Bahan-bahan seperti apakah yang perlu diwaspadai jika akan makan di warung yang belum ada sertifikat halal tetapi kebetulan kita sudah berlangganan, karena biasanya kita percaya pemiliknya adalah orang muslim dan kita sudah cukup lama mengenalnya. dan yang jelas kebanyakan rumah makan yang dikelola oleh orang muslim pun belum banyak yg tahu bahan-bahan yang digunakannya sudah halal atau belum. Pergunakan ilmu kritisi dan cerewet kalo mo makan, karena ini urusan akhirat plus urusan dunia jika tempat yg menyediakan makannyapun tidak bersih dan tidak sehat. Namun untuk menjaga kehalalannya supaya urusan akhirat kita tetap terjaga, tempat makan yang bersih dan mewah di dalam restaurant ataupun mallpun kudu di waspadai. dan kalo ragu tinggalin aja, sebab kata ilmu agama kalo yang subhat atau meragukan lebih baik kita tinggalkan. Masih banyak makanan halal dan yang baik-baik yang bisa menyehatkan tubuh kita yang ada di muka bumi ini.

1. Bahan utama

mis daging ayam dan daging sapi, bisa ditanyakan kepada penjual apakah daging yang dibeli, telah dibeli di rumah potong yang sudah mendapatkan sertifikat atau belum. sedangkan utk ayam dan daging import, apakah tertera di bungkusannya label halal dari negara pengimport. Negara importir daging biasanya australia dan brazil. Jika menggunakan bahan ikan biasanya udah jelas kehalalannya, namun jika sudah menjadi makanan semua ikan dan sea food akan bermasalah karena banyak bahan campuran yang ditambahkan. Yang sering tidak diperhatikan adalah biasanya rumah makan sea food sering mencuci ikan dan jenis sea food yang lain dengan alkohol dengan maksud untuk menghilangkan bau amis. Padahal belum tentu setelah dimasak semua alkohol bekas cucian bisa menguap dan tidak tertinggal pada ikan tersebut. pun saat ini banyak restaurant seafood yang masih menggunakan angciu sebagai bumbu pada masakannya padahal jelas angciu itu adalah arak yang haram.

2. Bahan tambahan yang umum

Seperti saus tiram, kecap, tepung bumbu, penyedap, bumbu instan, tepung instan, dll. Biasanya saus tiram yang belum mendapatkan sertifikat halal. di beberapa rumah makan cina ada bahan campuran yang bernama ang ciu, biasanya ang ciu ditambahkan untuk supaya aromanya lebih sedap. Ada juga kecap yang mengalami proses fermentasi yang kadang hasil akhirnya adalah alkohol. Sebab ada 2 jenis kecap yaitu yang pake fermentasi dan tidak, dirumah makan cina biasanya banyak dipakai kecap yang pake fermentasi.

3. Minyak goreng

Minyak goreng atau sayur dipastikan yang sudah bersertifikat halal, jika menggunakan minyak curah ditanyakan kepada distributornya apakah sudah minyak curah tersebut sudah mendapatkan sertifikat halal atau belum. Yang jelas diperhatikan bila menggunakan minyak goreng yang berapa kali pakai juga akan menggangu kesehatan tubuh kita.

4. Tempat Produksi alias dapur

survey pertama biasanya kita akan menilai dapur tersebut bersih atau tidak, sebab jika tidak nilai kehalalannya tidak didukung oleh kethoyibannya atau kebersihannya. dan hal yang paling utama ruang produksi makanan halal tidak dicampur dengan ruang produksi makanan yang tidak halal. plus juga tidak ada hewan haram dan menjijikkan yang keluar masuk ruangan tersebut, mis anjing dan kecoa. sampah dan barang-barang produksi yang mestinya disimpan digudang tidak bercampur dengan ruang produksi. sekaligus alat-alat produksi juga tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan yang menjijikkan, tidak dipakai dan digunakan untuk memasak makanan yang haram/tidak halal.

5. Tidak menjual minuman keras

6. Jarang ruang produksi dengan toilet cukup jauh, pun perhatikan toiletnya bersih dan terjaga baik atau tidak.

Tips-tips ini bisa dikembangkan lebih baik dengan cara yang santun dan pengetahuan yang cukup, terutama jika sudah membaca tulisan-tulisan yang dihadirkan di forum halal serta membuka beberapa taut panduan di blog yang lain. yang jelas jika si penjual warung adalah muslim dan sekaligus mungkin adalah teman kita, alangkah lebih baiknya kita sarankan untuk segera mendaftarkan dan mendapat sertifikat halal, namun jika ada beberapa faktor yg belum memungkinkan, adalah kewajiban kita untuk mengingatkan kehalalan warung makan yang dikelola tersebut, agar mayoritas muslim yang berkunjung terjaga keamanan dunia dan akhiratnya, amin..