Kegiatan seminar forum halal dengan judul ‘ kesadaran mengkonsumsi makanan halal, sehat dan aman” dihadiri oleh lebih kurang 30 peserta . Pembicara yang dihadirkan dari Jakarta yaitu Bpk Zaini yang merupakan pakar makanan organic melilea dan Bpk H. Hanif Direktur LPPOM MUI Kepulauan Riau dengan moderator Bpk Zainal salah seorang pemerhati herba di kota batam ini merupakan suatu awal dari sebuah rangkaian acara yg rencananya akan diadakan secara berkala. Acara yg dimulai pukul 9 dan ditutup pukul 11.30 ini berlangsung ramai karena banyak dari peserta yang terbatas ilmu nya dalama mengetahui keberadaan makanan dan produk halal yang beredar di tengah masyarakat. Acara ini juga diikuti oleh beberapa pengusaha makanan yang mayoritas non muslim, dengan sabar dan sungguh sungguh mengikuti acara dari awal hingga akhir, karena kepedulian mereka akan pentingnya sertifikat halal. Dijelaskan juga oleh Direktur LPPOM MUI prosedur dan syarat pengajuan sertifikat halal dan tidak serumit yg dibayangkan selama ini. Dengan biaya yang terjangkau dan disarankan untuk diurus sendiri, tidak melalui biro jasa yg tidak jelas. Pengetahuan tentang berbagai macam makanan yang berbahaya disekitar kita pun dipaparkan dengan jelas oleh Bpk Zaini, dijelaskan pula solusi pemeliharaan kesehatan yg nyata dengan produk kembali kea lam dengan mengkonsumsi makanan organic. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kesadaran mengkonsumsi makanan halal, aman serta sehat ternyata sangat penting karena makanan yg halal jelas adalah makanan yg sehat, dan makanan yg sehat tentu saja makanan yg aman secara bahan, aman dalam pembuatan nya dan aman dalam prosesnya. Berdasarkan kesimpulan inilah maka forum halal sebagai penyelengara kegiatan ini menganggap perlu mengadakan kegiatan lanjutan dalam jangka waktu 3 bulan kedepan utk membentuk komunitas masyarakat yg peduli dengan makanan dan kesehatan. Dalam pelaksanaan nya forum halal akan menggandeng instansi dan lembaga lembaga terkait seperti disperindag, dinas kesehatan, lembaga pendidikan dan KADIN dan lain lain yang terkait, agar kesadaran mengenai pentingnya memperhatikan konsumsi makanan sehat bisa dilakukan oleh semua pihak untuk menciptakan generasi yg kuat dan tangguh.

Iklan


Menu Sehat & Bugar di Bulan Puasa Ramadhan

Waktu Berbuka : Segelas Soya dingin/hangat dilanjutkan dengan GFO + air putih
Setelah Shalat Maghrib : makan beberapa potong kue + buah2an + air putih
Setelah Shalat Tarawih : makan nasi 1/2 porsi + lauk pauk + GFO (optional) + air putih
Waktu Sahur : GFO + makan nasi + lauk pauk + buah2an + air putih
Catatan :

Minum GFO minimal 2X mulai jam berbuka s/d Imsak
Minum air putih minimal 2 liter mulai jam berbuka s/d Imsak
Buatkan soya lebih kental (3 sendok) dalam 1 gelas agar stamina dan kondisi anda fit disiang hari.
Beri tenggang waktu 15-30 menit antara konsumsi GFO dan Nasi
Jangan makan berlebihan, agar kondisi anda tetap segar.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa semoga amal ibadah anda diterima oleh Allah SWT

1 Agustus hari ini, puasa tinggal 20 hari lagi, kita sering lupa, jika dalam menghadapai puasa ramadhan ingatan yang paling sering dipikirkan adalah “buka puasa” dan bukan puasa nya…yang paling disusahkan adalah “menahan lapar” nya dan bukan “menahan nafsu” nya. Padahal nafsu lah yang paling harus kita tahan, selain nafsu sahwat, tentunya menahan diri utk tidak terlalu berlebihan dalam makan dan berbuka puasa adalah yang paling seringkali dilupakan.
Dalam blog ini setahun yang lalu penulis sudah banyak menyarankan makanan sehat dan halal yg sebaiknya dikonsumsi, namun mungkin belum semua bisa terlaksana, hingga 11 bulan setelah puasa kita masih banyak belum merasakan arti dan manfaat puasa dari segi fisik dan kesehatannya.
Apalagi konsumsi makanan setelah puasa kembali “bablas” karena balas dendam karena “menahan lapar” selama 1 bulan.
Butuh persiapan seperti apa sih sebetulnya dalam menghadapi puasa ramadhan ? : cobalah beberapa kiat berikut ini :
1. Bayar Puasa tahun lalu (jika masih ada hutang puasa belum terbayar)
2. Coba puasa sunah senin kamis (bagi yg jarang melakukan puasa sunah) agar terbiasa dengan pola puasa.
3. Ubah pola makan dengan yang biasanya “makan apa saja” dan “jam berapa saja” dengan pola makanan yang teratur.
4. Susun perencanaan keuangan yang tepat untuk persiapan makanan sehat dan halal di bulan puasa.
5. Makan berlebihan tidak disarankan, jadi sebaiknya beli jajanan yang betul betul bisa dikonsumsi, mengingat banyak sekali jajanan dadakan yang akan hadir selama puasa.
6. Pilih tempat yang nyaman dan yang paling utama ber sertifikat HALAL (MUI) pada waktu buka puasa dan sahur, agar puasa nya barokah.
Semua hotel dan restaurant menjelang puasa banyak menawarkan menu buka puasa (ntah yg datang betul betul ingin berbuka puasa atau hanya makan malam saja walahualam) namun sebagian dari kita seringkali “lupa” atau malah justru melupakan prinsip-prinsip berpuasa nya setelah mendapatkan undangan makan di hotel berbintang atau restaurant mewah yang jelas jelas menyuguhkan makanan “tidak halal” dan minuman keras. meskipun ada sebagian restaurant dan tempat makan mengatakan mereka tidak menyuguhkan makanan “tidak halal”, namun ketidakpahaman mereka dengan bahan bahan & hal hal lain yang disyaratkan dalam sebuah sertifikasi halal bisa membuat sajian dan suguhan mereka menjadi tidak halal.
7. Istirahat yang cukup agar fisik tidak mudah masuk penyakit, apalagi akan terjadi perubahan cuaca dan tentunya volume pekerjaan tetap sama tidak ada rutinitas pekerjaan yang berbeda antara bulan puasa dan bulan sebelumnya.
8. Jaga silaturahmi dengan kerabat & handai taulan yang dekat maupun yang jauh, sarankan dan ingatkan mengenai pola makan dan istirahat.
9. Banyak- banyak doa dan beristigfar semoga disampaikan ke bulan ramadhan dalam kondisi yang prima.
Jika persiapan fisik dan materi sudah siap, maka keseimbangan perlu diadakan untuk persiapan ruh yang lebih sempurna. seperti yang di tunjukkan dalam Alquran dan beberapa hadist berikut ini.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Rasulullah n bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah k berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)

Penghapus Dosa
Ramadhan adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z)
Jadi siapkah fisik dan ruh anda menjelang ramadhan ?
“Ahlan wa sahlan ya Ramadhan!