epok epokserundeng ubi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jika berminat mencoba produk kuliner halal batam untuk oleh oleh khas batam hubungi ke 0812-77200946 (WA)

16681947_315327188868950_430399426097003075_n

Iklan

Beberapa rumah makan seringkali menuliskan kata 100 % halal di etalase warungnya..dengan harapan konsumen muslim akan singgah dan tidak ragu ragu makan di warung tersebut. Kadang malah ada beberapa rumah makan mengundang ustad dan mengajak anak yatim dari sebuah panti asuhan untuk doa syukuran menandai bahwa rumah makan yang akan mereka buka layak dikonsumsi oleh umat muslim. Siapa yang bisa menjamin ?

Ada seorang teman bercerita, pernah suatu kali bapaknya mengajak dia makan di rumah makan mie ayam yang cukup terkenal di ibukota, sang bapak dengan gaya cueknya masuk ke dapur rumah makan tersebut, seraya menepuk petugasnya sambil bilang “jangan lupa ya lemak nya”  jawab sang petugas “lemak apa pak ? kemudian kata si bapak..lemak babi”  haya..aku udah biasa makan…” masak aku mesti bilang lagi”..kemudian dijawab kembali oleh si petugas..oh itu..pasti pak gak ketinggalan…seloroh petugas tersbut sambil tersenyum.  Bapakku keluar dari dapur trus langsung ngeloyor ngajak teman ku pulang…Berabe…ternyata yang dijamin 100 % halal malah pake lemak babi…

jadi kalok gitu langkah apa yang mesti kita lakukan ? selain rumah makan yang kita singgahi kudu punya sertifikat halal..kita pun harus menjadi auditor yang kritisi dalam setiap mencermati makanan yang kita makan.

berikut beberapa bahan yang mesti dikritisi:

(di tulis ulang dari (sumber) : jurnal halal no 75 desember 2008 judul tulisan “Produk Franchise Halal masih minim”)

  1. Daging, baik daging sapi, domba, kerbau maupun ayam. Jangan sampai kita mengkonsumsi daging glongongan atau ayam tiren yang termasuk golongan bangkai, atau hewan disembelih dengan tidak sesuai dengan syariat islam. Penggunaan Bahan baku yang bersertifikasi halal mutlak diperlukan dalam kasus ini. Daging olahan ini banyak dipergunakan dalam produk burger, kebab, hotdog, ayam goreng dan produk olahan lainnya.
  2. Penggunaan Arak, mirin, ang ciu, wine, anggur, dan bahan lain yang mengandung alkohol. Biasanya digunakan pada produk chinese food, japanese food, aneka mie, hidangan kopi dengan alkohol dan makanan ala barat lainnya. Penggolongan bahan tersebut masuk kedalam golongan khamar(minuman keras) yang diharamkan dalam ajaran islam.
  3. Penggunaan lap chong (minyak babi), pada bakmi dan bakso, lap chong ini bersumber dari minyak atau lemak babi yang dimasak terlebih dahulu hingga akhirnya menghasilkan kaldu. Kaldu yang dicampur dengan minyak ini disebut lap chong. Bahan lain yang mesti diwaspadai adalah bahan bahan yang disebutkan dibawah ini. Bukan tidak mungkin bahan tersebut mengandung unsur hewani, asam amino, emulsifier hingga protein.
  4. Minyak goreng, margarine dan mentega pada daging olahan dan beragam produk lainnya. Waspadai penggunaan bahan lemak hewani didalamnya.
  5. Penggunaan keju, coklat, meises, sour cream seperti pada burger, crepes, roti dan donut. Bisa saja menggunakan aneka lemak hewani, gelatin maupun emulsifier yang berasal dari hewan.
  6. Penggunaan saos tomat, cabe, mayonnaise pada crepes, kebab, burger hotdog.
  7. Pemanis dan pewarna buatan pada aneka ragam produk minuman. Waspadai bahan kimiawi yang bisa menggangu kesehatan tubuh.
  8. Aneka bahan pengembang, emulsifier flavour yang tidak terlihat secara kasat mata apda penyajian. Bahan bahan diatas bisa saja menggunakan bahan yang berasal dari hewan yang tidak jelas aspek kehalalannya.

Kehalalan Gudeg Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta, selain terkenal dengan julukan kota pelajar,
juga menyandang berbagai julukan lain seperti kota seni dan budaya, kota
revolusi, kota sepeda, kota batik, juga sebagai kotak gudeg serta
julukan lain yang merupakan cerminan dari hal-hal yang menonjol dari
daerah tersebut. Dan itu tidak hanya populer di dalam negeri, tapi juga
di manca negara.

Akan halnya gudeg, lauk pauk ini merupakan ciri khas kota tersebut.Bagi
masyarakat Yogya sendiri,gudeg merupakan lauk pauk sehari-hari yang
sulit ditinggalkan bersama nasi dan bubur.Sebenarnya dilihat dari
bahan-bahan pembuatnya, gudeg nampaknya halal-halal saja.Bahan pokoknya
adalah nangka muda (orang Yogya menyebutnya ghori) yang direbus hingga
lunak, lalu diberi santan dan bumbu dapur tertentu ditambah daun
melinjo.

Tetapi,pengalaman saya membuktikan bahwa gudeg bisa dikategorikan jenis
makanan syubhat, bahkan haram.Saya berkenalan dengan lauk pauk yang
rasanya manis ini, antara tahun 1981-1987 ketika saya berkuliah di salah
satu perguruan tinggi negeri di kota tersebut.Waktu itu saya kost hanya
dengan menyewa kamar dan makan di luar.Selama itu hampir tiap pagi saya
sarapan nasi gudeg.Selain manis,juga gurih,dan tentu saja murah.
Bahkan kalau pulang kampung,saya dan teman-teman kadang membawa
oleh-oleh gudeg yang sudah dibuat tahan lama.

Selama beberapa tahun,saya menikmati gudeg tanpa ada rasa curiga atau
berprasangka buruk tentang kehalalannya. Namun,pada suatu hari,ketika
sedang membeli di warung langganan saya,saya melihat di tempayan (tempat
gudeg diolah),ada kepala dan leher seekor ayam yang masih utuh (tidak
ada bekas sembelihan). Lalu saya tanya kepada si penjual gudeg,apakah
ayamnya tidak disembelih?

Dengan ringan si penjual menjawab bahwa sudah bisa bagi penjual/bakul
gudeg bahwa setiap ayam yang dimasak untuk gudeg,ayam tersebut tidak
disembelih,tetapi ditusuk dengan besi di bagian lehernya.Sedang darah
yang keluar ditampung dan nantinya dicampur dengan santan untuk dicampur
dengan gudeg itu.Dan justru darah inilah yang memberi rasa gurih dan
meberi warna kecoklat-coklatan. Masya Allah.

Saya benar-benar terkejut,dan gudeg yang saya beli pagi itupun segera
saya tinggalkan.Saya berusaha mencari informasi di tempat-tempat lain
tentang bahan-bahan dan cara pembuatannya. Ternyata hampir semua jawaban
sama,yaitu: ayamnya tidak disembelih,tapi ditusuk,darah ayam
ditampung,lalu dimasukkan ke dalam gudegnya.

Pertanyaan kita,apakah semua penjual/pembuat gudeg melakukan hal yang
serupa?

Wallaahua’lam. Dalam masalah ini sebagai konsumen Muslim, yang
diperlukan tentu saja sikap jujur si penjual gudeg.Apakah ayamnya telah
disembelih secara Islami dan otomatis darahnya tidak dicampurkan. Kita
memang perlu bersikap hati-hati.Jangan karena gudeg yang sudah
merakyat,lalu kita seenaknya saja mengikuti selera orang
kebanyakan,padahal Al-Qur’an jelas-jelas
melarangnya:

Allah mengharamkan atas kamu (makan) bangkai,darah, daging babi,dan apa
yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah (QS Al-An’am: 145) .

Source http://www.myquran. org

DAFTAR AYAM & DAGING YANG DI SAHKAN LP POM MUI
Negara Asal
Nama Perusahaan Jenis Produk




AUSTRALIA 1 The Australian Federation Of Islamic Council Inc a. Meat


(AFIC) b. Chicken



c. Processed Food





2 Supreme Islamic Council Of Halal In Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





3 The Islamic Coordinating Council Of Victoria ( ICCV ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





4 Islamic Co-ordinating Council Of Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





5 Halal Sadiq Services a. Meat





6 Adelaide Mosque Islamic Society Of Australia a. Meat





7 Islamic Association Of Katanning a. Meat





8 Perth Mosque Inc a. Meat





9 Australia Halal Food Services a. Meat





10 Halal Certification Authority Australia a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





11 The Islamic Council Of Western Australia a. Meat








NEW ZEALAND 1 The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand a. Meat



b. Chicken





2 New Zealand Islamic Meat Management/New Zealand a. Meat


Islamic Processed Food Management b. Chicken



c. Processed Food





3 Halal Food Authority Of New Zealand a. Meat



b. Chicken








AMERIKA 1 Islamic Food and Nutrition Council Of Amerika (IFANCA) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Halal Food Council S.E.A a. Chicken



b. Processed Food





3 International Institute Of Islamic Thought c/q Marjac a. Chicken


Abbatoir





4 Islamic Services Of Omaha (Halal Transaction) a. Meat



b. Chicken





5 Islamic Services Of Amerika ( ISA ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





6 Muslim Consumer Group For Food Products a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





7 Islamic Information Centre Of Amerika a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





8 American Halal Foundation (AHF) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








EUROPE 1 Halal Food and Feed Inspection Authorit a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Controle Office Of Halal Slaughtering a. Meat



b. Chicken





3 Total Quality Halal Correct Certification a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








BELGIUM 1 Islamic Food Council Of Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








IRLANDIA 1 Bray Islamic Society a. Meat





2 Muslim Society Of Dublin a. Meat





3 Islamic Culture Centre Of Ireland a. Meat





4 Waterford Islamic Centre a. Meat








PERANCIS 1 Institute Musulman De La Mosquee de Paris a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








SLOVENIA 1 Halal Certification Authority Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








GERMANY 1 Halal Control e. K a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








AFRICA 1 South Africa a. Meat


South African Nasional Halal Authority (SANHA) b. Chicken



c. Processed Food








ASIA 1 Singapore a. Meat


Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) b. Chicken



c. Processed Food









2 Malaysia a. Meat


Islamic Research – Jabatan Kemajuan Islam Malaysia b. Chicken



c. Processed Food





3 Thailand a. Meat


The Central Islamic Committee Of Thailand b. Chicken



c. Processed Food








PHILIPPINES 1 Islamic Da’wah Council Of The Philippines a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








JAPAN 1 Japan Muslim Association a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food




Daftar Rumah Potong Hewan yang telah mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI Pusat dan LPPOM MUI Daerah

Jenis hewan/daging- Nomor sertifikat-Masa berlaku sertifikat -Pemberi sertifikat- Nama Produsen/Perusahaan

Ayam broiler pedaging 1469042001 11-04-2003 LPPOM MUI Pusat PT Multiarsa Anekaguna
Ayam Potong 0005180699 27-08-2003 LPPOM MUI Pusat PT Sinar Sunindo
Ayam potong 1505052001 10-05-2003 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Waluyo
Ayam potong 1249052000 17-05-2004 LPPOM MUI Pusat UD Welasi
Chicken meats (daging ayam) 0007820398 12-03-2004 LPPOM MUI Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia
Suri chicken 0009770399 11-04-2003 LPPOM MUI Pusat PT Ciomas Adisatwa
Ayam potong 1571062001 12-06-2003 LPPOM MUI Pusat PT Nusapangan Suryabuana
Ayam 2246102002 04-10-2004 LPPOM MUI Pusat CV Barokah Jaya
Ayam broiler 0006991297 21-05-2004 LPPOM MUI Pusat PD Kartika Eka Dharma
Ayam potong 1816112001 23-11-2003 LPPOM MUI Pusat Dwisata
Ayam potong dan Cakung Meat 1591062001 24-06-2003 LPPOM MUI Pusat PD Dharma Jaya
Daging sapi 2199092002 06-09-2004 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Visi Asli Indonesia
Daging sapi dan domba 1576062001 12-06-2003 LPPOM MUI Pusat PT Afi Eka Jaya
Sapi potong 1351092000 25-09-2004 LPPOM MUI Pusat PT Djawi Jaya Lestari
Tippindo beef 0000550699 05-10-2003 LPPOM MUI Pusat PT Tipperary Indonesia
Ayam potong 0000210898 14-06-2004 LPPOM MUI Pusat Perusahaan Sierad Produce
Ayam 2066062002 07-06-2004 LPPOM MUI Pusat Agronnur Industry Kopontren Annur
Sapi: santori, Suri beef 0008390698 05-07-2004 LPPOM MUI Pusat PT Santosa Agrindo
Sapi: Kibif 2118072002 19-07-2004 LPPOM MUI Pusat PT Bina Mentari Tunggal (PT Prasanja Abadi)
Sapi potong 2093062002 21-06-2004 LPPOM MUI Pusat Rumah Potong Hewan Warga Baru
Ayam 5122510802 06-05-2004 LPPOM MUI Jatim CV Adikarya Citra Cemerlang
Ayam 522500899 09-11-2003 LPPOM MUI Jatim UD Rezeki Jaya
Ayam: suri chicken 522301900 30-05-2004 LPPOM MUI Jatim PT Ciomas Adisatwa
Ayam broiler 522502700 15-11-2004 LPPOM MUI Jatim Milanda Broiler
Sapi 512503801 23-03-2003 LPPOM MUI Jatim Palmagro Danamitra
Sapi: surya beef 512503901 20-04-2003 LPPOM MUI Jatim PT Abattoir Surya Jaya
Ayam 522504901 14-04-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Hasil
Ayam 522505001 09-05-2003 LPPOM MUI Jatim UD Murni Broiler
Ayam 522505601 22-06-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Lumintu
Ayam 522500199 22-06-2003 LPPOM MUI Jatim PT. Koko Timbul Trad. Coy.
Ayam 521306301 20-07-2003 LPPOM MUI Jatim Muallim Broiler
Ayam: Mediantara broiler 522506501 06-08-2003 LPPOM MUI Jatim CV. Mediantara
Daging ayam 808 522506601 06-08-2003 LPPOM MUI Jatim PT. Wonokoyo Jayacorp
Kambing 512307401 31-08-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Jaya Madura
Ayam 522307501 31-08-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Jaya Madura
Ayam karkas 522307601 28-09-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Sumber Pangan
Ayam 522507701 28-09-2003 LPPOM MUI Jatim UD Wira Abadi
Ayam 520707801 29-10-2003 LPPOM MUI Jatim UD. Adib
Sapi 512300299 09-11-2003 LPPOM MUI Jatim UD Segar Abadi Utama
Ayam: florana 5121308702 22-01-2004 LPPOM MUI Jatim Florana Indonesia
Ayam 5123008902 04-03-2004 LPPOM MUI Jatim Jatinom Indah Chicken Processing
Karkas ayam potong 5121809602 13-03-2004 LPPOM MUI Jatim Nurkholis Yasin
Ayam 5122309802 13-03-2004 LPPOM MUI Jatim UD Salsa Broiler
Kambing dan Sapi (lokal) 5112513202 07-11-2004 LPPOM MUI Jatim Supplier Daging Ida
Ayam potong MUI-SU005072001 10-07-2003 LPPOM MUI Medan UD. Indah Jaya
Ayam potong MUI-SU-009092001 18-09-2003 LPPOM MUI Medan PT. Laris Mutiakara
Ayam potong 730100090201 16-02-2003 LPPOM MUI Ujung Pandang Kelompok Remaja Masjid An Nur
Ayam potong 730100050900 02-09-2002 LPPOM MUI Ujung Pandang UD. Prima Mit
Ayam potong 0001211096 Data tidak tersedia LPPOM MUI Lampung Prapto Sujono
Ayam potong 0008090399 LPPOM MUI Lampung Tini Chicken
Ayam potong 0012160399 LPPOM MUI Lampung Sri Rejeki
Ayam potong 0020020500 LPPOM MUI Lampung Koperasi Senkakola SS
Ayam potong 1010401402 10-08-2002 LPPOM MUI Riau Usaha Susanto
Ayam potong 1010401502 10-08-2002 LPPOM MUI Riau Citra Duta Andalas CV
Ayam potong 1010401903 27-01-2005 LPPOM MUI Riau TPA Mayzar
Daging sapi segar MUI-JB100032 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Sari Mutiara
Sapi MUI-JB400034 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Gemilang Jaya
Ayam MUI-JB400035 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Sumber Hurip
Daging MUI-JB400036 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA Al Rasyim Bangun Citra
Sapi MUI-JB400033 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Dessy
Ayam MUI-JB400037 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Tanjung Mulya
Ayam MUI-JB400038 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Sri Melati
Ayam MUI-JB400039 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PD Putri Gunung
Ayam MUI-JB400042 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar TPA PT Jabal Nur
Daging MUI-JB100052 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PT Madusari Nusa Perdana
Ayam MUI-JB Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Mekar Jaya
Ayam MUI-JB400046 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Sarana Graphika
Ayam MUI-JB400047 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar PD Putra Persada
Ayam MUI-JB400048 Data tidak tersedia LPPOM MUI Jabar CV Gunung Harsuco Jaya

Sumber Jurnal Halal

Hitungan Lebaran sudah bisa dihitung dengan 10 jari, kesibukan kaum ibu mulai terasa, dari membuat kue kue kering hingga memikirkan masakan yang akan disuguhkan pada hari lebaran. Biasanya sesuai tradisi, dalam menyambut hari Raya, kita semua mewajibkan diri kita memasak berbagai masakan hewani yang berprotein tinggi dengan alasan setelah satu bulan berpuasa saatnya lebaranlah konsumsi makanan kita ditambah dengan gizi protein yang lebih baik. Yang umum adalah masakan rendang daging dan opor ayam. Saat ini harga daging sangat melonjak naik drastis, sehingga banyak pertimbangan yang membuat kita membatalkan membuat rendang, dan yang agak ringan adalah berencana untuk membuat berbagai hidangan dari daging ayam seperti opor ayam, soto ayam, gulai ayam dll.

Namun karena sekali lagi meskipun biayanya agak ringan dibanding membeli daging, untuk 1 ekor ayam kampung  yang biasanya 35 rb rupiah-an menjelang lebaran, kitapun sering masih agak menghitung-hitung, sehingga ayam apa saja yang dijual dipasar akan kita beli tanpa sempat memperhatikan kualitas daging ayam yang kita beli. Apalagi bagi sebagian besar masyarakat kecil, yang saat ini dengan naiknya harga berbagai macam kebutuhan pangan pokok budget sebesar itu tetap tidak terjangkau. Sehingga merekapun tetap membeli ayam “jenis apa saja” dengan dana yang ada, karena tradisi dan pola berlebaran yang seakan-akan tetap memaksa untuk menyediakan lauk berprotein tinggi tersebut sebagai kawan makan ketupat.

Oleh karena itu perlu dari kita semua untuk memilih dan membedakan mana daging ayam yg baik dan tidak baik. yaitu  Hal yang paling utama adalah :

1. Dipotong di Rumah Potong Ayam (RPA) resmi/sudah bersertifikat halal (ada logo halal MUI – RPA/RPH batam sudah ada dalam tulisan)

2. Dipotong bukan di RPA tapi pemotongannya benar (perhatikan cara memotongnya dan pastikan di lehernya terdapat bekas sembelihan yang memutus dua uratnya (tenggorokan dan kerongkongan)

Daging Ayam yang baik memiliki ciri-ciri :

  • diperoleh dari daging ayam yang sehat dan umurnya relatif masih muda;
  • Karkas (daging bertulang atau bagian tubuh ternak yang disembelih, selain kepala, kulit dan jeroan) masih utuh, putih (atau sedikit kuning muda) dan bersih dari kotoran dan tidak mudah terkelupas;
  • Warna daging merah pucat mengkilat dan belum mengalami perubahan warna;
  • Kedua paha normal dan simetris serta bila ditekan terasa kenyal, dada penuh daging dan tulang dada tidak menonjol;
  • Kedua sayap normal simetris, dan dibawah sayap hampir tidak kelihatan pembuluh darah;
  • Bau khas daging ayam;
  • Mata ayam yang sehat berwarna cerah dan jernih;
  • Ketika digoreng bau khas ayam dan tulang tidak menghitam;
  • Permukaan tak berlendir
  • Persendiannya masih lemas dan bersih (tidak berdarah gumpal) ketika dipotong

Daging ayam tidak baik (bangkai) memiliki ciri-ciri :

  • Bagian kepala dan leher kelihatan berwarna biru sampai kehitam-hitaman;
  • Warna daging biasanya merah kecoklatan sampai biru kehitaman karena darah tidak keluar;
  • Pada pembuluh darah dibawah sayap terlihat adanya bekuan/bendungan darah;
  • Bekas irisan/sembelihan biasanya kecil dengan luka irisan tampak rata;
  • bau daging anyir, bila ditekan terasa lembek dan berlendir;
  • kulit mudah terkelupas;
  • sendi/tulang saat dipotong mengeluarkan gumpalan darah;
  • warna kulit karkas ayam yang terlalu kuning perlu diwaspadai, karena mungkin sekali ayam tersebut yang sudah lama atau diberi pewarna sehingga terlihat seperti baru;
  • banyak luka di tubuh ayam;
  • leher ayam tidak disembelih, hanya berlubang;
  • bau bahan pengawet berlebihan dan campur bau busuk

Di pasaran ayam ras biasanya mendominasi perdagangan, restorant padang dan fast food termasuk penggunanya. Ayam kampung karena harganya mahal hanya dipasarkan dan dikonsumsi secara terbatas.

Ayam ras biasanya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu ayam broiler, ras dan apkir.

Ayam Broiler (ayam ras potong), dipelihara untuk diambil dagingnya, biasanya berumur lebih kurang delapan minggu, daging bertekstur lembut, empuk dan gurih.

Ayam ras, ayam petelur yang digemukkan untuk diambil dagingnya. Bibit jenis ini berasal dari ayam petelur pejantan. Karena dipelihara dengan baik, kualitas dagingnya pun baik. Penampilannyapun mirip dengan broiler, namun ukurannya lebih kecil sehingga sering dijual sebagai “ayam kampung” pasarannya agak terbatas.

Ayam apkir, berasal dari ayam petelur yang sudah tidak produktif. Ia dipotong untuk diambil dagingnya. Ciri umumnya tulang pinggul lebih tebal, tumpul dan kaku, dagingnya liat/ keras karena usianya sudah tua. Ukurannya biasanya besar-besar .

Sumber :

1. Panduan belanja dan Konsumsi Halal, Anton Apriyantono dan Nurbowo

2. Memilih Makanan Halal, Nura Mayasari, S.KH

3. 18 Langkah memilih produk halal dan dunia, Nurbowo

Ada banyak pertanyaan dari beberapa ibu-ibu kita jika ingin mengkonsumsi ayam penyet khas batam, karena dikhawatirkan katanya menggunakan bahan tambahan minuman keras, karena ciri khas makanan ini adalah ayam gorengnya sangat gurih dan sebelum digoreng (setelah diungkep) ayamnya kudu digepuk dulu. Mungkin ada berbagai macam cara, resep dan bumbu tambahan yang sudah banyak beredar terutama di batam. cuma penulis mendapatkan satu buah resep yg cukup bagus, yang mungkin bisa diikuti.

Resep dibawah ini ditambah point penting bahan bahan yang perlu diperhatikan titik kritis kehalalannya

Bahan
1 ekor ayam kampung (Beli ayam di Rumah Potong Ayam yang sudah bersertifikat Halal)
1 bungkus ragi instan (pastikan raginya sudah ada sertifikat Halal) *
1 tangkai serai, memarkan
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
400 cc santan (jika membeli santan instant perhatikan sertifikat halalnya)
minyak untuk menggoreng (usahakan menggunakan minyak goreng yang sudah bersertifikat halal dan tidak menggunakan minyak goreng curah dan minyak goreng bekas)

Bumbu Halus (dianjurkan utk menggunakan bumbu alami sebab bumbu instant dikhawatirkan ada penambahan pewarna yang belum jelas status kehalalannya)

5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sendok teh ketumbar
4 butir kemiri
2 cm kunyit
2 cm jahe
1/2 sendok makan garam

Cara

1. Tusuk-tusuk ayam dengan garpu. Taburi ragi instan. Diamkan 5 jam. Lumuri ayam dengan bumbu lalu diamkan lagi 1 jam.

2. Masukkan ayam ke panci presto tuangkan santan. Tambahkan serai, daun salam dan lengkuas. Masak selama 1 jam.

3. Keluarkan ayam dari panci presto lalu dinginkan.

4. Goreng sampai matang.

* akan dibahas pada tulisan selanjutnya, kenapa ragi instant dikhawatirkan kehalalannya.