produk bakery termasuk mudah untuk dikreasikan. Selain prosesnya tidaklah rumit, bahan-bahannya juga gampang ditemukan. Oleh karena itu, bahan-bahan bakery sudah umum dijabarkan. Terutama bagi ibu-ibu yang mempunyai kegemaran untuk membuat roti dan kue sebagai penganan atau komoditas jualan.

Bahan utama produk bakery sudah disinggung, yakni tepung. Jenis tepung yang biasa dipakai ialah terigu. Selain itu, ada juga tepung yang berasal dari serealia (biji-bijian) yang lain. Misalnya durum, rye, triticale (hasil persilangan terigu dan rye), beras, millet, jagung, oat, dan barley. Masing-masing tepung mempunyai sifat sendiri-sendiri dan oleh karena itu, produk yang dihasilkan akan berbeda pula.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh terigu adalah dapat mengembang. Karena terigu mengandung gluten (protein). Berbagai aplikasi pembuatan produk berbasis terigu, sangat tergantung kepada kandungan glutennya. Dengan bahan pengembang (leavener) tertentu yang berinteraksi dengan gluten, maka adonan kue yang menggunakan terigu tersebut akan mengembang. Bahan pengembang yang biasa digunakan adalah ragi, baking soda/soda kue, baking powder, tartaric acid, atau cream of tartar.

Untuk menghasilkan sifat fisik dan kimia tertentu, shortening perlu hadir dalam formula adonan. Shortening adalah bahan yang bisa berwujud lemak atau minyak, atau bahan yang berasal dari turunan keduanya, digunakan dalam adonan (dough atau batter). Lemak berwujud padat pada suhu ruang, sementara minyak, cair. Bahan yang sama jika terdapat pada produk lain seperti whipped topping, buttercream icing, fatty coating, minyak goreng, atau bahan pengoles loyang, tidak bisa diistilahkan sebagai shortening. Jadi, istilah shortening sendiri lebih mengacu kepada fungsi, bukan pada jenis atau sumber bahannya.

Beberapa produk bakery tidak ditambahkan pemanis (sweetener). Tetapi banyak juga yang menggunakannya. Sesungguhnya pada roti tawar dan roll sekalipun, tetap ditambahkan gula dalam jumlah kecil. Selain berfungsi untuk meningkatkan cita rasa, gula tersebut digunakan ragi sebagai nutrien untuk tumbuh. Alhasil, aktivitas ragi dalam mengembangkan adonan berjalan sebagaimana mestinya.

Bahan yang tak kalah pentingnya adalah air dan garam. Walaupun mempunyai peran yang berbeda, hubungan keduanya menentukan untuk memperbaiki sifat adonan. Konsentrasi garam yang terlarut dalam air, kaitan antara kandungan garam dengan air bebas, mempunyai efek pada laju fermentasi (proses pengembangan adonan yang menggunakan ragi), daya kerja gluten, dan lebih jauh lagi berpengaruh kepada soal rasa.

Bahan yang juga senantiasa hadir dalam adonan produk bakery adalah telur dan susu atau produk turunan susu. Kedua bahan ini, sudah berabad-abad digunakan sebagai bahan pastry. Tetapi untuk beberapa aplikasi tertentu karena kandungan kolesterol keduanya, mulai dikurangi penggunaannya.

Bahan-bahan natural seperti buah, sayur, dan kacang, pun biasa disertakan dalam resep bakery. Bisa berbentuk kering atau pun sudah diolah. Misalnya almond, kelapa, kacang tanah, kacang mede, korma, kismis, selai buah, kentang, tomat, bawang, dan wortel.

Akan tetapi dalam pengayaan cita rasa dan penampilan, bahan-bahan lain juga berperan. Misalnya bumbu-bumbu (spices), perisa (flavor), dan pewarna. Bumbu-bumbu yang biasa digunakan adalah pala, seledri, kayu manis, cengkeh, jahe, paprika, lada, wijen, dan kunyit. Flavor yang ditambahkan bisa alami atau pun artifisial. Soal penampilan bisa dipecantik dengan pewarna, asal memang pewarna makanan. Bahan-bahan ini bisa berfungsi sebagai individual, atau berkolaborasi dalam bentuk topping, filling, glazing, icing, pasta, dsb.

Titik kritis keharaman

Tiga puluh tahun yang lalu, roti nan lembut dan gurih masih jarang ditemukan. Namun, dengan berjalannya waktu, perbaikan demi perbaikan pun terus dilakukan. Teksturnya semakin kompak, lembut, dan mak nyus di mulut. Bahan-bahan yang bertanggung jawab kepada rasa, penampilan, dan tekstur menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada praktek sehari-hari. Tetapi disitu pula letak permasalahannya. Sebagai orang yang peduli dan mencintai produk halal, kita harus sadar bahan-bahan tersebut bisa rawan dari segi kehalalan.
Bahan yang pertama yang menjadi catatan kita adalah terigu. Sebagai bahan baku, terigu memang berasal dari gandum. Gandum mempunyai kandungan gluten yang berbeda. Kalau glutennya rendah (sekitar 8 %), disebut gandum lunak, sedangkan yang keras mempunyai kandungan gluten 13 %. Hasil gilingan gandum keras biasanya diaplikasikan untuk pembuatan roti atau puff pastry. Sementara yang lunak, lebih cocok untuk biskuit dan kue.

Walau begitu, ada bahan-bahan lain yang sengaja ditambahkan. Selain untuk memperkaya zat gizinya, juga digunakan untuk memperbaiki fungsi terigu supaya menghasilkan produk yang lebih baik. Misalnya vitamin dan mineral. Demi kestabilan selama penyimpanan, vitamin biasanya disalut. Selain gum, penyalutnya juga gelatin. Nah, kalau dari gelatin harus dipastikan dari hewan halal dan disembelih secara Islami.

Salah satu bahan yang ditambahkan ke dalam tepung terigu adalah L-sistein (hidroklorida). Fungsi sistein adalah sebagai improving agent. Sesuai fungsinya, sistein memang digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat gandum. Bahan ini dapat melunakkan gluten. Implikasinya, adonan lebih lembut sekaligus volume pengembangannya lebih besar.
Dari tinjauan kehalalan, bahan sistein ini patut kita pertanyakan? Pertama, sistein bisa diperoleh dari rambut manusia. MUI telah menetapkan standar, setiap bagian tubuh manusia haram untuk dikosumsi. Apa kita mau menjadi kanibal? Tentu tidak.

Kedua, sistein bisa berasal dari bulu bebek (duck feather). Kalau yang ini, harus dipastikan dahulu bahwa bebeknya harus disembelih secara Islami. Ketiga, juga bisa berasal dari produk mikrobial. Cuma harganya lebih mahal. Berita baiknya adalah semua produk terigu lokal sudah disertifikasi halal. Kita hanya perlu berhati-hati dengan terigu impor.

Catatan kedua tertuju kepada bahan pengembang. Ibu-ibu peminat resep kue tahu betul, dengan yang namanya soda kue, baking powder, atau ragi (yeast/gist). Inilah bahan pengembang yang biasa digunakan. Mudah didapatkan serta familiar bagi kebanyakan orang.

Ragi sebenarnya adalah jasad renik (mikroorganisme). Jenisnya adalah saccaromyces cerevisiae. Jika air hadir dalam jumlah cukup, serta adanya gula sebagai sumber makanan bagi ragi, maka ragi tersebut akan dapat tumbuh. Sekaligus juga merubah gula menjadi karbondioksida dan senyawa beraroma. Karbondioksida tersebut tertahan di dalam gluten. Alhasil, adonan mengembang. Ibarat kita meniup balon, karena udaralah balon tersebut dapat mengembang. Pada kasus ini, glutenlah yang menjadi balonnya.

Yang perlu diperhatikan, untuk ragi yang banyak dijual di supermarket, adalah ragi instant. Karena berbentuk kering, maka ada bahan lain yang sering ditambahkan oleh produsen raginya. Misalnya anti gumpal (anticaking agent).

Anti gumpal mencegah terjadi penggumpalan ragi kering tersebut selama penyimpanan. Anti gumpal yang perlu dikritisi adalah E542 (edible bone phosphate) yang berasal dari tulang hewan. Selain itu, E570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat secara industri dapat diperoleh dari hewan atau tanaman. Sementara magnesium stearat, berbahan dasar asam stearat.

Selain itu, bahan pengembang yang menjadi perhatian adalah asam tartarat atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tartaric acid. Tartaric acid bersifat syubhat, karena selain bisa berasal dari bahan kimia sintetik, juga berasal dari hasil samping minuman keras. Jika berasal dari hasil sampingan minuman keras, jangan digunakan.

Bahan yang juga perlu menjadi catatan adalah shortening. Shortening memang berasal dari lemak. Jadi, harus bisa dipastikan sumber lemaknya.. Kemungkinannya ada dua, nabati atau hewani. Dari hewani, yang paling rawan bisa berasal lemak babi (lard). Selain itu kemungkinan berikutnya adalah lemak sapi (tallow), harus dipastikan sapinya disembelih secara Islami.

Walaupun, bisa juga berasal dari produk olahan susu, seperti butter (mentega), tetapi harganya cenderung lebih mahal. Selain lemak atau minyak, juga hadir di dalam shortening tersebut flavor (perisa), emulsifier, dan pewarna. Tetapi kebanyakan sekarang di Indonesia, sudah terbuat dari kelapa sawit dan sudah banyak yang bersertifikat halal. Cuma yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan impor.

Termasuk di dalamnya roombutter (mentega yang berbau tajam).
Untuk pembuatan pastry, biasa juga digunakan korsvet. Korsvet adalah lemak yang berfungsi untuk memberikan lapisan (layer) pada pastry tersebut. Secara industri, disebut juga dengan istilah pastry margarine. Jenis pastry margarine sendiri terbagi dua, short pastry margarine dan puff pastry margarine. Dari segi asal short pastry margarine, bisa bersumber dari macam-macam lemak. Termasuk juga lard (lemak babi). Selain itu bisa berasal dari lemak sapi (tallow), minyak ikan, atau minyak nabati yang dijenuhkan, sehingga bisa berwujud padat pada suhu kamar. Jadi selayaknya gunakan saja produk-produk yang bersertifikasi halal.

Cake emulsifier, juga biasa digunakan bagi ibu-ibu yang mempunyai kegemaran dalam membuat kue. Fungsinya adalah penstabil dan pelembut adonan kue. Selain itu, bahan ini bisa menghemat pemakaian telur. Di pasar, cake emulsifier bisa berlabel nama dagang ovalet, SP, spontan 88, TBM. Status umum emulsifier adalah syubhat, karena bisa bersumber dari nabati atau hewani. So, yang bersertifikat halal lebih aman. Cuma, kadang-kadang bahan tersebut tidak disebut-sebut sebagai cake emulsifier. Karena di pasar kadang-kadang diberi label bakery ingredient. Ada satu lagi, bahan yang digunakan sebagai pelembut kue, yakni VX.

Dough conditioner adalah bahan lain yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Fungsinya adalah melembutkan adonan, mengembangkan adonan, atau bisa juga memperpanjang umur simpan. Multifungsi bahan tersebut karena hadirnya beberapa bahan sekaligus yakni l-sistein, tepung kedelai, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, dan emulsifier. Karena hadirnya L-sistein, lemak, dan emulsifier, maka status dough conditioner menjadi syubhat.

Kadang-kadang karena alasan praktis, bahan-bahan pasta juga termasuk yang biasa yang digunakan. Baik sebagai bahan pengisi (filling) seperti pasta pandan, atau bisa juga sebagai topping, glazing, atau icing. Titik kritisnya terletak pada bahan yang digunakan dalam pembuatan pasta tersebut. Termasuk flavor. Jadi statusnya pun menjadi syubhat.
Terakhir, selain bahan, yang perlu juga dicermati adalah penggunaan kuas. Kuas biasa digunakan untuk mengoles loyang, atau mengoleskan mentega atau margarine di atas produk bakery tersebut. Maka hati-hatilah karena bisa jadi kuas anda berasal dari bulu babi atau celeng. Karena biasanya kuas yang berasal dari bulu hewan cenderung lebih lembut dan lentur.

Carilah yang berasal dari bulu kambing (goat hair) atau juga camel hair (bulu unta). Atau supaya aman yang berasal dari plastik saja. Cara sederhana untuk membuktikan bulu hewan, adalah dengan cara membakar. Kalau bau rambut terbakar perlu dicurigai, karena pasti berasal dari bulu hewan. Kalau tak ada tulisan di gagang kuas seperti goat hair atau camel hair, biasanya lebih besar peluangnya berasal dari bulu babi atau celeng.

SUMBER :

Tulisan Hendra Utama

Komunitas Peduli Produk Halal (grup facebook)

JAKARTA–Maraknya peredaran produk makanan yang bercampur dengan daging babi telah membuat resah umat Islam. Karena itu, perlu aturan hukum yang tegas agar produk tersebut tidak beredar luas di masyarakat.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Hasrul Azwar, mengungkapkan, saat ini DPR RI sedang membahas Rancangan Undang-Undang (UU) tentang Label Makanan Halal. ”Saat ini sedang dalam proses. Kami berharap UU ini bisa segera diterbitkan sebelum berakhirnya masa bakti DPR periode 2004-2009,” jelas Hasrul kepada Republika, Sabtu (4/4), di Jakarta.

Ketua DPP PPP ini menegaskan, UU Label Makanan Halal ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya umat Islam, dari berbagai jenis produk makanan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang beredar luas di masyarakat.

Seperti diketahui, baru-baru ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Bandung, Jawa Barat, menemukan sejumlah produk makanan, seperti dendeng dan abon sapi, yang bercampur dengan babi. Hal yang sama juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti Semarang, Malang, Batam, Surabaya, ataupun Pangkal Pinang. ”Agar peredaran produk tersebut tidak meluas, perlu ada aturan yang jelas dalam menentukan kehalalannya,” ungkap Hasrul.

Ia menyatakan, beberapa negara, seperti Singapura dan Belanda, telah membuat aturan adanya lembaga yang menetapkan kehalalan sebuah produk. Di Belanda, misalnya, ada sebuah lembaga semacam LP POM MUI yang memberikan sertifikasi halal bagi setiap produk makanan yang dijual di pasaran. Mereka yakin produk yang memiliki label halal adalah produk makanan yang baik dan dijamin kebersihannya.

“Singapura dan Belanda saja melakukan hal itu, mengapa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar belum memiliki UU yang secara tegas mengatur masalah label kehalalan produk makanan,” paparnya.

Ia menegaskan, dengan disahkannya UU Label Makanan Halal, masyarakat tidak akan ragu untuk membeli makanan yang dipasarkan di pusat perbelanjaan.

Sebagai negara mayoritas penduduk Muslim, menurut dia, pemerintah bersama DPR wajib melindungi masyarakat agar tidak “terjebak” mengonsumsi makanan yang tidak halal, tapi beredar luas tanpa mencantumkan label halal.

Ia menambahkan, kehalalan sebuah produk itu bisa dinyatakan dengan label halal yang menandakan bahwa produk tersebut halal sumbernya, halal proses pembuatannya, halal campuran-campurannya, dan halal mendapatkannya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mengatur masalah sanksi dalam UU tersebut bagi pelaku yang membuat (produksi) dan mengedarkan produk tersebut.

Belum bersikap
Sementara itu, di Malang (Jatim), peredaran dendeng dan abon yang diduga bercampur dengan bahan baku daging babi dan diproduksi di Malang belum disikapi dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Enny Sekar Rengganingati, mengakui, pihaknya belum bisa mengambil tindakan karena hasil uji laboratorium sampel yang dikirimkan ke Surabaya belum turun.

”Kami mengambil sampel dari beberapa daerah lokasi beredarnya dendeng tersebut dan dendeng yang langsung diproduksi di Kota Malang untuk diuji di laboratorium di Surabaya,” katanya.

Enny berharap, dalam minggu-minggu ini, hasil laboratorium sudah turun agar masyarakat konsumen tidak diombang-ambingkan dengan sinyalemen bahwa dendeng yang diproduksi di Jalan Raung itu berbahan baku daging babi.

Ia mengakui, berdasarkan hasil investigasi secara kasat mata dan pengujian sederhana, dendeng tersebut berbahan baku daging sapi, bukan babi. ”Tapi, bagaimanapun kami tetap menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikannya,” tegasnya.

Menyinggung belum ditariknya dendeng yang bermerek 999 itu dari pasaran, Enny menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan penarikan secara serta-merta dan harus menunggu hasil uji laboratorium.

Jika hasil laboratorium positif dan dendeng itu berbahan baku daging babi, katanya, pihaknya akan langsung menarik peredarannya. Bahkan, dendeng daging yang saat ini diperjualbelikan di swalayan akan diperiksa dengan teknis dan mekanisme yang sama.

Di Batam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat belum menemukan abon sapi berbahan campuran babi. Sampai saat ini, kami belum menemukan produk tersebut,” ujar Ketua MUI Batam, Usman Ahmad.

Usman Ahmad mengatakan, berdasarkan penyelidikan MUI, belum ada produk apa pun di Batam yang menipu dengan melabelkan halal, namun mengandung babi. Meski begitu, ia mengatakan tidak dapat memastikan kandungan produk makanan karena MUI tidak memiliki laboratorium. “Kita memang punya bagian pengkajian makanan dan minuman, namun tidak bisa memastikan,” kata dia.

Ia mengatakan harapan peran proaktif dinas pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan serta Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan untuk menyelidiki kandungan bahan makanan.

Sementara itu, di Bandung, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat menemukan tiga merek abon berbahan campuran dagging babi di pasar tradisional dan modern. Dinas Peternakan Jawa Barat menelusuri peredaran abon babi di seluruh Jawa Barat.sya/ant/kem

Brem

Adalah brem padat, jajanan khas Jawa Timur, yang memang cenderung tak ada masalah untuk dikonsumsi umat Islam. Yang perlu diwaspadai adalah brem yang berbentuk cair. Brem jenis ini biasanya banyak terdapat di Lombok dan Bali yang dikemas dalam botol.

Brem cair ini dibuat melalui proses fermentasi yang memanfaatkan jamur tertentu guna mengurai karbohidrat dan glukosa menjadi ether. Bahan bakunya terdiri dari ragi tape, beras ketan hitam dan putih. Kedua beras ketan tersebut dicampurkan dan direndam semalam, kemudian ditiriskan dan dikukus menjadi nasi. Nasi ketan ini didinginkan di sebuah ruang serta diberi ragi yang telah dihaluskan, dicampur secara merata, dibungkus dengan plastik atau daun pisang. Bungkusan tersebut difermentasikan selama 3-5 hari hingga berbentuk tape yang kemudian dipres agar keluar cairannya, sedangkan ampasnya dibuang. Cairan yang dihasilkan dari
tape tersebut didiamkan beberapa saat, kemudian direbus dalam suhu dibawah titik didih dalam kurun waktu tertentu. Jadilah brem minuman berkadar alkohol tinggi dan tentu saja haram hukumnya.

Bika Ambon
Bika Ambon adalah kue berongga, berwarna kekuningan, empuk, agak kenyal, dan manis. Bika Ambon bisa dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan arak, air tape, atau air nira.  Jadi jika membeli atau mendapatkan oleh oleh bika ambon pastikan ada logo halal MUI sebab khawatir dibuat dengan menggunakan arak. Bika Ambon yang mendapatkan logo halal biasanya menggunakan air nira pada proses fermentasi nya.

Bakpia

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta.

Isilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅), yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Ada banyak orang masih khawatir dengan penyebutan kata bak pada bakpia seperti halnya makanan lainnya seperti bakmi bakso bakpao dan lain lain padahal arti “bak” sendiri yg memang berasal dari cina adalah daging dan bukan babi dan bahasa cinanya babi buka “bak”.

Namun yg dikhawatirkan sekarang adalah kulit bakpia/bakpia pathok ada yang memakai bumbu minyak babi biar ‘greng’. Jadi pastikan bakpia yang didapat dari oleh oleh adalah bakpia yang sudah ada label halal MUI.

bersambung…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.