1 Agustus hari ini, puasa tinggal 20 hari lagi, kita sering lupa, jika dalam menghadapai puasa ramadhan ingatan yang paling sering dipikirkan adalah “buka puasa” dan bukan puasa nya…yang paling disusahkan adalah “menahan lapar” nya dan bukan “menahan nafsu” nya. Padahal nafsu lah yang paling harus kita tahan, selain nafsu sahwat, tentunya menahan diri utk tidak terlalu berlebihan dalam makan dan berbuka puasa adalah yang paling seringkali dilupakan.
Dalam blog ini setahun yang lalu penulis sudah banyak menyarankan makanan sehat dan halal yg sebaiknya dikonsumsi, namun mungkin belum semua bisa terlaksana, hingga 11 bulan setelah puasa kita masih banyak belum merasakan arti dan manfaat puasa dari segi fisik dan kesehatannya.
Apalagi konsumsi makanan setelah puasa kembali “bablas” karena balas dendam karena “menahan lapar” selama 1 bulan.
Butuh persiapan seperti apa sih sebetulnya dalam menghadapi puasa ramadhan ? : cobalah beberapa kiat berikut ini :
1. Bayar Puasa tahun lalu (jika masih ada hutang puasa belum terbayar)
2. Coba puasa sunah senin kamis (bagi yg jarang melakukan puasa sunah) agar terbiasa dengan pola puasa.
3. Ubah pola makan dengan yang biasanya “makan apa saja” dan “jam berapa saja” dengan pola makanan yang teratur.
4. Susun perencanaan keuangan yang tepat untuk persiapan makanan sehat dan halal di bulan puasa.
5. Makan berlebihan tidak disarankan, jadi sebaiknya beli jajanan yang betul betul bisa dikonsumsi, mengingat banyak sekali jajanan dadakan yang akan hadir selama puasa.
6. Pilih tempat yang nyaman dan yang paling utama ber sertifikat HALAL (MUI) pada waktu buka puasa dan sahur, agar puasa nya barokah.
Semua hotel dan restaurant menjelang puasa banyak menawarkan menu buka puasa (ntah yg datang betul betul ingin berbuka puasa atau hanya makan malam saja walahualam) namun sebagian dari kita seringkali “lupa” atau malah justru melupakan prinsip-prinsip berpuasa nya setelah mendapatkan undangan makan di hotel berbintang atau restaurant mewah yang jelas jelas menyuguhkan makanan “tidak halal” dan minuman keras. meskipun ada sebagian restaurant dan tempat makan mengatakan mereka tidak menyuguhkan makanan “tidak halal”, namun ketidakpahaman mereka dengan bahan bahan & hal hal lain yang disyaratkan dalam sebuah sertifikasi halal bisa membuat sajian dan suguhan mereka menjadi tidak halal.
7. Istirahat yang cukup agar fisik tidak mudah masuk penyakit, apalagi akan terjadi perubahan cuaca dan tentunya volume pekerjaan tetap sama tidak ada rutinitas pekerjaan yang berbeda antara bulan puasa dan bulan sebelumnya.
8. Jaga silaturahmi dengan kerabat & handai taulan yang dekat maupun yang jauh, sarankan dan ingatkan mengenai pola makan dan istirahat.
9. Banyak- banyak doa dan beristigfar semoga disampaikan ke bulan ramadhan dalam kondisi yang prima.
Jika persiapan fisik dan materi sudah siap, maka keseimbangan perlu diadakan untuk persiapan ruh yang lebih sempurna. seperti yang di tunjukkan dalam Alquran dan beberapa hadist berikut ini.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Rasulullah n bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah k berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)

Penghapus Dosa
Ramadhan adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z)
Jadi siapkah fisik dan ruh anda menjelang ramadhan ?
“Ahlan wa sahlan ya Ramadhan!