LPPOM MUI Kepri Bertindak Tegas
SENIN, 10 JANUARI 2011 09:28 USMAN, WWW.HALALMUI.ORG
Setelah diperingatkan beberapa kali, namun tetap melanggar ketentuan halal yang telah ditetapkan, maka LPPOM MUI Kepri melakukan tindakan tegas. Yakni dengan mencabut Sertifikat Halal (SH) yang telah diberikan sebelumnya. “Karena tidak taat asas, maka SH yang telah diberikan pun dicabut,” ujar Khairuddin Nasution, B.Ac.

SH Dicabut

Sekretaris LPPOM MUI Kepulauan Riau ini kemudian menjelaskan beberapa perusahaan yang SH-nya dicabut. Yaitu:

1) Restaurant Do & Me yang berlokasi di Komp. Hotel Formosa Blok D/24 Batam,

2) Resto Bebek Bali di Batam Center, Restaurant Yellow Valley di Panbil Mall, Lt. III, Muka Kuning, dan

3) Restaurant Naga Seafood di Jl. Trans Barelang Jembatan. Kesemuanya di Batam, Kepulauan Riau.

Restoran-restoran ini sebelumnya telah mendapat SH dari LPPOM MUI Kepri. Namun melanggar ketentuan, yakni menjual minuman keras yang diharamkan. Hal ini diketahui, dengan adanya laporan-laporan dari masyarakat. Juga terbukti ketika tim LPPOM MUI Kepri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke restoran tersebut.

Pada awalnya, kami mengingatkan agar manajemen restauran tidak menjual minuman keras yang diharamkan, sebagai syarat dan ketentuan restauran yang mendapat SH dari LPPOM MUI. Namun karena tetap melanggar, setelah diberi peringatan beberapa kali, maka akhirnya SH-nya pun dicabut. Dan kita mengingatkan masyarakat bahwa restauran tersebut tidak dapat lagi dinyatakan sebagai restauran yang halal berdasarkan kaidah halal dari MUI. Demikian penjelasan yang diberikan oleh Khairuddin Nasution, B.Ac., Sekretaris LPPOM MUI Kepulauan Riau.

Selain SH untuk restoran-restoran tersebut, LPPOM MUI Kepulauan Riau juga telah mancabut SH sebuah perusahaan. Yaitu Big Boy yang berlokasi di Komp. Nusa Bali, Blok J, No. 01, Batam. SH perusahaan ini dicabut, karena tidak mengikuti kaidah produksi yang halal. Yakni menggunakan flavor yang tidak halal, dan dilarang menurut ketentuan LPPOM MUI.

Demikian informasi ini dikemukakan sebagai bentuk tanggung-jawab LPPOM MUI, sekaligus manifestasi menunaikan amanah Khidmatul Ummat (pelayanan umat & masyarakat) serta Himayatul Ummah (perlindungan bagi umat & masyarakat), khususnya di Propinsi Kepulauan Riau. Yakni menjaga dan melindungi masyarakat umum, terutama umat Muslim, dari produk-produk konsumsi yang tidak jelas kehalalannya. Semoga.