Proses Sertifikasi Hanya Dua Minggu

Dari 132 restoran hotel baik yang berbintang maupun tidak di Batam, hanya enam di antaranya yang telah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam. Proses pemberian sertifikasi pun relatif tidak lama, yaitu hanya dua minggu saja.

Hal tersebut dikatakan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LP-POM) MUI Kepri, Muhammad Hanif, kemarin (25/8). Menurutnya pemberian sertifikasi halal, lebih didasarkan kepada restoran di hotel tersebut.

Enam hotel yang telah mengantongi sertifikat halal MUI, kata dia, yaitu restoran hotel PIH, Hotel Nagoya Plasa, Hotel Virgo, Hotel Golden View, Hotel Pacific, dan Hotel Panorama Regency. Menurut Hanif, pemberian sertifikasi halal tersebut bertujuan untuk menjaga umat islam dari makanan dan minuman yang tidak halal.

’’Kami selalu imbau umat Islam untuk makan dan minum di tempat yang halal. Baik melalui ceramah maupun melalui spanduk-spanduk yang terdapat di jalan raya,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan dalam kurun waktu setahun ini, pihaknya sudah banyak diminta pihak hotel dan restoran untuk melakukan pengujian guna mendapatkan sertifikasi halal. Namun banyak di antara hotel dan restoran tersebut tidak lolos pengujian tersebut.

Menurut Hanif untuk mendapatkan sertifikasi halal, suatu hotel hendaklah memenuhi persyaratan. Di antaranya, restorannya terpisah dari tempat hiburan dan telah lolos pemeriksaan dapur, gudang, dan penyajian pada hotel yang bersangkutan. Jika hal tersebut telah dilakukan maka pihak LP-POM MUI Kepri akan melimpahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Komisi Fatwa MUI untuk disidangkan. Berdasarkan hasil sidang inilah sertifikasi halal dapat diberikan. ”Jika tak ada halangan, pemberian sertifikasi ini hanya butuh waktu dua minggu,” kata Hanif.

Hanif menuturkan jika hotel tersebut telah diberikan sertifikasi halal dari MUI Kota Batam, maka MUI akan menunjuk dua orang sebagai internal Audit di hotel tersebut yang dipilih dari pihak hotel itu sendiri. Kedua orang tersebut mempunyai hak untuk menegur manajer hotel, apabila terdapat unsur-unsur yang tidak halal dalam makanan dan minuman di hotel tersebut.

Menurut Hanif, jika pihak hotel tak mengindahkan teguran dari kedua internal audit itu, maka pihak MUI sendiri akan mencabut sertifikasi halal hotel yang bersangkutan dan segera mengumumkannya ke media.

Kepada pengusaha hotel dan restoran yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, Hanif mengimbau agar datang langsung ke sekretariat LP-POM MUI Kepri yang berada di lantai dasar Masjid Batam. ”Kami tidak akan melayani pengurusan sertifikasi halal dengan menggunakan jasa calo,” tutur Hanif. ***