September 2009


Sambungan dari
Air kaleng sajian lebaran

SEGARRR

Beberapa Hal yg perlu diperhatikan :

– Mampu menguras air di dalam tubuh Anda, saat terjadinya pemprosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink itu memerlukan bantuan air di dalam tubuh Anda dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, sebaiknya untuk menganti cairan yang terbuang, Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 8-12 gelas untuk setiap gelas softdrink yang Anda minum.

– Saat mengalami dehidrasi, sebaiknya Anda tidak dianjurkan untuk meminum softdrink, bukannya menghilangkan haus, justru hanya akan membuat Anda semakin haus saja. Karena softdrink bukanlah jenis minuman yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Anda tetap melanggarnya, Anda akan mengalami yang namanya Dehidrasi Seluler Kronis, suatu kondisi yang mampu melemahkan tubuh pada tingkat sel. Yang lambat laun akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.

– Softdrink memiliki kandungan fosfat yang terbilang tinggi, sehingga dapat menghancurkan mineral penting di dalam tubuh. Jika sampai tubuh Anda kekurangan mineral, itu akan menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) serta berbagai penyakit lain.

– Seperti diketahui kandungan gula di dalam softdrink itu jumlahnya sangat tinggi, yang dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang besar, sehingga terjadinya kandungan gula di dalam tubuh kelebihan dan kekurangan gula dan insulin. Tentu itu akan menyebabkan penyakit diabetes serta penyakit lain, seperti ketidakseimbangan dalam tubuh.

– Belum lagi selesai dengan masalah-masalah di atas, kafein dan kandungan gula dalam softdrink dapat menghentikan proses pencernaan. Sehingga kandungan gizi pada makanan yang baru saja Anda konsumsi maupun beberapa jam sebelumnya tidak akan menyerap.

– Kondisi tubuh sedang tidak fit, atau bahkan sedang demam, flu dan lainnya, sebaiknya jauhkan softdrink.

Iklan

Proses Sertifikasi Hanya Dua Minggu

Dari 132 restoran hotel baik yang berbintang maupun tidak di Batam, hanya enam di antaranya yang telah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam. Proses pemberian sertifikasi pun relatif tidak lama, yaitu hanya dua minggu saja.

Hal tersebut dikatakan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LP-POM) MUI Kepri, Muhammad Hanif, kemarin (25/8). Menurutnya pemberian sertifikasi halal, lebih didasarkan kepada restoran di hotel tersebut.

Enam hotel yang telah mengantongi sertifikat halal MUI, kata dia, yaitu restoran hotel PIH, Hotel Nagoya Plasa, Hotel Virgo, Hotel Golden View, Hotel Pacific, dan Hotel Panorama Regency. Menurut Hanif, pemberian sertifikasi halal tersebut bertujuan untuk menjaga umat islam dari makanan dan minuman yang tidak halal.

’’Kami selalu imbau umat Islam untuk makan dan minum di tempat yang halal. Baik melalui ceramah maupun melalui spanduk-spanduk yang terdapat di jalan raya,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan dalam kurun waktu setahun ini, pihaknya sudah banyak diminta pihak hotel dan restoran untuk melakukan pengujian guna mendapatkan sertifikasi halal. Namun banyak di antara hotel dan restoran tersebut tidak lolos pengujian tersebut.

Menurut Hanif untuk mendapatkan sertifikasi halal, suatu hotel hendaklah memenuhi persyaratan. Di antaranya, restorannya terpisah dari tempat hiburan dan telah lolos pemeriksaan dapur, gudang, dan penyajian pada hotel yang bersangkutan. Jika hal tersebut telah dilakukan maka pihak LP-POM MUI Kepri akan melimpahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Komisi Fatwa MUI untuk disidangkan. Berdasarkan hasil sidang inilah sertifikasi halal dapat diberikan. ”Jika tak ada halangan, pemberian sertifikasi ini hanya butuh waktu dua minggu,” kata Hanif.

Hanif menuturkan jika hotel tersebut telah diberikan sertifikasi halal dari MUI Kota Batam, maka MUI akan menunjuk dua orang sebagai internal Audit di hotel tersebut yang dipilih dari pihak hotel itu sendiri. Kedua orang tersebut mempunyai hak untuk menegur manajer hotel, apabila terdapat unsur-unsur yang tidak halal dalam makanan dan minuman di hotel tersebut.

Menurut Hanif, jika pihak hotel tak mengindahkan teguran dari kedua internal audit itu, maka pihak MUI sendiri akan mencabut sertifikasi halal hotel yang bersangkutan dan segera mengumumkannya ke media.

Kepada pengusaha hotel dan restoran yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, Hanif mengimbau agar datang langsung ke sekretariat LP-POM MUI Kepri yang berada di lantai dasar Masjid Batam. ”Kami tidak akan melayani pengurusan sertifikasi halal dengan menggunakan jasa calo,” tutur Hanif. ***