Maret 2011


Anda memerlukan pengetahuan bagaimana cara mengurusnya ?
siapkanlah beberapa syarat berikut :
1. Mengisi Formulir yang disediakan. (bisa dilakukan di kantor sambil membawa berkas berkas lainnya sesuai point selanjutnya)
2. Surat surat izin usaha mis : domisili, dokumen usaha (CV atau PT) surat izin dinkes, PIRT dll, namun jika belum bisa dilampirkan, bisa menyusul.
3. Fotokopy KTP pemilik/direktur.
4. Kelengkapan syarat syarat halal jika sudah mempunyai mis : sertifikat halal ayam dan daging bagi katering atau sertifikat halal bahan tambahan makanan misal nya pewarna pengawet dll.
5. Melampirkan foto bahan dalam kemasan, serta daftar bahan baku dan bahan tambahan serta bahan penolong
6. Melampirkan daftar semua menu yang akan diperiksa kehalalan nya.
7. Foto 3 X 4 warna 2 lembar bagi pemilik
8. Uang Pendaftaran sebesar 100 rb rupiah
9. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi admin di 0778-469911 di kantor MUI lantai basement Masjid Raya Batam Center.

Info penting lain

– diharapkan tidak melalui jasa/calo/perantara lainnya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran info maupun biaya admin yang tidak jelas, pengurusan sebaiknya diurus sendiri oleh pemilik atau pegawai perusahaan tersebut.
– Setelah berkas masuk, saudara akan menunggu panggilan untuk diaudit oleh auditor LPPOM MUI ke rumah makan/restaurant/Katering saudara pada waktu yg disepakati bersama.
– Audit akan dilakukan pada dapur yang sedang berproduksi.
– Auditor yg akan hadir biasanya 2 – 3 orang tergantung besarnya jenis usaha yg akan diaudit, membawa surat tugas dan tanda pengenal auditor.
– Pada saat pelaksanaan audit, pemilik usaha di harapkan untuk menjemput auditor ke kantor LPPOM MUI dan kemudian setelah pekerjaan audit dilakukan auditor, kemudian pemilik usaha akan mengantar auditor kembali ke kantor LPPOM MUI.
– klasifikasi jenis usaha (besar/kecil/menengah) akan diketahui langsung dilapangan oleh auditor berdasarkan pantauan auditor dan berdasarkan berkas usaha yg terlampir.
– mengenai besarnya biaya yg dikenakan bisa langsung menghubungi administrasi di telpon link yang sudah disebutkan, dan biaya nya juga langsung ditransfer ke rekening bank syariah yang ditunjuk.
– Jika proses audit sudah dilakukan, dan biaya sudah ditransfer, berkas akan disidangkan oleh komisi fatwa MUI, dan setelah dinyatakan halal oleh sidang, sertifikat halal sudah bisa dicetak dan pemilik usaha akan diundang untuk hadir mendapatkan penjelasan seputar komitmen menjaga agar usaha nya tetap halal serta serah terima sertifikat halal.
– proses tersebut biasanya memakan waktu lebih kurang 2 minggu atau 14 hari kerja sejak di audit.
– pemilik usaha akan mendapatkan sertifikat serta stiker logo halal MUI.
– kerjasama yang baik dari pemilik usaha lebih diutamakan demi kelancaran pengurusan

sekilas info semoga bermanfaat

(Sumber Admin LPPOM MUI Kepri)

Iklan

Subhanallah, 99 Persen Daging Ayam di Denmark Kini Berstatus Halal
Tuesday, 22 March 2011 16:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, COPENHAGEN – Hampir 99 persen daging ayam yang beredar di Denmark kini bersertifikat halal. Pasalnya, daging ayam asal negeri ini sebagian besar juga diekspor ke negeri Eropa lainnya dan menyasar konsumen Muslim.

“Mari kita berpikir dengan frame kepentingan finansial. Ini adalah tentang bagaimana kita menghasilkan devisa,” kata Henrik Bunkenborg, pimpinan bagian pangan halal pada Danish Agriculture and Food Council (DAFC), pada Harian Sondagsavisen.

Di Denmark, dimana mayoritas warganya menganut agama Kristen dan ateis, soal halal-haram tak begitu dipentingkan. Sebanyak 97 persen penduduknya mengaku secara reguler mengonsumsi dagiung ayam, dan 67 persen dari mereka tak tahu jika ayam yang disembelih di negeri mereka dilakukan sesuai dengan kaidah Islam.

Bunkenborg menyatakan, adalah kewajiban industri untuk memenuhi ketentuan impor pangan. Apalagi, konsumen mereka menghendaki aturan yang ketat. “Beberapa menempelkan label halal, tapi mereka tak punya kewenangan untuk itu. Ini dilarang,” ujarnya.

Penyembelihan hewan belakangan menuai perdebatan di Denmark. Pasalnya, kaidah penyembelihan hewan dalam Islam dinilai bertentangan dengan kemanusiaan. Sebanyak 32 persen warga Denmark menganggap penyembelihan adalah cara-cara tak manusiawi untuk mengambil nyawa hewan. mestinya, kata mereka, hewan-hewan itu dipingsankan dulu sebelum disembelih.

Namun, Danish Consumer Council (DCC) menyatakan, tak masalah dengan cara penyembelihan Islam. “Ini memang masih bisa diperdebatkan. Namun Animal Ethics Council telah menyatakan penyembelihan (secara Islam) diperbolehkan,” kata Camilla Udsen, juru bicara DCC.

Jaffar Mushib menyatakan, ada sejumlah aturan sesuai syariah sebelum hewan disembelih. Ia menyatakan, penyembelihan secara Islam ada cara tersendiri sehingga hewan tak dibuat menderita berkepanjangan sebelum menemui ajal. “Saya sangat menghargai kolaborasi ini,” katanya.