April 2013


Sehubungan dengan semakin maraknya pemberitaan mengenai kandungan E471 pada Luwak White Koffie, maka untuk menghindari kebingungan masyarakat berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini LPPOM MUI menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

Luwak White Koffie yang selama ini diberitakan, telah memiliki sertifikat halal LPPOM MUI Provinsi Jawa Tengah, dengan masa berlaku Sertifikat Halal hingga tanggal 29 Desember 2013 dan nomor sertifikat 1512005281211.

Mengenai ingredient yang diduga oleh masyarakat berasal dari Babi adalah emulsifier E471. Kode E sendiri merupakan standar internasional untuk aditif dalam produk pangan (Bahan Tambahan Pangan). Bahan-bahan tersebut dapat berupa bahan pewarna, bahan pengawet, bahan pengasam, bahan pemanis, bahan penstabil, bahan pengemulsi, maupun senyawa antioksidan. Adapun E471 merupakan mono dan diglyceride dari fatty acid yang bisa berasal dari hewani maupun nabati.

 Emulsifier E471 yang digunakan Luwak White Koffie merupakan bahan yang terdapat pada krimer sebagai salah satu bahan pada Luwak White Koffie tersebut. Dan Krimer pada Luwak White Koffie tersebut diperoleh dari Krimer yang sudah memiliki sertifikat halal LPPOM MUI Pusat. Bahan tersebut sudah dilakukan pengkajian secara mendalam dan berasal dari bahan nabati yang halal.

Demikian penjelasan ini disampaikan agar masyarakat memahami dan tidak perlu ragu untuk senantiasa mengonsumsi produk yang telah bersertifikat halal MUI.

Iklan

Penggunaan plasenta dalam dunia kosmetika sudah tidak asing lagi, sebagai sabun krem ataupun lotion. Begitu maraknya saat ini produk yang mengandung plasenta ada di pasaran. Tapi apakah konsumen mengetahui darimana asal muasal plasenta yang ada dalam krem malam ataupun sabun yang mereka gunakan ? terutama bagi konsumen muslim yang sudah punya rambu-rambu yang jelas dalam menggunakan suatu produk.

Dari survey pasar yang dilakukan oleh LPPOM MUI di daerah jabotabek, ditemukan bahwa produk-produk yang dijual di pasaran yang ada di jabotabek memiliki kesamaan merk dan asal negara produk tersebut dibuat. kebanyakan produk yang mengandung plasenta yang dijual dalam bentuk sabun, krem malam dan lotion. Produk yang mengandung plasenta ini sebagian besar disuplai dari negara cina, taiwan serta beberapa produk lokal.

Apa sebetulnya plasenta ? Plasenta merupakan zat nutrisi yang digunakan oleh janin selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Plasenta ibarat lumbung makanan bagi bayi yang masih di dalam perut. Ketika bayi telah lahir, maka ia akan segera membutuhkan ASI untuk mencukupi energi dan pertumbuhannya. Akan tetapi selama ia berada di dalam kandungan, plasenta merupakan satu-satunya sumber makanan baginya.

Plasenta ini ada hampir pada semua makhluk hidup yang hamil di dalam dan menyusui anaknya (mamalia), termasuk manusia. Di Indonesia, plasenta lebih dikenal dengan sebutan ari-ari. Ari-ari keluar dari perut ibu
bersamaan dengan proses kelahiran bayi.

Plasenta yang sering digunakan untuk kosmetika atau produk kesehatan tersebut dapat berasal dari plasenta hewan (kambing, sapi, dan lain-lain) atau dari plasenta manusia.

Yang paling banyak digunakan justru plasenta manusia yang banyak terdapat di rumah sakit atau rumah bersalin. Penggunaan organ tubuh manusia ini bukan hanya terjadi di luar negeri, tapi juga sudah dikembangkan di tanah air.

Kebanyakan produk yang dijual dikemas dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh konsumen, alias masih dalam bahasa asli negara asalnya. Beberapa produk , label yang tertera pada kemasan sama sekali tidak informatif, bahkan apa dan bagaimana fungsi produk tersebut. Yang tertera jelas hanya informasi bahwa produk tersebut berasal dari Cina.

Dalam rangka memberikan kejelasan pada masyarakat luas dan menghindari kesalahpahaman, secara khusus MUI telah membahas masalah ini secara khusus. Hal ini menurut MUI karena banyaknya desakan
dan keresahan yang timbul di masyarakat akibat pro dan kontra penggunaan organ tubuh manusia tersebut.
antara lain :
1. Penggunaan obat-obatan yang mengandung atau berasal dari bagian organ tubuh manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan dokter ahli & terpercaya.

2. Penggunaan air seni manusia hukumnya adalah haram. Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan dokter ahli terpercaya.

3. Penggunaan kosmetika yang mengandung atau berasal dari bagian
organisme manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali setelah masuk ke dalam
proses Istihahalah.
Al-Istihalah adalah perubahan suatu benda menjadi benda lain yang berbeda dalam semua sifat-sifatnya dan menimbulkan akibat hukum : dari benda najis atau Mutanajjis menjadi benda suci dan dari benda yang diharamkan menjadi benda yang dibolehkan (mubah) atau perubahan zat yang menjadi suatu produk yang baru, maka produk tersebut adalah suci dan halal, karena sifat najis bahan asal sudah hilang.

DAFTAR RUMAH POTONG HEWAN KEPULAUAN RIAU YG SUDAH BERSERTIFIKAT HALAL
Bukit Mas ( Ikral ) Pasar Puja Bahari No 40, Nagoya
Sumber Rezeky Samarinda Kios No 12 Lt  01
Mega Adrial Group Pasar Pujabahari Kios No 41
Kios Ayam Segar Pasar Pujabahari Kios No 21
UD. Senang Hati Jl : DI Panjaitan Kp. Sumber Karya/12, TPI
Pian Padang

RPH Minang Raya

Ranai, Natuna

Pasar Induk Jodoh

Mega Adrial Pasar Pujabahari Kios 13-14, Lubuk Baja
Ayam Sehat Jl : Gesek KM 20/ RT 12/RW 05, Desa Toapaya, TPI
Seroja Komp. Pasar Cik Puan Kios /30 Sei Panas               EXPIRED
Q-Solution Bisabilillah Pasar Mega Legenda D4/24, Btm Ctre                     EXPIRED
RPH. Setya Warga Sei Temiang & Sei Panas                                       EXPIRED
Az-Zahra Pasar Sagulung Kios A No 7, Sagulung Kota            EXPIRED
Toko Rama Toss 3000 kios 29 B, Nagoya
RPH. Trikarya Jl : Pasar ikan Lr IV No 15, RT 02/RW 09, TPI
Al-Karomah Pasar Tiban Centre Blok C No 03, Tiban
Ayam Potong ” Amri” Tg. Balai Karimun
RPH. Safari Indah Tg. Balai Karimun
RPH. Karano Yakin Pasar Tos 3000 Blok E3, Nagoya
RPH. Dinda Sweet Tg. Balai Karimun
RPH. Baran Jaya Tg. Balai Karimun
RPH. Rahayu Pasar Basah Mustafa Plaza, batam Centre
RPH. Barokah Pasar Nasa Centre, Batam Centre
RPH. Sutanto Kp. Simpanh KM 16 RT 06/RW 02, Desa Toapaya Selatan
PT. Harum citra indonesia mega legenda c2 no 03, batam centre
RPH. Sabar Kreatif Sultan Mahmud, Panggah Darat
RPH. Nutri Chicken Paya Cincin RT 03/RW 03, Kel. Pamak, Tg. Balai Karimun
RPH.Unggas Sehat Pasar Induk Jodoh
Segar Jl : Bhakti RT 05/RW 03, Bukit Senang, Tg. Balai Karimun

KIOS AA                                           Tiban Center Batam

KURNIA LA                                      Tiban Center Batam

PT Harum Citra Indonesia          Mega legenda

RPH Borneo                                     Bintan

RPH Pak Beni                                  Bintan

RPH Pak Man                                 Bintan

RPH Q Solution                             Mega legenda

RPH Rahmat Baru                         Mega Legenda

RPH Rizki

 

 

 

Jakarta (Antara Bali) – Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan menilai ada kecenderungan pemerintah ingin mengintervensi wewenang ulama dengan cara mengambil alih hak sertifikasi halal yang selama ini menjadi kewenangan pemuka agama.

“Kalau pemerintah membentuk Lembaga Pemeriksa Halal di luar MUI, maka artinya mereka ingin mengintervensi para ulama,” kata KH Amidhan saat dihubungi Antara dari Jakarta, Kamis.

Pernyataan Amidhan menyikapi pembahasan RUU Jaminan Produk Halal yang saat ini sedang dibahas antara Panja RUU JPH dengan pemerintah. MUI melihat dalam pembahasan RUU JPH itu pemerintah ingin mengambil alih kewenangan sertifikasi halal dari MUI.

Menurut Amidhan, sebaiknya pemerintah hanya berperan setelah sertifikasi halal dilakukan MUI, yakni dengan melakukan sosialisasi.

“Kalau pemerintah membentuk auditor atau bahkan lembaga sertifikasi halal yang baru nanti malah akan keluar uang lebih  banyak,” ucapnya.

Dia menegaskan proses sertifikasi halal tidak semata-mata dapat dilakukan secara ilmu pengetahuan, namun juga bersinggungan dengan agama, sehingga kerja sama antara ulama dalam hal ini MUI dengan para auditor tetap tidak dapat dipisahkan.

Dia mengatakan selama 28 tahun proses sertifikasi halal yang dilakukan MUI berjalan baik. MUI menurutnya telah memiliki auditor yakni Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), sebagai kepanjangan tangan dalam melakukan audit terhadap setiap produk yang akan disertifikasi. (LHS/T007)