Maaf lahir batin yah.. mulai dari nol lagi yuk…

Ramadhan beranjak pergi, syawal datang menghampiri, mulai kita makan siang kembali.  Kembali ke fitrah ataw mulai dari nol lagi, baik lahir maupun batin. Sejenak kita ingatkan arti & makna puasa yaitu mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama lebih kurang 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat beristirahat selama 14 jam.

Namun alangkah berat tugas saluran pencernaan kita setelah diistirahatkan sebulan penuh kemudian secara tiba-tiba hari pertama idulfitri langsung mengkonsumsi ketupat yang merupakan makanan padat (nasi dipadatkan), mengkonsumsi makanan bersantan, daging rendang , kue-kue yg manis serta minuman bersoda.

Budaya menghadirkan hidangan lebaran dengan ketupat adalah tradisi nenek moyang, dengan segala macam makna dan artinya. selengkapnya baca di …

http://www.kapanlagi.com/a/0000005794

Makna idul fitri kembali ke fitrah, dengan konsep dan banyak tayangan iklan yang mengatakan kembali ke nol atau kita seperti layaknya sehelai kertas yang putih bersih tak ada coretan sama sekali, jadi tak sama dengan perlakuan kita memperlakukan tubuh kita, terutama isi perut. Pencernaan kita mulai digenjot untuk mencerna makanan-makanan yang berat, selain banyak lemak dan banyak kalori, konsumsi air putih nya pun kadang tidak sempat masuk karena minuman bersoda dan minuman manis banyak disajikan. Alhasil hari ke tiga lebaran rumah sakit sudah banyak yg mengantri lagi. Apalagi liburan masih cukup panjang sehingga banyak yang masih bersilaturahmi keliling ke tempat handai taulan dan mencoba mengkonsumsi segala macam makanan beraneka rupa, memanfaatkan aji mumpung lebaran dan menikmati sajian dari tuan rumah yang memang kadang hanya setahun sekali masak dan open house.

Lalu makna idul fitri kembali ke “fitrah”adalah dalam artian kita kembali ke pola konsumsi makanan sebelum puasa ramadhan. Apalagi bagi orang-orang yang hanya mengikuti saja ritual tahunan berpuasa, lebaran merupakan hari kemenangan dan kebebasan untuk “makan kembali” sepuas-puasnya dan sekenyang-kenyangnya. Dan bagi sebagian kaum muda (ditemukan dibeberapa rumah tangga di batam) sah-sah saja menghadirkan minuman kaleng beralkohol di hari raya.

Lalu bagaimana makna fitrah yang sebenarnya ?

menahan diri dari tidak makan dan minum disiang hari selama satu bulan puasa, merupakan ajang latihan bagi diri kita untuk menempuh perjalanan pada bulan-bulan selanjutnya. Dalam artian menjaga tubuh/jasmani/lahiriah  kita supaya tetap sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan yang berlebihan maupun makanan makanan yang haram, namun juga secara batiniah latihan diri dalam menempuh cobaan dan godaan selama bulan-bulan berikutnya, menjaga keimanan kita, agar tetap sama dengan masa2 bulan ramadhan, tetap melakukan ibadah wajib dan fardu serta memperbanyak amalan sunah.

Seperti apa pelaksanaan kembali ke fitrah ? .. baca di …

http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/13/kembali-ke-fitrah-kembali-ke-syariah

Sungguh alangkah indahnya Puasa Ramadhan, karena pada pelaksanaannya Allah telah benar-benar dengan sempurna membuat puasa benar-benar bermanfaat baik lahir maupun batin bagi yang betul-betul menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.

Berikut tips-tips pola makan yang semestinya setelah puasa sebulah penuh :

1. Hindari Santan

Kebanyakan masakan lebaran banyak mengunakan santan seperti opor ayam, gulai ayam dan rendang daging. Santan banyak digunakan agar makanan terasa menjadi gurih. Bila ingin menikmati hidangan yang mengandung santan,  Jangan mengambil makanan yang ukurannya terlalu besar, apalagi sampai mengambil lebih dari 1 potong

2.Pada hari kedua lebaran puasa kembali hari Kedua atau mulailah berpuasa sunah di bulan syawal.

3.Minum Air Putih Sebanyak-banyaknya

Tidak disarankan untuk minum-minuman yang manis (syrup) apalagi minuman berkarbonasi/minuman bersoda. Meskipun setiap rumah biasanya selalu menghidangkan minuman soda setiap kali lebaran.

4.Ambil Satu Jenis saja dari berbagai macam hidangan/kue yang disajikan. Jangan sampai tergoda untuk mencicipi semua hidangan dan jangan sungkan untuk menolak permintaan tuan rumah untuk mencicipi semua hidangan.

5.Konsumsi Buah dan Sayur

merupakan hal yang utama untuk mengimbangi hidangan lebaran yang terdiri dari ketupat yang padat, makanan bersantan dan kue-kue yang manis.

Kembali ke fitrah dan kembali tetap mengkonsumsi pola makan yang sehat seperti halnya selama berpuasa. Tulisan ini mungkin sedikit terlambat, namun bulan syawal masih ada beberapa hari lagi, sekedar mengingatkan kembali kepada kita semua, jangan berhenti beribadah dan mengkonsumsi makanan yang sehat, jangan hanya di bulan ramadhan saja menahan diri untuk tidak meminum dan memakan makanan yang berlebihan, haram, serta makanan yang bukan haknya untuk kita konsumsi, tetapi ramadhan jadi latihan untuk tetap “berpuasa” pada 11 bulan berikutnya.