Untuk memaksimalkan jalannya Olimpiade yang lalu, China membuka rumah makan dan warung berlabel “Halal”. Langkah ini diambil guna memberikan pelayanan yang nyaman bagi para tamu dan peserta dari negara-negara Muslim.

“Kami telah menganggarkan uang belanja sebanyak 4,7 juta dollar untuk membangun sekitar 2000 rumah makan dan warung berlabel ‘Halal’ di sekitar arena olimpiade,” demikian ungkap Wo Xing, wakil walikota Peking.

Dalam perhelatan olah raga sedunia tersebut, diperkirakan lebih dari 10.000 atlet dan tamu dari negara-negara Muslim akan datang ke China. Terkait dibukanya 2000 rumah makan dan warung “Halal” itu, panitia Olimpiade China melakukan kerjasama sungguh-sungguh dengan masyarakat Muslim China.

“Kami telah berhubungan dengan dewan Syari’ah Muslim Peking untuk dapat bekerjasama menjayakan acara ini, utamanya penyembelihan hewan, pembagian daging, hingga cara memasak dan menyajikan.”

“Kami harap, umat Muslim yang mengunjungi Olimpiade di negeri kami ini dapat dengan mudah menemukan rumah makan dan warung yang nyaman dan halal bagi mereka.”

Selain membuka rumah makan dan warung “halal”, pemerintah China juga melatih dan memberikan pembekalan kepada fihak keamanan olimpiade, agar dapat berinteraksi dengan baik dengan sesama umat beragama, dengan tidak menyinggung jati diri dan perasaan mereka.

Saat ini, di China terdapat sekitar 60 juta jiwa penduduk Muslim, dari total jumlah penduduk sebanyak 1300 juta jiwa.

Sumber: www.hidayatullah.com