Produk halal adalah produk yang memenuhi syarat kehalalan sesuai dengan syari’at Islam yaitu :

a. Tidak mengandung Babi dan bahan yang berasal dari babi.

b. Tidak mengandung khamr dan produk turunannya.

c. Semua bahan asal hewan harus berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syari’at Islam.

d. Tidak mengandung bahan-bahan lain yang diharamkan atau tergolong najis seperti : bangkai, darah, bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, kotoran dan lain sebagainya.

e. Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan dan alat transportasi untuk produk halal tidak boleh digunakan untuk babi atau barang tidak halal lainnya. Jika alat-alat tersebut pernah digunakan untuk babi atau barang tidak halal lainnya dan kemudian akan digunakan untuk produk halal maka alat-alat tersebut terlebih dahulu harus dibersihkan sesuai dengan tata cara yang diatur menurut syari’at Islam. Penggunaan fasilitas produksi untuk produk halal dan tidak halal secara bergantian tidak diperbolehkan.

3. Pemegang Sertifikat halal MUI bertanggung jawab untuk memelihara kehalalan produk yang diproduksinya.

4. Sertifikat halal MUI tidak dapat dipindahtangankan.

5. Sertifikat yang sudah berakhir masa berlakunya, termasuk salinannya tidak boleh dipergunakan lagi untuk maksud apapun.