Pemerintah Kota Batam telah mencanangkan Batam Sebagai Tujuan Wisata Kuliner Tahun 2008, hal ini tentunya akan menjadikan Batam sebagai pusat jajanan yang akan dikunjungi oleh wisatawan dari negara-negara tetangga maupun dari daerah lain di Indonesia. Di samping itu, sebagaimana kita ketahui, bahwa Batam adalah pintu gerbang Indonesia bagian barat, dimana produk impor akan masuk ke Indonesia melalui Batam, sebaliknya produk dalam negeri baik dari Batam dan sekitarnya maupun dari daerah lainnya akan diekspor juga melalui Batam.

Mayoritas penduduk Indonesia dan negara tentangga adalah muslim, yang jika dipandang dari sisi usaha merupakan pasar yang sangat besar dan potensial. Oleh karena itulah, maka perlu kiranya kesadaran para pelaku usaha untuk mengenal pengertian makanan halal untuk menunjang usahanya, juga kepada konsumen semestinya mengetahui tentang makanan halal. Ada beberapa Mall di kota batam, dimana pujasera atau food courtnya sudah banyak menawarkan jajanan halal, seperti Nagoya Hill, Mega Mall, BCS, DC Mall, Top 100 Penuin dll. Banyak rumah makan yang menawarkan wisata kuliner, namun sebagai konsumen kita harus memperhatikan dengan betul apakah sudah mendapatkan sertifikat halal MUI atau belum. seperti Sup Ikan Yong kee dan Golden Prawn,  sepertinya belum mendapatkan sertifikat halal. padahal rumah makan ini termasuk terkenal sering didatangi oleh turis-turis. Cafe-cafe yg ada di batam pun sepertinya tidak jelas, karena beberapa cafe memang sekaligus menjual juga minuman keras. Padahal menurut standart LPPOM MUI warung makan atau cafe yg menjual minuman keras tentunya tidak akan mendapatkan sertifikat halal. apakah Godiva dan warung-warung coffe sejenisnya juga sudah mendapatkan sertifikat halal MUI, mungkin dari pembaca bisa memberikan komentarnya. sebab di batam saat ini sedang trend nongkrong di cafe godiva yang sukses membuka cabang dibeberapa tempat terutama disekitar studio film. Ada banyak RM baru yang menawarkan menu khusus seperti bebek goreng yang notabene berbumbu masakan cina dan ada juga RM seafood yang modern yang sudah masuk ke mall apakah semua ini sudah tidak menggunakan bumbu-bumbu masakan cina seperti angciu.. ? Walllahualam … Mudah-mudahan sebagai konsumen muslim yang peduli tentang kehalalan nutrisi yang masuk ke tubuh kita, kita lebih jeli untuk memilih rumah makan, bukan karena daging hewannya saja yang harus disembelih menurut tata cara agama islam, tapi banyak bahan-bahan tambahan makanan yang juga harus diwaspadai karena sudah tercemar dengan bahan-bahan dari hewan haram.. (akan dibahas dalam tulisan selanjutnya)

Kita menunggu kepedulian dari pemerintah kota batam yang sudah akan mencanangkan batam sebagai Kota wisata kuliner. Kuliner yang halal tentunya ditunggu oleh mayoritas muslim yang mendiami kota pendatang ini. Wisatawan mancanegara pun kalau berkunjung ke kota batam akan merasa aman bila mencari makanan halal di kota ini, karena semua Rumah makan yang menawarkan wisata kuliner sudah ditertibkan oleh pemerintah. Batam jangan sampai lagi terkenal dengan kekhasan nya dan kemudahannya mencari yang haram saja, tetapi sesuai slogan pemerintah menjadikan Batam menjadi bandar dunia madani pun segera terwujud. Amin