epok epokserundeng ubi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jika berminat mencoba produk kuliner halal batam untuk oleh oleh khas batam hubungi ke 0812-77200946 (WA)

16681947_315327188868950_430399426097003075_n

Bersama para usahawan muda, giat kuliner halal batam saat ini ternyata berkembang pesat, dalam berbagai kegiatan selalu ditampilkan dan selalu dicari oleh konsumen makanan halal, karena selain halal konsumen taunya makanan halal juga baik, bersih dan bebas dari tercemarnya zat beracun. Kuliner Halal Batam dalam grup yg tergabung di media sosial, bersama sama mengembangkan usaha masing masing dengan berbagai macam promo baik di media sosial sendiri mau di media radio lokal. Bekerja sama dengan HIPMI kepri pada musda nya beberapa waktu yg lalu kuliner halal batam diberikan kesempatan utk berpameran di novotel batam. Media radio lokal seperti Zoo fm, Sheila fm dan RRI batam, hampir sekitar 80 anggota bergilir utk mempromosikan usaha.

Beberapa usaha yg tergabung didalam kuliner halal batam seperti Mie ayam pangsit arum bandung, rm anging mamiri, my cemilan snack, food court khasanah plaza sukajadi, alifia madu rimba, rendang monda, dapur yupita, serundeng ubi ko selah, dapur diva sagon, cake tape nona, almira cake, cake pisang villa, nayadam cakes, pancake durian tokngah, es pisang ijo mahligai, pepes ikan asih, bakso kota cakman, rest hotel vista, akoengjun es puter, si jago rendang, dapur jahe unikoe, prince katering, halimah cakes, pizza d almana picola stela, dian villo, shakilla bekakak, master food, azzuri snack, tsabit snack, heni katering and snack, rest nagoya plaza, laziz bakery, rm sederhana lintau panbil, kedai oke, afira snacks, jambu marina, fanara juices, warung santai laskar pelangi, soto bandung bu imas, alif coklat, brownies bunda, kue tradisional kak nur, dapur minang bumbu, aqila brownies lava, pak cik teh tarik, teh tarik botol, rumah bungkus raja isa, ayam penyet sidomulyo, hayufa cakes and snack, eskul ice cream, pondok kolak rumah suzannelajaa, warung mbah, SGT Food, New Sun Bread, Istana Kurma, Soto Kuali Solo, Es Durian, es Muna, Bean City dan bakso kota cakman, Bakso Malang bagelen, Bakso beku MM, barokah snack, lapis batam, Vita bread, tahu zahra, veni bolen, khansa pizza mini, alifia snack, vita bread, morning bakery, nabil snack, pucisa snack, bolu annisa , gelael bakery, dapur epah, snack keju selebritis, dll

Selama ramadhan komunitas kuliner halal batam mengadakan kegiatan dan kajian keilmuan seperti belajar membuat pembukuan sederhana, belajar mengenai komunikasi efektif, nutrisi pangan dan toko online, bekerja sama dengan khasanah plaza dan dosen dosen universitas terkemuka di batam.

 

sumber dr sini
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Peternakan Jawa Barat mengimbau masyarakat konsumen umum di Kota Bandung dan Kota Bogor, agar berhati-hati dalam membeli produk dendeng/abon. Imbauan itu dilontarkan terkait ditemukannya beberapa merek dendeng/abon, yang berdasarkan pengujian laboratorium ditemukan kandungan daging babi namun mencantumkan label halal pada kemasannya.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan Jabar H. Koesmayadie, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesmavet, Nana M. Adnan, di Bandung, Selasa (24/3).

Koesmayadie mengatakan, ditemukannya produk dendeng/abon mengandung daging babi, setelah melalui pengujian rutin oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Di Bandung mereka mengambil 31 sampel bakso sapi dan 15 sampel dendeng sapi dari Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Ujungberung, Pasar Antapani, Pasar Cicaheum, Pasar Cicadas, Pasar Kosambi, dan Pasar Basalamah. Di Bogor diambil 17 sampel bakso sapi dan 4 sampel dendeng sapi dari Pasar Balekambang, Pasar Anyar, dan Pasar Bogor, masing-masing pada 11 dan 26 Februari 2009 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Koesmayadie, ditemukan adanya daging babi pada produk dendeng/abon yang diedarkan oleh penjual di pasar tradisional. Lain halnya bakso sapi, sejauh ini belum terbukti adanya penggunaan campuran daging babi.

“Kendati ditemukan adanya merek-merek dendeng/abon tertentu yang menggunakan bahan daging babi, masyarakat konsumen umum tak perlu panik dan tinggal berhati-hati dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli. Kami juga terus memantau sejauh mana peredaran dendeng/abon yang berbahan daging babi di Jabar, demi kenyamanan dan keamanan para konsumen umum,” kata Koesmayadi.

Mereka menyebutkan, produk dendeng/abon yang sudah terbukti menggunakan bahan daging babi, mereknya berinisial CKS No. SP:0094/13.06/92 dan dendeng berinisial CPM No. SP:030/1130/94, di mana pencantuman Halal pun tak sesuai dengan prosedur.

Selama ini, nomor SP berangka 92 dan 94 diketahui berasal dari Jawa Tengah, namun oleh tim penguji merek CKS ditemukan di Pasar Kosambi dan Pasar Basalamah Bandung, sedangkan merek CPM diambil dari Pasar Anyar Bogor.

Menurut Koesmayadie, pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mengedarkan produk dendeng/abon sapi campuran daging babi, dapat mengganggu ketenteraman batin manusia, terutama umat Islam di Jabar. Padahal, Pemprov Jabar melalui Dinas Peternakan Jabar sejak lama selalu menyosialisasikan moto HAUS (Halal, Aman, Utuh, dan Sehat) bagi produk-produk konsumsi berbahan baku hewani serta memasyarakatkan usaha peternakan secara islami bekerja sama dengan MUI.

Jika hanya dilihat dari kepentingan ekonomi, produsennya diduga bertujuan mengambil keuntungan lebih besar dengan mengambil bahan campuran daging babi. Selama ini, bahan yang sering digunakan terutama babi hutan alias bagong, karena harganya jauh lebih murah.

Koesmayadie mengakui, sejumlah kalangan di Dinas Peternakan Jabar mengetahui adanya kebiasaan sejumlah pehobi berburu bagong, yang menjual daging hasil buruannya kepada pembuat dendeng/abon untuk pangsa pasar non-Muslim.

Koesmayadie mempertanyakan motif penjualan produk dendeng/abon yang mengandung daging babi, tetapi dikemas dengan mencatumkan daging sapi dan tulisan halal yang dijual ke pasaran umum. Bahkan, produk ini juga ditemukan di beberapa swalayan dengan harga cukup murah.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LP POM) MUI Jabar, Prof. Dr. H.A. Surjadi, M.A. mengatakan, produk/merek dendeng/abon merek CPS dan CPM sampai kini belum mendapat sertifikat halal dari MUI. Bahkan, tulisan Halal yang mereka cantumkan dalam kemasan tersebut dibuat oleh perusahaan sendiri secara sepihak.

“Kami juga mendesak pedagang yang menjual merek bersangkutan, agar segera menarik produk tersebut dari peredaran dan tak menjual lagi stok yang ada. Kami juga mengimbau agar konsumen Muslim selalu berhati-hati dan cermat saat berbelanja, dan menyampaikan terima kasih kepada BPPHK Cikole atas laporan hasil pengujian oleh mereka,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat

TV ONE akan membahas masalah dendeng babi besok pagi 1 april 2009 bersama pakar teknologi pangan dari Universitas Pasundan besok pagi jam 6.30 pada Acara “Apa Kabar Indonesia pagi”

Beberapa rumah makan seringkali menuliskan kata 100 % halal di etalase warungnya..dengan harapan konsumen muslim akan singgah dan tidak ragu ragu makan di warung tersebut. Kadang malah ada beberapa rumah makan mengundang ustad dan mengajak anak yatim dari sebuah panti asuhan untuk doa syukuran menandai bahwa rumah makan yang akan mereka buka layak dikonsumsi oleh umat muslim. Siapa yang bisa menjamin ?

Ada seorang teman bercerita, pernah suatu kali bapaknya mengajak dia makan di rumah makan mie ayam yang cukup terkenal di ibukota, sang bapak dengan gaya cueknya masuk ke dapur rumah makan tersebut, seraya menepuk petugasnya sambil bilang “jangan lupa ya lemak nya”  jawab sang petugas “lemak apa pak ? kemudian kata si bapak..lemak babi”  haya..aku udah biasa makan…” masak aku mesti bilang lagi”..kemudian dijawab kembali oleh si petugas..oh itu..pasti pak gak ketinggalan…seloroh petugas tersbut sambil tersenyum.  Bapakku keluar dari dapur trus langsung ngeloyor ngajak teman ku pulang…Berabe…ternyata yang dijamin 100 % halal malah pake lemak babi…

jadi kalok gitu langkah apa yang mesti kita lakukan ? selain rumah makan yang kita singgahi kudu punya sertifikat halal..kita pun harus menjadi auditor yang kritisi dalam setiap mencermati makanan yang kita makan.

berikut beberapa bahan yang mesti dikritisi:

(di tulis ulang dari (sumber) : jurnal halal no 75 desember 2008 judul tulisan “Produk Franchise Halal masih minim”)

  1. Daging, baik daging sapi, domba, kerbau maupun ayam. Jangan sampai kita mengkonsumsi daging glongongan atau ayam tiren yang termasuk golongan bangkai, atau hewan disembelih dengan tidak sesuai dengan syariat islam. Penggunaan Bahan baku yang bersertifikasi halal mutlak diperlukan dalam kasus ini. Daging olahan ini banyak dipergunakan dalam produk burger, kebab, hotdog, ayam goreng dan produk olahan lainnya.
  2. Penggunaan Arak, mirin, ang ciu, wine, anggur, dan bahan lain yang mengandung alkohol. Biasanya digunakan pada produk chinese food, japanese food, aneka mie, hidangan kopi dengan alkohol dan makanan ala barat lainnya. Penggolongan bahan tersebut masuk kedalam golongan khamar(minuman keras) yang diharamkan dalam ajaran islam.
  3. Penggunaan lap chong (minyak babi), pada bakmi dan bakso, lap chong ini bersumber dari minyak atau lemak babi yang dimasak terlebih dahulu hingga akhirnya menghasilkan kaldu. Kaldu yang dicampur dengan minyak ini disebut lap chong. Bahan lain yang mesti diwaspadai adalah bahan bahan yang disebutkan dibawah ini. Bukan tidak mungkin bahan tersebut mengandung unsur hewani, asam amino, emulsifier hingga protein.
  4. Minyak goreng, margarine dan mentega pada daging olahan dan beragam produk lainnya. Waspadai penggunaan bahan lemak hewani didalamnya.
  5. Penggunaan keju, coklat, meises, sour cream seperti pada burger, crepes, roti dan donut. Bisa saja menggunakan aneka lemak hewani, gelatin maupun emulsifier yang berasal dari hewan.
  6. Penggunaan saos tomat, cabe, mayonnaise pada crepes, kebab, burger hotdog.
  7. Pemanis dan pewarna buatan pada aneka ragam produk minuman. Waspadai bahan kimiawi yang bisa menggangu kesehatan tubuh.
  8. Aneka bahan pengembang, emulsifier flavour yang tidak terlihat secara kasat mata apda penyajian. Bahan bahan diatas bisa saja menggunakan bahan yang berasal dari hewan yang tidak jelas aspek kehalalannya.

babiIslam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia sangatlah benar, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Penyembelihan hewan dalam Islam, seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya. Sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin kita tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Sementara semua bahan tambahan makanan yang ada dalam campuran makanan kita dikhawatirkan banyak sekali kemungkinan untuk tercemar oleh bahan bahan yang berasal dari babi. Bagian bagian dari babi ini tidak hanya daging melainkan ada lemak, tulang, jeroan, darah, kulit, bulu, dan kikil.

Dari bagian daging yang biasanya sudah jelas berbentuk daging yang mungkin saja dicampurkan ke dalam bakso, pasta hati unggas maupun asam amino. Sementara istilah daging babi sendiri ada pada sajian makanan yaitu bacon dan ham.

Bagian lemak babi biasanya sering dipakai untuk minyak makan, minyak goreng, penyedap, campuran susu dan sosis, serta shortening atau lemak putih yang dicampurkan kedalam kue, roti dan flavor.

Yang paling banyak adalah dari tulang babi, selain jarang terdeteksi oleh mata kita secara langsung dari tulang babi biasanya sudah dijadikan gelatin yang penggunaannya untuk membuat kapsul, jelly, puding, jam, selai, permen dan marsmallow. Fungsi Tulang yang umum adalah dipakai dalam campuran untuk kuah bakso dan mengambil kalsium untuk dimasukkan ke dalam susu, minuman dan pasta gigi. Sedangkan tulang babi sering juga dipakai sebagai karbon aktif (bahan penjernih air yang dipakai pada industri penjernihan minuman isi ulang). Yang sedikit terlupakan gelatin yang terbuat dari tulang babi biasanya dipergunakan untuk membuat stabilizer yang dipergunakan untuk membuat juice, syrup dan margarine sedangkan gelatin yang dipakai untuk pelembut yang dipergunakan untuk membuat  cake dan biskuit. Emulsifier yang dihasilkan dari gelatin biasanya dipakai pada pembuatan yoghurt, es krim dan mentega.

Selain dilarangnya darah berbagai macam hewan, darah yang dihasilkan dari hewan babi lebih lebih lagi sangat diharamkan, karena biasanya darah babi ini sering masuk untuk campuran bahan dalam industri medis, industri fermentasi sebagai media fermentasi dalam pembuatan vitamin, serta pembuatan sosis.

Industri kulit saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan dasar tas dan sepatu, perlu diwaspadai kulit babi juga sudah masuk ke industri seperti ini, yang paling dikhawatirkan kulit babi biasanya hampir serupa dengan dengan kulit sapi yang sering dibuat untuk krecek, otomatis industri krecek di pasaran bebas juga perlu diketahui bahan nya kulit babi atau kulit sapi, karena setelah jadi masakan kita tidak tahu pasti krecek tersebut dari bahan apa.

Semua unsur babi betul betul dimanfaatkan oleh produsen untuk berbagai macam industri, termasuk bulunya dipakai biasanya untuk industri sikat gigi dan jaket bulu. Dan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat dari bulu dihasilkan enzim sistein/sistin. Kuas bulu yang sering dipakai untuk mengoles roti dan kue juga dikhawatirkan banyak memakai kuas yang dihasilkan dari bulu babi.

Bagi yang sering mengkonsumsi jeroan juga perlu mewaspadai kalau kalau bahan jeroan yg dipakai adalah jeroan dari babi, seperti paru. sedangkan usus biasanya dipake dalam pembuatan sosis, jeroan biasanya dipergunakan juga untuk pembuatan enzim dan pankreasnya dipakai untuk pembuatan insulin.

Walahuallam bi sawab, yang jelas dalam setiap membeli dan mengkomsumsi makanan atau produk tetaplah waspada karena musuh islam demikian banyak.

Daging kurban boleh dikornetkan, selama terdapat hajat (kebutuhan), misalnya adanya kaum muslimin yang miskin, kelaparan, tertimpa bencana, dan semisalnya. Namun disyaratkan, penyembelihan hewan kurban yang dikornetkan tidak boleh melampaui batas akhir waktu penyembelihan, yaitu waktu maghrib tanggal 13 Zulhijjah (hari tasyriq terakhir).

Dalil bolehnya mengkornetkan antara lain dipahami dari sabda Nabi SAW,”Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR Muslim; Imam Nawawi, Syarah Muslim, 5/115).

Hadis ini menunjukkan, boleh tidaknya menyimpan (iddikhar) daging kurban, bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 6/48 berkata,”Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”

Dengan demikian, boleh menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, jika ada hajat. Kalau hajat ini tidak ada, tidak boleh menyimpan. Nah, kebolehan menyimpan (iddikhar) daging kurban lebih dari tiga hari inilah, menurut kami, menjadi dalil bolehnya mengkornetkan daging kurban. Sebab tujuan dari mengkornetkan dan menyimpan adalah sama, yaitu agar daging dapat tahan lama dan dapat dikonsumsi lebih dari tiga hari. Tentu kebolehan ini adalah selama ada hajat, misalnya masih adanya kaum muslimin yang miskin, menderita kelaparan, jarang makan daging, tertimpa bencana, dan sebagainya. Sebaliknya jika tidak ada hajat, maka mengkornetkan daging kurban tidak boleh, karena ada larangan menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.

Adapun persyaratan bahwa penyembelihan harus tetap pada waktunya (tanggal 10-13 Zulhijjah) dan tidak boleh melampauinya, dalilnya adalah sabda Nabi SAW,”Setiap sudut kota Makkah adalah tempat penyembelihan dan setiap hari-hari tayriq adalah [waktu] penyembelihan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Thabrani, dan Daruquthni). (Syaikh Al-Albani berkata,”Hadis ini sahih.” Lihat Shahih Al-Jami` Ash-Shaghir, 2/834). Imam Syafi’i dalam Al-Umm 2/222 berkata,”Jika matahari telah terbenam pada akhir hari-hari tasyriq [tanggal 13 Zulhijjah], lalu seseorang menyembelih kurbannya, maka kurbannya tidak sah.”

Jadi, jelaslah meski mengkornetkan boleh, namun disyaratkan penyembelihannya tetap dilakukan pada waktunya, yaitu bermula dari usainya sholat Idul Adha hingga datangnya waktu maghrib pada akhir hari tasyriq. Jika penyembelihan melampaui batas tersebut, kurbannya tidak sah, sehingga daging kornet pun hanya dianggap daging kalengan biasa, bukan pelaksanaan ibadah kurban. Wallahu a’lam [www.konsultasi-islam.com]

Yogyakarta, 30 Nopember 2008

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

DAFTAR AYAM & DAGING YANG DI SAHKAN LP POM MUI
Negara Asal
Nama Perusahaan Jenis Produk




AUSTRALIA 1 The Australian Federation Of Islamic Council Inc a. Meat


(AFIC) b. Chicken



c. Processed Food





2 Supreme Islamic Council Of Halal In Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





3 The Islamic Coordinating Council Of Victoria ( ICCV ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





4 Islamic Co-ordinating Council Of Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





5 Halal Sadiq Services a. Meat





6 Adelaide Mosque Islamic Society Of Australia a. Meat





7 Islamic Association Of Katanning a. Meat





8 Perth Mosque Inc a. Meat





9 Australia Halal Food Services a. Meat





10 Halal Certification Authority Australia a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





11 The Islamic Council Of Western Australia a. Meat








NEW ZEALAND 1 The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand a. Meat



b. Chicken





2 New Zealand Islamic Meat Management/New Zealand a. Meat


Islamic Processed Food Management b. Chicken



c. Processed Food





3 Halal Food Authority Of New Zealand a. Meat



b. Chicken








AMERIKA 1 Islamic Food and Nutrition Council Of Amerika (IFANCA) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Halal Food Council S.E.A a. Chicken



b. Processed Food





3 International Institute Of Islamic Thought c/q Marjac a. Chicken


Abbatoir





4 Islamic Services Of Omaha (Halal Transaction) a. Meat



b. Chicken





5 Islamic Services Of Amerika ( ISA ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





6 Muslim Consumer Group For Food Products a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





7 Islamic Information Centre Of Amerika a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





8 American Halal Foundation (AHF) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








EUROPE 1 Halal Food and Feed Inspection Authorit a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Controle Office Of Halal Slaughtering a. Meat



b. Chicken





3 Total Quality Halal Correct Certification a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








BELGIUM 1 Islamic Food Council Of Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








IRLANDIA 1 Bray Islamic Society a. Meat





2 Muslim Society Of Dublin a. Meat





3 Islamic Culture Centre Of Ireland a. Meat





4 Waterford Islamic Centre a. Meat








PERANCIS 1 Institute Musulman De La Mosquee de Paris a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








SLOVENIA 1 Halal Certification Authority Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








GERMANY 1 Halal Control e. K a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








AFRICA 1 South Africa a. Meat


South African Nasional Halal Authority (SANHA) b. Chicken



c. Processed Food








ASIA 1 Singapore a. Meat


Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) b. Chicken



c. Processed Food









2 Malaysia a. Meat


Islamic Research – Jabatan Kemajuan Islam Malaysia b. Chicken



c. Processed Food





3 Thailand a. Meat


The Central Islamic Committee Of Thailand b. Chicken



c. Processed Food








PHILIPPINES 1 Islamic Da’wah Council Of The Philippines a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








JAPAN 1 Japan Muslim Association a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food