Januari 2009


Batam betul betul ingin mendongkrak pariwisata nya dengan menjual kuliner nusantara kepada setiap turis mancanegara. Terutama turis singapura dan malaysia. Namun sudah siapkah batam menghadapi pertanyaan dari para turis muslim mengenai kehalalan makanan nusantara yang disajikan tersebut ?

http://batampos.co.id/metropolis/metropolis/angkat_pamor_masakan_nusantara/

Atau karena mayoritas masakan yang disajikan di batam adalah masakan daerah dari suku tertentu yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, jadi mungkin tidak perlu diragukan kehalalannya ? Mungkinkah jika pemiliknya adalah seorang Haji, akan menggunakan bahan yang tidak halal dalam masakannya ? Cukupkah kepercayaan kita berdasarkan hal-hal yang demikian ?. Sementara mayoritas turis terutama yang sering datang dari malaysia sering mempertanyakan status kehalalan rumah makan yang ada di batam. Sangat sulit memilih rumah makan halal di sebuah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, dan sangat mudah sekali mencari rumah makan halal di negara singapura karena pengaturan rumah makan disana sudah dengan jelas memisahkan dan menghormati hak-hak penduduk muslimnya.

Tapi kalau dinas pariwisata batam sudah memperhatikan hal tersebut, mungkin sudah tidak ada kendala lagi bagi batam untuk mendongkrak pariwisata nya dengan menjual wisata kuliner. jadi tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati coto makassar, soto medan, nasi rawon, sate madura atau masakan bebek bali karena semuanya sekarang sudah ada di batam. Sudah terjaga kehalalan dan kebersihannya.  Mudah-mudahan pesta masakan nusantara ini tidak hanya pesta “satu malam” saja di hotel berbintang (meskipun hotelnya pun belum mempunyai restaurant yang bersertifikat halal) namun juga sekaligus menarik minat turis tersebut untuk datang “setiap saat” ke batam, sehingga bisnis restaurant/rumah makan di batam pun ikut terdongkrak.

Pilihan makan tidak hanya didominasi oleh turis non muslim dari negara singapura yang datang tiap-tiap akhir pekan, ke food court food court atau warung -warung tenda yang memang bebas menjual minuman beralkohol ataupun kedai kedai kopi di daerah nagoya yang banyak menawarkan makanan ala chinese. Namun wisata kuliner yang dijual pun memberikan hak yang sama, bagi turis muslim yang  ingin menikmati makanan nusantara, tidak dicampur dengan hingar bingar musik karaoke dan bau minuman keras beralkohol.

Bagi turis non muslim tidak ada halangan untuk menikmati masakan apa saja kan ? tapi bagi umat muslim baik turis muslim maupun masyarakat setempat, tentunya perlu mendapatkan hak pelayanan yang baik dari pemerintah untuk mendapatkan kenyamanan tersebut. Artinya sebagai muslim yang baik dan kafah tentunya “tidak akan datang” ke sebuah rumah makan yang masih belum jelas status kehalalannya.

jadi apa kelanjutannya dari pesta masakan nusantara yang sudah diadakan waktu itu ? …kita tunggu …

Iklan

Beberapa rumah makan seringkali menuliskan kata 100 % halal di etalase warungnya..dengan harapan konsumen muslim akan singgah dan tidak ragu ragu makan di warung tersebut. Kadang malah ada beberapa rumah makan mengundang ustad dan mengajak anak yatim dari sebuah panti asuhan untuk doa syukuran menandai bahwa rumah makan yang akan mereka buka layak dikonsumsi oleh umat muslim. Siapa yang bisa menjamin ?

Ada seorang teman bercerita, pernah suatu kali bapaknya mengajak dia makan di rumah makan mie ayam yang cukup terkenal di ibukota, sang bapak dengan gaya cueknya masuk ke dapur rumah makan tersebut, seraya menepuk petugasnya sambil bilang “jangan lupa ya lemak nya”  jawab sang petugas “lemak apa pak ? kemudian kata si bapak..lemak babi”  haya..aku udah biasa makan…” masak aku mesti bilang lagi”..kemudian dijawab kembali oleh si petugas..oh itu..pasti pak gak ketinggalan…seloroh petugas tersbut sambil tersenyum.  Bapakku keluar dari dapur trus langsung ngeloyor ngajak teman ku pulang…Berabe…ternyata yang dijamin 100 % halal malah pake lemak babi…

jadi kalok gitu langkah apa yang mesti kita lakukan ? selain rumah makan yang kita singgahi kudu punya sertifikat halal..kita pun harus menjadi auditor yang kritisi dalam setiap mencermati makanan yang kita makan.

berikut beberapa bahan yang mesti dikritisi:

(di tulis ulang dari (sumber) : jurnal halal no 75 desember 2008 judul tulisan “Produk Franchise Halal masih minim”)

  1. Daging, baik daging sapi, domba, kerbau maupun ayam. Jangan sampai kita mengkonsumsi daging glongongan atau ayam tiren yang termasuk golongan bangkai, atau hewan disembelih dengan tidak sesuai dengan syariat islam. Penggunaan Bahan baku yang bersertifikasi halal mutlak diperlukan dalam kasus ini. Daging olahan ini banyak dipergunakan dalam produk burger, kebab, hotdog, ayam goreng dan produk olahan lainnya.
  2. Penggunaan Arak, mirin, ang ciu, wine, anggur, dan bahan lain yang mengandung alkohol. Biasanya digunakan pada produk chinese food, japanese food, aneka mie, hidangan kopi dengan alkohol dan makanan ala barat lainnya. Penggolongan bahan tersebut masuk kedalam golongan khamar(minuman keras) yang diharamkan dalam ajaran islam.
  3. Penggunaan lap chong (minyak babi), pada bakmi dan bakso, lap chong ini bersumber dari minyak atau lemak babi yang dimasak terlebih dahulu hingga akhirnya menghasilkan kaldu. Kaldu yang dicampur dengan minyak ini disebut lap chong. Bahan lain yang mesti diwaspadai adalah bahan bahan yang disebutkan dibawah ini. Bukan tidak mungkin bahan tersebut mengandung unsur hewani, asam amino, emulsifier hingga protein.
  4. Minyak goreng, margarine dan mentega pada daging olahan dan beragam produk lainnya. Waspadai penggunaan bahan lemak hewani didalamnya.
  5. Penggunaan keju, coklat, meises, sour cream seperti pada burger, crepes, roti dan donut. Bisa saja menggunakan aneka lemak hewani, gelatin maupun emulsifier yang berasal dari hewan.
  6. Penggunaan saos tomat, cabe, mayonnaise pada crepes, kebab, burger hotdog.
  7. Pemanis dan pewarna buatan pada aneka ragam produk minuman. Waspadai bahan kimiawi yang bisa menggangu kesehatan tubuh.
  8. Aneka bahan pengembang, emulsifier flavour yang tidak terlihat secara kasat mata apda penyajian. Bahan bahan diatas bisa saja menggunakan bahan yang berasal dari hewan yang tidak jelas aspek kehalalannya.

babiIslam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia sangatlah benar, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Penyembelihan hewan dalam Islam, seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya. Sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin kita tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Sementara semua bahan tambahan makanan yang ada dalam campuran makanan kita dikhawatirkan banyak sekali kemungkinan untuk tercemar oleh bahan bahan yang berasal dari babi. Bagian bagian dari babi ini tidak hanya daging melainkan ada lemak, tulang, jeroan, darah, kulit, bulu, dan kikil.

Dari bagian daging yang biasanya sudah jelas berbentuk daging yang mungkin saja dicampurkan ke dalam bakso, pasta hati unggas maupun asam amino. Sementara istilah daging babi sendiri ada pada sajian makanan yaitu bacon dan ham.

Bagian lemak babi biasanya sering dipakai untuk minyak makan, minyak goreng, penyedap, campuran susu dan sosis, serta shortening atau lemak putih yang dicampurkan kedalam kue, roti dan flavor.

Yang paling banyak adalah dari tulang babi, selain jarang terdeteksi oleh mata kita secara langsung dari tulang babi biasanya sudah dijadikan gelatin yang penggunaannya untuk membuat kapsul, jelly, puding, jam, selai, permen dan marsmallow. Fungsi Tulang yang umum adalah dipakai dalam campuran untuk kuah bakso dan mengambil kalsium untuk dimasukkan ke dalam susu, minuman dan pasta gigi. Sedangkan tulang babi sering juga dipakai sebagai karbon aktif (bahan penjernih air yang dipakai pada industri penjernihan minuman isi ulang). Yang sedikit terlupakan gelatin yang terbuat dari tulang babi biasanya dipergunakan untuk membuat stabilizer yang dipergunakan untuk membuat juice, syrup dan margarine sedangkan gelatin yang dipakai untuk pelembut yang dipergunakan untuk membuat  cake dan biskuit. Emulsifier yang dihasilkan dari gelatin biasanya dipakai pada pembuatan yoghurt, es krim dan mentega.

Selain dilarangnya darah berbagai macam hewan, darah yang dihasilkan dari hewan babi lebih lebih lagi sangat diharamkan, karena biasanya darah babi ini sering masuk untuk campuran bahan dalam industri medis, industri fermentasi sebagai media fermentasi dalam pembuatan vitamin, serta pembuatan sosis.

Industri kulit saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan dasar tas dan sepatu, perlu diwaspadai kulit babi juga sudah masuk ke industri seperti ini, yang paling dikhawatirkan kulit babi biasanya hampir serupa dengan dengan kulit sapi yang sering dibuat untuk krecek, otomatis industri krecek di pasaran bebas juga perlu diketahui bahan nya kulit babi atau kulit sapi, karena setelah jadi masakan kita tidak tahu pasti krecek tersebut dari bahan apa.

Semua unsur babi betul betul dimanfaatkan oleh produsen untuk berbagai macam industri, termasuk bulunya dipakai biasanya untuk industri sikat gigi dan jaket bulu. Dan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat dari bulu dihasilkan enzim sistein/sistin. Kuas bulu yang sering dipakai untuk mengoles roti dan kue juga dikhawatirkan banyak memakai kuas yang dihasilkan dari bulu babi.

Bagi yang sering mengkonsumsi jeroan juga perlu mewaspadai kalau kalau bahan jeroan yg dipakai adalah jeroan dari babi, seperti paru. sedangkan usus biasanya dipake dalam pembuatan sosis, jeroan biasanya dipergunakan juga untuk pembuatan enzim dan pankreasnya dipakai untuk pembuatan insulin.

Walahuallam bi sawab, yang jelas dalam setiap membeli dan mengkomsumsi makanan atau produk tetaplah waspada karena musuh islam demikian banyak.