Kenapa dalam menu makan kita sehari-hari kita jarang mengkonsumsi sayur dan biji-bijian, kadang buah pun hanya sekali-kali. Biasanya kita hanya mengkonsumsi ikan dan nasi saja. Padahal sayur, buah dan biji-bijian adalah makanan yang berserat.

Salah satu bukti paling jelas manfaat serat adalah pada penanganan konstipasi, sembelit atau sulit buang air besar. Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Akan tetapi jika asupan air rendah, serat justru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan gangguan pada usus besar. Tambahan dua gelas air dan enam gelas air per hari diperlukan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi serat.

Seperti sumber karbohidrat dan protein yang memberikan energi, sesungguhnya sumber serat juga penting untuk dikonsumsi sehari-hari. Serat makanan (Dietary Fiber) merupakan bagian dari karbohidrat kompleks yang banyak terdapat pada dinding sel tanaman. Serat tidak dapat dicerna atau diserap oleh saluran pencernaan manusia, namun memiliki fungsi yg sangat penting untuk menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit generatif.

Serat dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu serat larut air dan serat tidak larut air. Serat tidak larut air contohnya serat kasar yang biasa kita lihat sebagai ampas ketika kita membuat sari buah dengan menggunakan juicer. Serat golongan ini contohnya selulosa, hemiselulosa, atau lignin. Ketiganya tidak larut dalam air dan menjadi ampas saat kita membuat sari buah.

Serat larut air misalnya serat yang bisa kita jumpai di dalam produk-produk suplemen serat yang banyak diiklankan di teve. Saat belum ditambah air, serat ini tampak sebagai bubuk seperti tepung. Tapi begitu diaduk dengan air, “tepung” ini larut dan tak lagi tampak oleh mata. Serat larut air ini contohnya pektin, mucilago, dan gom. Jika dilarutkan ke dalam air, serat-serat ini meyebabkan cairan menjadi kental. Persis seperti larutan suplemen serat yang banyak dijual bebas itu.

”Serat larut dan tidak larut mempunyai manfaat berbeda tetapi keduanya bekerja saling melengkapi. Di dalam lambung, serat yang larut air akan menimbulkan rasa kenyang dan menyebabkan makanan tinggal lebih lama. Sedangkan serat tidak larut air, selain menimbulkan rasa kenyang, juga bermanfaat menjaga kesehatan usus besar, serta mencegah timbulnya tumor dan kanker.

Serat larut terdapat dalam buah seperti apel, wortel, jeruk, pisang, pir, anggur, pepaya, mangga, bit, dan sayur seperti kol, brokoli, jagung, kacang polong, kacang ijo, serta kacang-kacangan pada umumnya.

Sedangkan contoh makanan yang kaya serat tidak larut adalah roti gandum, sereal, buah yang masih ada kulitnya ketika dimakan, seperti apel, pir, kailan, bayam, kentang, tomat, wortel, kembang kol, kacang merah dan jamur.

Manfaat serat pertama diketahui di tahun 1970 an, yaitu untuk mencegah konstipasi atau sembelit. Pada penelitian-penelitian selanjutnya, serat juga diketahui membantu menurunkan kadar kholesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kholesterol baik (HDL) dalam darah. Dengan memperbanyak konsumsi serat dan menurunkan resiko terkena jantung koroner dan stroke.

Selain itu sejumlah penelitian menunjukkan diet rendah lemak dan tinggi serat dapat mengurangi resiko kanker usus besar.

Sumber : Tabloid Nova (januari 2008)