Oktober 2008


  • mau tau.. ?
  • yang jelas sup yongkee belum ada sertifikat halal lho
  • lho kan cuma ikan ?
  • iyah tapi … kenapa sampai sekarang belum ada sertifikat halalnya ? padahal resto kediri di depannya udah ada “
  • trus golden prawn jelas juga gak ada yah.. ??
  • apa masih pake ang ciu atau ….cuci ikannya pake alkohol, trus …makan disitu juga sambil jualan minuman keras … gimana tuh ?
  • kalau solaria gimana ?
  • makan di hotel gimana ?
  • eh sanur restaurant juga belum ternyata ???
  • aduh padahal pegawai OB dan Pemko suka bawa tamunya kesana … gimana dong nih wisata kuliner batam… ?
  • semua warung pujasera dan food court nya juga membingungkan ??
  • makan dimana dong ?
  • Kehalalan Gudeg Jogja

    Daerah Istimewa Yogyakarta, selain terkenal dengan julukan kota pelajar,
    juga menyandang berbagai julukan lain seperti kota seni dan budaya, kota
    revolusi, kota sepeda, kota batik, juga sebagai kotak gudeg serta
    julukan lain yang merupakan cerminan dari hal-hal yang menonjol dari
    daerah tersebut. Dan itu tidak hanya populer di dalam negeri, tapi juga
    di manca negara.

    Akan halnya gudeg, lauk pauk ini merupakan ciri khas kota tersebut.Bagi
    masyarakat Yogya sendiri,gudeg merupakan lauk pauk sehari-hari yang
    sulit ditinggalkan bersama nasi dan bubur.Sebenarnya dilihat dari
    bahan-bahan pembuatnya, gudeg nampaknya halal-halal saja.Bahan pokoknya
    adalah nangka muda (orang Yogya menyebutnya ghori) yang direbus hingga
    lunak, lalu diberi santan dan bumbu dapur tertentu ditambah daun
    melinjo.

    Tetapi,pengalaman saya membuktikan bahwa gudeg bisa dikategorikan jenis
    makanan syubhat, bahkan haram.Saya berkenalan dengan lauk pauk yang
    rasanya manis ini, antara tahun 1981-1987 ketika saya berkuliah di salah
    satu perguruan tinggi negeri di kota tersebut.Waktu itu saya kost hanya
    dengan menyewa kamar dan makan di luar.Selama itu hampir tiap pagi saya
    sarapan nasi gudeg.Selain manis,juga gurih,dan tentu saja murah.
    Bahkan kalau pulang kampung,saya dan teman-teman kadang membawa
    oleh-oleh gudeg yang sudah dibuat tahan lama.

    Selama beberapa tahun,saya menikmati gudeg tanpa ada rasa curiga atau
    berprasangka buruk tentang kehalalannya. Namun,pada suatu hari,ketika
    sedang membeli di warung langganan saya,saya melihat di tempayan (tempat
    gudeg diolah),ada kepala dan leher seekor ayam yang masih utuh (tidak
    ada bekas sembelihan). Lalu saya tanya kepada si penjual gudeg,apakah
    ayamnya tidak disembelih?

    Dengan ringan si penjual menjawab bahwa sudah bisa bagi penjual/bakul
    gudeg bahwa setiap ayam yang dimasak untuk gudeg,ayam tersebut tidak
    disembelih,tetapi ditusuk dengan besi di bagian lehernya.Sedang darah
    yang keluar ditampung dan nantinya dicampur dengan santan untuk dicampur
    dengan gudeg itu.Dan justru darah inilah yang memberi rasa gurih dan
    meberi warna kecoklat-coklatan. Masya Allah.

    Saya benar-benar terkejut,dan gudeg yang saya beli pagi itupun segera
    saya tinggalkan.Saya berusaha mencari informasi di tempat-tempat lain
    tentang bahan-bahan dan cara pembuatannya. Ternyata hampir semua jawaban
    sama,yaitu: ayamnya tidak disembelih,tapi ditusuk,darah ayam
    ditampung,lalu dimasukkan ke dalam gudegnya.

    Pertanyaan kita,apakah semua penjual/pembuat gudeg melakukan hal yang
    serupa?

    Wallaahua’lam. Dalam masalah ini sebagai konsumen Muslim, yang
    diperlukan tentu saja sikap jujur si penjual gudeg.Apakah ayamnya telah
    disembelih secara Islami dan otomatis darahnya tidak dicampurkan. Kita
    memang perlu bersikap hati-hati.Jangan karena gudeg yang sudah
    merakyat,lalu kita seenaknya saja mengikuti selera orang
    kebanyakan,padahal Al-Qur’an jelas-jelas
    melarangnya:

    Allah mengharamkan atas kamu (makan) bangkai,darah, daging babi,dan apa
    yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah (QS Al-An’am: 145) .

    Source http://www.myquran. org

    DAFTAR AYAM & DAGING YANG DI SAHKAN LP POM MUI
    Negara Asal
    Nama Perusahaan Jenis Produk




    AUSTRALIA 1 The Australian Federation Of Islamic Council Inc a. Meat


    (AFIC) b. Chicken



    c. Processed Food





    2 Supreme Islamic Council Of Halal In Australia Inc a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    3 The Islamic Coordinating Council Of Victoria ( ICCV ) a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    4 Islamic Co-ordinating Council Of Australia Inc a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    5 Halal Sadiq Services a. Meat





    6 Adelaide Mosque Islamic Society Of Australia a. Meat





    7 Islamic Association Of Katanning a. Meat





    8 Perth Mosque Inc a. Meat





    9 Australia Halal Food Services a. Meat





    10 Halal Certification Authority Australia a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    11 The Islamic Council Of Western Australia a. Meat








    NEW ZEALAND 1 The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand a. Meat



    b. Chicken





    2 New Zealand Islamic Meat Management/New Zealand a. Meat


    Islamic Processed Food Management b. Chicken



    c. Processed Food





    3 Halal Food Authority Of New Zealand a. Meat



    b. Chicken








    AMERIKA 1 Islamic Food and Nutrition Council Of Amerika (IFANCA) a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    2 Halal Food Council S.E.A a. Chicken



    b. Processed Food





    3 International Institute Of Islamic Thought c/q Marjac a. Chicken


    Abbatoir





    4 Islamic Services Of Omaha (Halal Transaction) a. Meat



    b. Chicken





    5 Islamic Services Of Amerika ( ISA ) a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    6 Muslim Consumer Group For Food Products a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    7 Islamic Information Centre Of Amerika a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    8 American Halal Foundation (AHF) a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    EUROPE 1 Halal Food and Feed Inspection Authorit a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food





    2 Controle Office Of Halal Slaughtering a. Meat



    b. Chicken





    3 Total Quality Halal Correct Certification a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    BELGIUM 1 Islamic Food Council Of Europe a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    IRLANDIA 1 Bray Islamic Society a. Meat





    2 Muslim Society Of Dublin a. Meat





    3 Islamic Culture Centre Of Ireland a. Meat





    4 Waterford Islamic Centre a. Meat








    PERANCIS 1 Institute Musulman De La Mosquee de Paris a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    SLOVENIA 1 Halal Certification Authority Europe a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    GERMANY 1 Halal Control e. K a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    AFRICA 1 South Africa a. Meat


    South African Nasional Halal Authority (SANHA) b. Chicken



    c. Processed Food








    ASIA 1 Singapore a. Meat


    Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) b. Chicken



    c. Processed Food









    2 Malaysia a. Meat


    Islamic Research – Jabatan Kemajuan Islam Malaysia b. Chicken



    c. Processed Food





    3 Thailand a. Meat


    The Central Islamic Committee Of Thailand b. Chicken



    c. Processed Food








    PHILIPPINES 1 Islamic Da’wah Council Of The Philippines a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food








    JAPAN 1 Japan Muslim Association a. Meat



    b. Chicken



    c. Processed Food




    Daftar Rumah Potong Hewan yang telah mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI Pusat dan LPPOM MUI Daerah

    Jenis hewan/daging- Nomor sertifikat-Masa berlaku sertifikat -Pemberi sertifikat- Nama Produsen/Perusahaan

    Ayam broiler pedaging 1469042001 11-04-2003 LPPOM MUI Pusat PT Multiarsa Anekaguna
    Ayam Potong 0005180699 27-08-2003 LPPOM MUI Pusat PT Sinar Sunindo
    Ayam potong 1505052001 10-05-2003 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Waluyo
    Ayam potong 1249052000 17-05-2004 LPPOM MUI Pusat UD Welasi
    Chicken meats (daging ayam) 0007820398 12-03-2004 LPPOM MUI Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia
    Suri chicken 0009770399 11-04-2003 LPPOM MUI Pusat PT Ciomas Adisatwa
    Ayam potong 1571062001 12-06-2003 LPPOM MUI Pusat PT Nusapangan Suryabuana
    Ayam 2246102002 04-10-2004 LPPOM MUI Pusat CV Barokah Jaya
    Ayam broiler 0006991297 21-05-2004 LPPOM MUI Pusat PD Kartika Eka Dharma
    Ayam potong 1816112001 23-11-2003 LPPOM MUI Pusat Dwisata
    Ayam potong dan Cakung Meat 1591062001 24-06-2003 LPPOM MUI Pusat PD Dharma Jaya
    Daging sapi 2199092002 06-09-2004 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Visi Asli Indonesia
    Daging sapi dan domba 1576062001 12-06-2003 LPPOM MUI Pusat PT Afi Eka Jaya
    Sapi potong 1351092000 25-09-2004 LPPOM MUI Pusat PT Djawi Jaya Lestari
    Tippindo beef 0000550699 05-10-2003 LPPOM MUI Pusat PT Tipperary Indonesia
    Ayam potong 0000210898 14-06-2004 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Sierad Produce
    Ayam 2066062002 07-06-2004 LPPOM MUI Pusat Agronnur Industry Kopontren Annur
    Sapi: santori, Suri beef 0008390698 05-07-2004 LPPOM MUI Pusat PT Santosa Agrindo
    Sapi: Kibif 2118072002 19-07-2004 LPPOM MUI Pusat PT Bina Mentari Tunggal (PT Prasanja Abadi)
    Sapi potong 2093062002 21-06-2004 LPPOM MUI Pusat Rumah Potong Hewan Warga Baru
    Ayam 5122510802 06-05-2004 LPPOM MUI Jatim CV Adikarya Citra Cemerlang
    Ayam 522500899 09-11-2003 LPPOM MUI Jatim UD Rezeki Jaya
    Ayam: suri chicken 522301900 30-05-2004 LPPOM MUI Jatim PT Ciomas Adisatwa
    Ayam broiler 522502700 15-11-2004 LPPOM MUI Jatim Milanda Broiler
    Sapi 512503801 23-03-2003 LPPOM MUI Jatim Palmagro Danamitra
    Sapi: surya beef 512503901 20-04-2003 LPPOM MUI Jatim PT Abattoir Surya Jaya
    Ayam 522504901 14-04-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Hasil
    Ayam 522505001 09-05-2003 LPPOM MUI Jatim UD Murni Broiler
    Ayam 522505601 22-06-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Lumintu
    Ayam 522500199 22-06-2003 LPPOM MUI Jatim PT. Koko Timbul Trad. Coy.
    Ayam 521306301 20-07-2003 LPPOM MUI Jatim Muallim Broiler
    Ayam: Mediantara broiler 522506501 06-08-2003 LPPOM MUI Jatim CV. Mediantara
    Daging ayam 808 522506601 06-08-2003 LPPOM MUI Jatim PT. Wonokoyo Jayacorp
    Kambing 512307401 31-08-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Jaya Madura
    Ayam 522307501 31-08-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Jaya Madura
    Ayam karkas 522307601 28-09-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Sumber Pangan
    Ayam 522507701 28-09-2003 LPPOM MUI Jatim UD Wira Abadi
    Ayam 520707801 29-10-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Adib
    Sapi 512300299 09-11-2003 LPPOM MUI Jatim UD Segar Abadi Utama
    Ayam: florana 5121308702 22-01-2004 LPPOM MUI Jatim Florana Indonesia
    Ayam 5123008902 04-03-2004 LPPOM MUI Jatim Jatinom Indah Chicken Processing
    Karkas ayam potong 5121809602 13-03-2004 LPPOM MUI Jatim Nurkholis Yasin
    Ayam 5122309802 13-03-2004 LPPOM MUI Jatim UD Salsa Broiler
    Kambing dan Sapi (lokal) 5112513202 07-11-2004 LPPOM MUI Jatim Supplier Daging Ida
    Ayam potong MUI-SU005072001 10-07-2003 LPPOM MUI Medan UD. Indah Jaya
    Ayam potong MUI-SU-009092001 18-09-2003 LPPOM MUI Medan PT. Laris Mutiakara
    Ayam potong 730100090201 16-02-2003 LPPOM MUI Ujung Pandang Kelompok Remaja Masjid An Nur
    Ayam potong 730100050900 02-09-2002 LPPOM MUI Ujung Pandang UD. Prima Mit
    Ayam potong 0001211096 Data tidak tersedia LPPOM MUI Lampung Prapto Sujono
    Ayam potong 0008090399 LPPOM MUI Lampung Tini Chicken
    Ayam potong 0012160399 LPPOM MUI Lampung Sri Rejeki
    Ayam potong 0020020500 LPPOM MUI Lampung Koperasi Senkakola SS
    Ayam potong 1010401402 10-08-2002 LPPOM MUI Riau Usaha Susanto
    Ayam potong 1010401502 10-08-2002 LPPOM MUI Riau Citra Duta Andalas CV
    Ayam potong 1010401903 27-01-2005 LPPOM MUI Riau TPA Mayzar
    Daging sapi segar MUI-JB100032 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Sari Mutiara
    Sapi MUI-JB400034 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Gemilang Jaya
    Ayam MUI-JB400035 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Sumber Hurip
    Daging MUI-JB400036 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA Al Rasyim Bangun Citra
    Sapi MUI-JB400033 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Dessy
    Ayam MUI-JB400037 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Tanjung Mulya
    Ayam MUI-JB400038 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Sri Melati
    Ayam MUI-JB400039 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Putri Gunung
    Ayam MUI-JB400042 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PT Jabal Nur
    Daging MUI-JB100052 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PT Madusari Nusa Perdana
    Ayam MUI-JB Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Mekar Jaya
    Ayam MUI-JB400046 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Sarana Graphika
    Ayam MUI-JB400047 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Putra Persada
    Ayam MUI-JB400048 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Gunung Harsuco Jaya

    Sumber Jurnal Halal

    Maaf lahir batin yah.. mulai dari nol lagi yuk…

    Ramadhan beranjak pergi, syawal datang menghampiri, mulai kita makan siang kembali.  Kembali ke fitrah ataw mulai dari nol lagi, baik lahir maupun batin. Sejenak kita ingatkan arti & makna puasa yaitu mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama lebih kurang 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat beristirahat selama 14 jam.

    Namun alangkah berat tugas saluran pencernaan kita setelah diistirahatkan sebulan penuh kemudian secara tiba-tiba hari pertama idulfitri langsung mengkonsumsi ketupat yang merupakan makanan padat (nasi dipadatkan), mengkonsumsi makanan bersantan, daging rendang , kue-kue yg manis serta minuman bersoda.

    Budaya menghadirkan hidangan lebaran dengan ketupat adalah tradisi nenek moyang, dengan segala macam makna dan artinya. selengkapnya baca di …

    http://www.kapanlagi.com/a/0000005794

    Makna idul fitri kembali ke fitrah, dengan konsep dan banyak tayangan iklan yang mengatakan kembali ke nol atau kita seperti layaknya sehelai kertas yang putih bersih tak ada coretan sama sekali, jadi tak sama dengan perlakuan kita memperlakukan tubuh kita, terutama isi perut. Pencernaan kita mulai digenjot untuk mencerna makanan-makanan yang berat, selain banyak lemak dan banyak kalori, konsumsi air putih nya pun kadang tidak sempat masuk karena minuman bersoda dan minuman manis banyak disajikan. Alhasil hari ke tiga lebaran rumah sakit sudah banyak yg mengantri lagi. Apalagi liburan masih cukup panjang sehingga banyak yang masih bersilaturahmi keliling ke tempat handai taulan dan mencoba mengkonsumsi segala macam makanan beraneka rupa, memanfaatkan aji mumpung lebaran dan menikmati sajian dari tuan rumah yang memang kadang hanya setahun sekali masak dan open house.

    Lalu makna idul fitri kembali ke “fitrah”adalah dalam artian kita kembali ke pola konsumsi makanan sebelum puasa ramadhan. Apalagi bagi orang-orang yang hanya mengikuti saja ritual tahunan berpuasa, lebaran merupakan hari kemenangan dan kebebasan untuk “makan kembali” sepuas-puasnya dan sekenyang-kenyangnya. Dan bagi sebagian kaum muda (ditemukan dibeberapa rumah tangga di batam) sah-sah saja menghadirkan minuman kaleng beralkohol di hari raya.

    Lalu bagaimana makna fitrah yang sebenarnya ?

    menahan diri dari tidak makan dan minum disiang hari selama satu bulan puasa, merupakan ajang latihan bagi diri kita untuk menempuh perjalanan pada bulan-bulan selanjutnya. Dalam artian menjaga tubuh/jasmani/lahiriah  kita supaya tetap sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan yang berlebihan maupun makanan makanan yang haram, namun juga secara batiniah latihan diri dalam menempuh cobaan dan godaan selama bulan-bulan berikutnya, menjaga keimanan kita, agar tetap sama dengan masa2 bulan ramadhan, tetap melakukan ibadah wajib dan fardu serta memperbanyak amalan sunah.

    Seperti apa pelaksanaan kembali ke fitrah ? .. baca di …

    http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/13/kembali-ke-fitrah-kembali-ke-syariah

    Sungguh alangkah indahnya Puasa Ramadhan, karena pada pelaksanaannya Allah telah benar-benar dengan sempurna membuat puasa benar-benar bermanfaat baik lahir maupun batin bagi yang betul-betul menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.

    Berikut tips-tips pola makan yang semestinya setelah puasa sebulah penuh :

    1. Hindari Santan

    Kebanyakan masakan lebaran banyak mengunakan santan seperti opor ayam, gulai ayam dan rendang daging. Santan banyak digunakan agar makanan terasa menjadi gurih. Bila ingin menikmati hidangan yang mengandung santan,  Jangan mengambil makanan yang ukurannya terlalu besar, apalagi sampai mengambil lebih dari 1 potong

    2.Pada hari kedua lebaran puasa kembali hari Kedua atau mulailah berpuasa sunah di bulan syawal.

    3.Minum Air Putih Sebanyak-banyaknya

    Tidak disarankan untuk minum-minuman yang manis (syrup) apalagi minuman berkarbonasi/minuman bersoda. Meskipun setiap rumah biasanya selalu menghidangkan minuman soda setiap kali lebaran.

    4.Ambil Satu Jenis saja dari berbagai macam hidangan/kue yang disajikan. Jangan sampai tergoda untuk mencicipi semua hidangan dan jangan sungkan untuk menolak permintaan tuan rumah untuk mencicipi semua hidangan.

    5.Konsumsi Buah dan Sayur

    merupakan hal yang utama untuk mengimbangi hidangan lebaran yang terdiri dari ketupat yang padat, makanan bersantan dan kue-kue yang manis.

    Kembali ke fitrah dan kembali tetap mengkonsumsi pola makan yang sehat seperti halnya selama berpuasa. Tulisan ini mungkin sedikit terlambat, namun bulan syawal masih ada beberapa hari lagi, sekedar mengingatkan kembali kepada kita semua, jangan berhenti beribadah dan mengkonsumsi makanan yang sehat, jangan hanya di bulan ramadhan saja menahan diri untuk tidak meminum dan memakan makanan yang berlebihan, haram, serta makanan yang bukan haknya untuk kita konsumsi, tetapi ramadhan jadi latihan untuk tetap “berpuasa” pada 11 bulan berikutnya.

    Negara-negara internasional telah mengakui bahwa sistem sertifikasi halal yang dimiliki oleh Lembaga Pengkajian Pangan obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI terbaik di dunia. Selain pelaku bisnis yang mengakui, para ulama internasional seperti Imam Besar di Sanghai-Cina sangat salut dengan sistem sertifikasi halal Indonesia. Maka dalam standarisasi produk halal, Cina merujuk pada Indonesia.

    Direktur Eksekutif LPPOM-MUI, Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, Mec, PhD, menjelaskan, kualitas sertifikasi produk halal di Indonesia sangat berbeda dengan negara lainnya. Sertifikasi produk halal dikeluarkan oleh lembaga independen, kemudian di back up oleh ulama dengan adanya komisi fatwa MUI dan para auditor yang terdiri dari para profesor, dokter dan master dari berbagai universitas. Jadi, kami memang beda.

    Lantas seperti apakah sistem sertifikasi produk halal di Indonesia itu, Agus Yuliawan dari pkesinteraktif.com, mewawancarai, Direktur Eksekutif LPPOM-MUI, Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, Mec, PhD, saat acara Halal Exhibition di Balai Kartini Jakarta kemarin. Berikut komentarnya:

    Hingga saat ini sudah berapa banyak perusahaan produk halal di dunia yang mendapatkan sertifikasi halal?

    Untuk saat ini, kami telah melakukan sertifikasi 2800 perusahaan produk halal untuk nasional dan Internasional, untuk perusahaan luar negeri sudah 51% telah tersertifikasi. Mereka adalah perusahaan Cina dimana 80 perusahaan di Cina telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Kedepan akan banyak lagi perusahaan Cina yang akan mengajukan sertifikasi, karena mereka merespon positif adanya produk halal tersebut. Dengan adanya Cina sebagai kekuatan baru dalam produk halal akan menjadikan trend perdagangan produk halal akan semakin mengglobal. Kita harus tahu Cina merupakan raksasa besar ekonomi yang lagi bangun tidur dan ingin sejajar dengan negara-negara maju. Realitas ini, kami buktikan dengan beberapa waktu yang lalu saya diundang oleh Imam Besar dari Sanghai Cina untuk menjelaskan tentang sistem sertifikasi halal yang ada di Cina.

    Bagaimana pandangan ulama Cina terhadap sertifikasi halal di Indonesia?

    Mereka menilai sistem sertifikasi halal di Indonesia yang terbaik karena masuk akal, maka mereka meminta untuk meneruskan sistem sertifikasi itu.

    Apa yang menjadikan kekuatan sistem sertifikasi halal Indonesia dibandingkan dengan negara lain?

    Dalam sistem sertifikasi produk halal di Indonesia, setelah perusahaan mendapatkan sertifikasi halal, perusahaan bersangkutan harus menunjuk internal auditor, halal solusi dan Standard Operating Procedure (SOP) yang menunjukkan bahwa mereka memiliki komitmen tentang produk halal. Maka itu, perusahaan produk halal harus memiliki komitmen selama 2 tahun untuk menjaga kehalalan produk yang di produksi. Itulah yang disebut dengan halal dalam sistem.

    Maksudnya?

    Kami ingin semua perusahaan yang mendapatkan sertifikasi produk halal memiliki sistem halal. Jangan sampai kami mengeluarkan sertifikasi halal, mereka seenak sendiri. Dalam LPPOM-MUI sudah ada sistem yaitu dengan menerima hasil laporan perusahaan halal tiap bulannya dan kami bisa melakukan sidak setiap saat. Tapi alangkah baiknya adanya asosiasi produk halal dengan LPPOM melakukan sinergi. Waktu diacara kemarin sudah ada 10 lembaga sertifikasi halal dunia yang terdiri dari 8 lembaga dari Amerika dan 2 lembaga Eropa belajar dengan kami.

    Sebenarnya apa keinginan MUI membuat sistem halal yang begitu lengkap itu?

    Kami ingin mengintegrasikan halal sistem tersebut dengan standarisasi ISO dan standarisasi lainya. Perlu diketahui Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki standarisasi sistem seperti itu.

    Kualitas dalam sistem halal MUI itu dimana?

    Ada dua, pertama kita di back up oleh ulama dengan adanya komisi fatwa MUI. Kedua, para auditor yang terdiri dari profesor, doktor dan master dari berbagai universitas. Jadi kita memang beda. Sedangkan lembaga sertifikasi negara lain adalah lembaga swasta, perusahaan hanya memiliki auditor satu atau dua orang saja dan tidak memiliki lembaga ulama. Di dunia ada dua negara yang melakukan sertifikasi halal oleh negara, yaitu Malaysia dan Brunei. Sedangkan di Indonesia pemerintah tidak terlibat.

    Berarti jika dibandingkan dengan negara lain, LPPOM-MUI merupakan lembaga Independen?

    Iya. LPPOM-MUI merupakan lembaga independent dan tak bisa diintervensi oleh pemerintah dan politik mengenai yang halal jadi haram dan sebaliknya. Kami di LPPOM-MUI tidak mau diintervensi dan kami sangat bebas.

    Apa manfaat posisi Independensi tersebut?

    Dengan adanya independensi tersebut, LPPOM-MUI selalu menjadi leader dari lembaga sertifikasi lainya. Perlu Anda ketahui bahwa negara-negara lain selalu memantau tentang bagaimana perkembangan dari fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.

    Apa keinginan dari MUI dalam mengkampanyekan produk halal ini?

    Saya sangat percaya dalam halal produk ini sudah ada 60 ribu produk-produk perusahaan yang telah tersertifikasi. Maka, saya rasa di dunia ini kita bisa meng-create halal trade di Indonesia. Maka kami dari MUI memimpikan berdirinya halal supermarket di Indonesia. Jika belum, kami berharap agar supermarket saat ini memiliki stand khusus untuk produk halal. Sehingga produk halal semakin jelas dan tidak tercampur dengan produk haram.

    Apakah hal ini sudah dikomunikasikan dengan Departemen lain khususnya Departemen Perdagangan?

    Saya terlalu capek mengkomunikasikan ini. Saya selalu berbicara pada Departemen Perdagangan untuk mengerti tentang masalah ini. Menteri dan para Dirjen belum pada paham soal tentang produk halal ini. Mereka selalu mengkonotasikan soal halal adalah soal agama. Padahal tidak. Halal merupalan trend global. Halal bukan bicara agama Islam tapi sebuah trend global.

    Lantas apa harapan Anda kedepan dengan adanya produk halal ini?

    Perlu diketahui bahwa adanya produk halal ini merupakan fenomena global yang tak bisa kita pungkiri dan produk halal bisa dijadikan komoditas untuk menarik para investor Timur Tengah dan lainnya untuk masuk dalam investasi yang halal. Maka itu dalam memperkuat posisi investasi tersebut diperlukan instrumen berupa lembaga keuangan Islam sebagai pengelola dana investasi itu. Maka harapan kami kedepan adalah bagaimana membangun image antara Islamic Finance dan halal trade baik skala nasional maupun internasional.

    Sumber: http://www.pkesinteraktif.com

    Untuk memaksimalkan jalannya Olimpiade yang lalu, China membuka rumah makan dan warung berlabel “Halal”. Langkah ini diambil guna memberikan pelayanan yang nyaman bagi para tamu dan peserta dari negara-negara Muslim.

    “Kami telah menganggarkan uang belanja sebanyak 4,7 juta dollar untuk membangun sekitar 2000 rumah makan dan warung berlabel ‘Halal’ di sekitar arena olimpiade,” demikian ungkap Wo Xing, wakil walikota Peking.

    Dalam perhelatan olah raga sedunia tersebut, diperkirakan lebih dari 10.000 atlet dan tamu dari negara-negara Muslim akan datang ke China. Terkait dibukanya 2000 rumah makan dan warung “Halal” itu, panitia Olimpiade China melakukan kerjasama sungguh-sungguh dengan masyarakat Muslim China.

    “Kami telah berhubungan dengan dewan Syari’ah Muslim Peking untuk dapat bekerjasama menjayakan acara ini, utamanya penyembelihan hewan, pembagian daging, hingga cara memasak dan menyajikan.”

    “Kami harap, umat Muslim yang mengunjungi Olimpiade di negeri kami ini dapat dengan mudah menemukan rumah makan dan warung yang nyaman dan halal bagi mereka.”

    Selain membuka rumah makan dan warung “halal”, pemerintah China juga melatih dan memberikan pembekalan kepada fihak keamanan olimpiade, agar dapat berinteraksi dengan baik dengan sesama umat beragama, dengan tidak menyinggung jati diri dan perasaan mereka.

    Saat ini, di China terdapat sekitar 60 juta jiwa penduduk Muslim, dari total jumlah penduduk sebanyak 1300 juta jiwa.

    Sumber: www.hidayatullah.com

    Laman Berikutnya »