No NAMA RESTAURANT NAMA HOTEL Alamat
1 Zam Zam Restaurant Pusat Informasi Haji Batam Center
2 Restoran Hotel Nagoya Plaza Nagoya Plaza Hotel Jl: Imam Bonjol, Nagoya
3 Hotel Virgo Restaurant Hotel Virgo Restaurant Jl : Teuku Umar No 01, Seraya
4 Cuppa Restaurant Restaurant Golden View Hotel Jl : Bengkong Laut Golden Prown
5 Panorama Regency Hotel Panorama Regency Hotel Komp. Panorama Batam, Kel. Sei Jodoh
6 Restoran “Golden Palace” PT. Maswahana Citrabuana International (Pacific Palace Hotel) Jl : Duyung, Sei Jodoh, B. Ampar
7 Restaurant Hotel Good Way Good Way Hotel Jl : Imam Bonjol No 01,Nagoya
8 Restoran “Scenery” PT. Crown Vista (Vista Hotel) Komp. Top View Garden
9 Restoran Bintan Agro Wisata Permai PT. Bintan Agro Wisata Permai Pantai Tribu KM 36
10 Casaluna Restaurant Mercure Hotel Jl. Raden Patah No 12, Nagoya
11 Restoran “Aston Hotel Tanjung Pinang” Aston Hotel Tanjung Pinang Jl Adi Sucipto Km 11 Tj Pinang
12 Restaurant Comfort Hotel PT. Bintan Royal International (Comfort Hotel) Jl: Adi Sucipto KM 10 RT 01 RW 01 Batu IX, tg. Pinang
13 Restoran “Batam Centre Hotel” PT. Indomulti Perdana (Batam Centre Hotel) Komp. Ruko Raffles City Blok. E No. 6 – 9, Sadai – Bengkong
14
15 Gideon Hotel PT. Sri Indah Bangun Perkasa (Gideon Hotel) Komp. Penuin Centre Blok. AA No. 01
16 La Bamba Restaurant & La Brisa Juice PT. Uway Makmur Nagoya (Nagoya Mansion Hotel & Residence) Jl. Imam Bonjol, Kampung Utama No. 1, Batam
17 Lois Coffee House PT. Kemamuran Bersama (King’s Hotel) Jl. Yos Sudarso, Seraya Atas
18 Bamboo Resturant PT. Manunggal Prima Sejahtera (Harmoni One Hotel) Jl. Jendral Sudirman No. 01, Batam Centre
19 Harris Hotel Batam Centre PT. Retzan Indonusa Jl. Jendral Sudirman, Batam Centre
20 Cafe De Venus PT. Bumijaya Putrakampar (Planet Holiday Hotel & Residence) Jl, Raja Ali Haji, Sei Jodoh
21 Restaurant Balai Pelatihan Kesehatan Batam Balai Pelatihan Kesehatan Batam Jl. Marina City, Kel. Tanjung Uncang, Kec. Batu Aji
22 Phinisi Coffee Shop PT Mitra petala Nusantara (Harbouy Bay Amir Hotel) Jl. Duyung Batu Ampar
Iklan

Batam betul betul ingin mendongkrak pariwisata nya dengan menjual kuliner nusantara kepada setiap turis mancanegara. Terutama turis singapura dan malaysia. Namun sudah siapkah batam menghadapi pertanyaan dari para turis muslim mengenai kehalalan makanan nusantara yang disajikan tersebut ?

http://batampos.co.id/metropolis/metropolis/angkat_pamor_masakan_nusantara/

Atau karena mayoritas masakan yang disajikan di batam adalah masakan daerah dari suku tertentu yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, jadi mungkin tidak perlu diragukan kehalalannya ? Mungkinkah jika pemiliknya adalah seorang Haji, akan menggunakan bahan yang tidak halal dalam masakannya ? Cukupkah kepercayaan kita berdasarkan hal-hal yang demikian ?. Sementara mayoritas turis terutama yang sering datang dari malaysia sering mempertanyakan status kehalalan rumah makan yang ada di batam. Sangat sulit memilih rumah makan halal di sebuah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, dan sangat mudah sekali mencari rumah makan halal di negara singapura karena pengaturan rumah makan disana sudah dengan jelas memisahkan dan menghormati hak-hak penduduk muslimnya.

Tapi kalau dinas pariwisata batam sudah memperhatikan hal tersebut, mungkin sudah tidak ada kendala lagi bagi batam untuk mendongkrak pariwisata nya dengan menjual wisata kuliner. jadi tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati coto makassar, soto medan, nasi rawon, sate madura atau masakan bebek bali karena semuanya sekarang sudah ada di batam. Sudah terjaga kehalalan dan kebersihannya.¬† Mudah-mudahan pesta masakan nusantara ini tidak hanya pesta “satu malam” saja di hotel berbintang (meskipun hotelnya pun belum mempunyai restaurant yang bersertifikat halal) namun juga sekaligus menarik minat turis tersebut untuk datang “setiap saat” ke batam, sehingga bisnis restaurant/rumah makan di batam pun ikut terdongkrak.

Pilihan makan tidak hanya didominasi oleh turis non muslim dari negara singapura yang datang tiap-tiap akhir pekan, ke food court food court atau warung -warung tenda yang memang bebas menjual minuman beralkohol ataupun kedai kedai kopi di daerah nagoya yang banyak menawarkan makanan ala chinese. Namun wisata kuliner yang dijual pun memberikan hak yang sama, bagi turis muslim yang  ingin menikmati makanan nusantara, tidak dicampur dengan hingar bingar musik karaoke dan bau minuman keras beralkohol.

Bagi turis non muslim tidak ada halangan untuk menikmati masakan apa saja kan ? tapi bagi umat muslim baik turis muslim maupun masyarakat setempat, tentunya perlu mendapatkan hak pelayanan yang baik dari pemerintah untuk mendapatkan kenyamanan tersebut. Artinya sebagai muslim yang baik dan kafah tentunya “tidak akan datang” ke sebuah rumah makan yang masih belum jelas status kehalalannya.

jadi apa kelanjutannya dari pesta masakan nusantara yang sudah diadakan waktu itu ? …kita tunggu …

Ada beberapa hotel di Batam yang restaurantnya sudah mendapatkan sertifikat halal yaitu :

  1. Hotel Pusat Informasi Haji – Batam Centre
  2. Hotel Nagoya Plaza – Nagoya
  3. Hotel Virgo – Nagoya

Sedangkan hotel-hotel yang lain restaurant/cafenya belum mendapatkan sertifikat halal, pertama karena biasanya restaurant atau cafe tersebut disatukan dengan bar/pub yang menjual minuman keras/minuman beralkohol. Dalam standart LPPOM MUI yang mengeluarkan sertifikat halal, bila restaurant tersebut belum memisahkan dapur maupun area makan dan area produksinya dengan pub ataupun barnya, maka restaurant tersebut tidak diberikan izin untuk mengeluarkan pernyataan bahwa hotel tersebut mempunyai restaurant yang sudah disertifikat halal. Ada banyak bahan tambahan makanan baik untuk kue dan jajanan ringan maupun makanan utama hotel yang belum dipahami oleh beberapa restaurant yang biasanya kalau untuk hotel hidangan yang disajikan adalah hidangan western yang masih banyak didominasi oleh bumbu-bumbu dan komposisi bahan yang belum jelas (seperti tertera di tulisan sebelumnya). Sedangkan untuk hotel yang restaurantnya sudah mendapatkan sertifikat halal, jika ada tamu yang membawa minuman keras/beralkohol ke cafe tersebut juga akan mendapatkan peringatan keras karena point dr perjanjian sertifikat halal juga tidak diperbolehkan membawa minuman keras ke area restaurant dan warung yang sudah disertifikat halal. Bagi warga muslim yang ingin menginap di Batam tentunya agar memperhatikan hal ini, karena dari 100 lebih hotel yang ada di batam hanya ada sedikit sekali hotel yang benar-benar restaurantnya terpisah dengan pub nya, kebanyakan hotel masih bergabung, dan yang sangat miris tamu-tamu di hotel tersebut lebih banyak mayoritas muslim yang terlihat jelas seperti adanya rombongan ibu-ibu yang menggunakan kerudung. Apalagi saat ini banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan di hotel tersebut. Saran penulis alangkah lebih baiknya kegiatan tersebut bisa dialihkan ke hotel yang restaurantnya sudah bersertifikat halal, jika belum tanyakan apakah bisa katering makanan untuk acara dari katering yang sudah mendapatkan sertifikat halal atau tidak. Lalu bagaimana dengan Ramadhan yang tinggal 1 bulan lagi ? adakah dari kita semua yang sadar dengan hal ini, menunaikan ibadah sehari penuh tapi kita menodainya dengan membatalkan puasa di tempat yang syubhat, wallahualam.