Penggunaan plasenta dalam dunia kosmetika sudah tidak asing lagi, sebagai sabun krem ataupun lotion. Begitu maraknya saat ini produk yang mengandung plasenta ada di pasaran. Tapi apakah konsumen mengetahui darimana asal muasal plasenta yang ada dalam krem malam ataupun sabun yang mereka gunakan ? terutama bagi konsumen muslim yang sudah punya rambu-rambu yang jelas dalam menggunakan suatu produk.

Dari survey pasar yang dilakukan oleh LPPOM MUI di daerah jabotabek, ditemukan bahwa produk-produk yang dijual di pasaran yang ada di jabotabek memiliki kesamaan merk dan asal negara produk tersebut dibuat. kebanyakan produk yang mengandung plasenta yang dijual dalam bentuk sabun, krem malam dan lotion. Produk yang mengandung plasenta ini sebagian besar disuplai dari negara cina, taiwan serta beberapa produk lokal.

Apa sebetulnya plasenta ? Plasenta merupakan zat nutrisi yang digunakan oleh janin selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Plasenta ibarat lumbung makanan bagi bayi yang masih di dalam perut. Ketika bayi telah lahir, maka ia akan segera membutuhkan ASI untuk mencukupi energi dan pertumbuhannya. Akan tetapi selama ia berada di dalam kandungan, plasenta merupakan satu-satunya sumber makanan baginya.

Plasenta ini ada hampir pada semua makhluk hidup yang hamil di dalam dan menyusui anaknya (mamalia), termasuk manusia. Di Indonesia, plasenta lebih dikenal dengan sebutan ari-ari. Ari-ari keluar dari perut ibu
bersamaan dengan proses kelahiran bayi.

Plasenta yang sering digunakan untuk kosmetika atau produk kesehatan tersebut dapat berasal dari plasenta hewan (kambing, sapi, dan lain-lain) atau dari plasenta manusia.

Yang paling banyak digunakan justru plasenta manusia yang banyak terdapat di rumah sakit atau rumah bersalin. Penggunaan organ tubuh manusia ini bukan hanya terjadi di luar negeri, tapi juga sudah dikembangkan di tanah air.

Kebanyakan produk yang dijual dikemas dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh konsumen, alias masih dalam bahasa asli negara asalnya. Beberapa produk , label yang tertera pada kemasan sama sekali tidak informatif, bahkan apa dan bagaimana fungsi produk tersebut. Yang tertera jelas hanya informasi bahwa produk tersebut berasal dari Cina.

Dalam rangka memberikan kejelasan pada masyarakat luas dan menghindari kesalahpahaman, secara khusus MUI telah membahas masalah ini secara khusus. Hal ini menurut MUI karena banyaknya desakan
dan keresahan yang timbul di masyarakat akibat pro dan kontra penggunaan organ tubuh manusia tersebut.
antara lain :
1. Penggunaan obat-obatan yang mengandung atau berasal dari bagian organ tubuh manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan dokter ahli & terpercaya.

2. Penggunaan air seni manusia hukumnya adalah haram. Kecuali dalam keadaan darurat dan diduga kuat dapat menyembuhkan menurut keterangan dokter ahli terpercaya.

3. Penggunaan kosmetika yang mengandung atau berasal dari bagian
organisme manusia, hukumnya adalah haram. Kecuali setelah masuk ke dalam
proses Istihahalah.
Al-Istihalah adalah perubahan suatu benda menjadi benda lain yang berbeda dalam semua sifat-sifatnya dan menimbulkan akibat hukum : dari benda najis atau Mutanajjis menjadi benda suci dan dari benda yang diharamkan menjadi benda yang dibolehkan (mubah) atau perubahan zat yang menjadi suatu produk yang baru, maka produk tersebut adalah suci dan halal, karena sifat najis bahan asal sudah hilang.