Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jika berminat mencoba produk kuliner halal batam untuk oleh oleh khas batam logo-jun-es-puterhubungi ke 0812-77200946

Ibadah sempurna, konsumsi halal, usaha barokah, bisnis lancar, pilih lah tempat makan yang bersertifikat halal. 

Bagi kaum muslim yang sering bepergian, terutama karena alasan dinas maupun liburan, Batam dan kepulauan riau sering dijadikan tujuan wisata dan pertemuan. Namun belum banyak masyarakat yang tahu kalau di beberapa restaurant banyak sekali kesulitan jika kita harus mencari menu sarapan pagi yang halal, karena banyaknya makanan yang disajikan di hotel bercampur dengan makanan haram. Alhamdulilah di kepri terutama batam sudah banyak restaurant di hotel yg sudah bersertifikat halal, jadi gak ragu lg kalau bertandang kebatam dan sarapan pagi alias breakfast di hotel dan penginapan. Apalagi menjelang ramadhan biasanya banyak restoran hotel dan rumah makan yang menyediakan makanan buka bersama, padahal belum semuanya dari rumah makan dan restaurant hotel tersebut yang terjamin kehalalan nya, karena belum bersertifikasi LP POM MUI. banyak restoran  hotel yg mengaku sudah bersertifikat halal MUI tapi ternyata setelah dicek ke kantor LP POM belum ada, karena kebanyakan pemilik dan koki restoran biasanya hanya mengetahui kalau yang tidak diperbolehkan hanyalah jika tidak menyajikan daging yang diharamkan umat islam saja, padahal kehalalan makanan tidak hanya itu saja. Minuman yang memabukkan juga dilarang didalam alquran, selain itu daging yang diperoleh dari hewan yang halal tapi tidak disembelih dengan cara yang halal juga jatuhnya jadi haram. Minuman yang memabukkan pun biasanya sering dipergunakan utk campuran es cream, wafel dll, dan yang paling penting belum banyak orang yang tahu, kalau hewan haram yang dilarang ternyata turunan nya yang berupa, darah, usus, jeroan dll, bisa menjadi pasta dan bentuk lain sebagai campuran bahan tambahan makanan.

Nauzubillah min zalik…

Kalau sudah begini sebaiknya  kesadaran datangnya harus dari konsumen, informasi restauran halal berikut ini bisa jadi acuan juga utk tempat tempat pertemuan, pilihan memilih penginapan ketika berlibur ke pulau batam kepulauan riau.

1. RESTAURANT HOTEL NAGOYA PLAZA BATAM

2. RESTAURANT HOTEL GOOD WAY BATAM
3. RESTAURANT HOTEL VISTA BATAM
4. RESTAURANT HOTEL GOLDEN VIEW BATAM
5. RESTAURANT HOTEL GIDEON
6. RESTAURANT HOTEL VIRGO BATAM
7. RESTAURANT HOTEL HARMONI ONE BATAM
8. RESTAURANT GOLDEN PALACE HOTEL PACIFIC BATAM
9. RESTAURANT HOTEL MERCURE BATAM
10. RESTAURANT HOTEL PUSAT INFORMASI HAJI

11. RESTAURANT HOTEL BATAM CENTER HOTEL

12. RESTAURANT HOTEL HARIS HOTEL

13. RESTAURANT HOTEL PLANET HOLIDAY HOTEL

Insya allah usaha lancar, pertemuan berkah, ibadah sehari penuh barokah jika diisi dengan MAKANAN HALAL…aminnn

Bogor – Makin tingginya kebutuhan masyarakat untuk dilakukan sosialisasi halal, LPPOM MUI lakukan regenerasi karyawannya dalam acara Training for Trainer, Sabtu dan Minggu (15/10). Training yang berjalan serius tapi santai tersebut membahas berbagai isu terkini terkait Sistem Jaminan Halal (SJH). Informasi yang didapat selanjutnya dapat menjadi bekal para peserta yang terdiri dari auditor LPPOM MUI untuk dapat disebarluaskan kepada masyarakat.
LPPOM MUI bertekad untuk semakin terbuka kepada stakeholder baik kepada perusahaan maupun masyarakat secara luas guna menjamin transparansi regulasi halal. Program-program yang dilakukan diantaranya pelatihan SJH reguler tiap bulan, in-house training, dll.

Dalam waktu dekat, LPPOM MUI akan menggelar Halal Bi Halal dengan mengajak seluruh perusahaan bersertifikasi halal. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2011 pukul 08.30, di Hotel Twin Plaza, Jakarta.

Perusahaan Halal yang menghendaki informasi pengurusan sertifikasi halal dan Sistem Jaminan Halal secara lebih mendalam pun dipersilahkan untuk mengikuti class session di LPPOM MUI Jl. Proklamasi No.51, Lt.III, Menteng, Jakarta Pusat setiap hari Selasa, jam 10.00 WIB.

Untuk masyarakat luas juga digelar berbagai kegiatan sosialisasi seperti seminar, talkshow, kegiatan sosialisasi seperti Halal Tour, Halal Goes To School, Halal Cooking Class, dll. Agenda terdekat adalah pada tanggal 24 Oktober 2011 akan diselenggarakan Halal Tour dengan mengajak murid dari SMPIT Ummul Qur’a berkunjung ke Pabrik PT. Indolakto. Selain mengetahui proses produksi sebuah produk susu, para peserta juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana menjaga produk halal dari proses produksinya sampai ke tangan konsumen. (nad)

http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=811%3Alppom-mui-lakukan-regenarasi-trainer&catid=1%3Alatest-news&Itemid=434&lang=in

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat H Muhamad Nadratuzzaman Hosen mengaku ada indikasi barang yang jelas-jelas haram ingin dikatakan halal.

“Terhadap produsen yang melakukan hal seperti itu, MUI telah melakukan peneguran,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara Workshop On Dairy Product Flavors And Vitamins dan Training On Halal Asurance System di Bogor, Jawa Bara Senin kemarin.

“Kita telah menegur keras kepada mereka, tapi yang berwenang menindak mereka adalah pemerintah. Sudah berapa produsen nakal yang sudah ditegur.”

Dia mengemukakan, sejauh ini peran MUI hanya menangkal barang-barang haram dari produsen agar sampai beredar kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

“Sebaliknya, kalau barang dari produsen sudah beredar di masyarakat, maka MUI tidak bertanggung jawab, justru pemerintah yang bertanggung jawab,” katanya.

Pada bagian lain, Muhamad Nadratuzzaman Hosen juga menyatakan bahwa MUI menilai akan sangat keliru jika pemerintah yang mengeluarkan sertifikasi halal, sebab kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah MUI, sedangkan tugas pemerintah membuat peraturan atau Undang-undang agar produsen dalam memproduksi barang-barangnya dijamin halal.

“Sejauh ini, saya melihat ada usaha dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama yang akan mengambil alih peran MUI untuk mengeluarkan sertifikasi halal. Kalau hal ini terjadi jelas sangat keliru,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tugas dan kewenangan pemerintah adalah membuat aturan, bukan mengeluarkan sertifikasi halal.

“Artinya, kalau pemerintah sudah membuat aturan, tidak perlu lagi ada sertifikasi halal, sebab produsen maupun konsumen sudah yakin barang yang diproduksinya dijamin halal,” katanya.

Karena itu, kata dia, jangan sampai sertifikat halal menjadi proyek pemerintah, sehingga biarlah kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah tugas ulama, dalam hal ini MUI yang sudah melaksanakannya selama 20 tahun.

Mengenai RUU (Rancangan Undang-Undang) Jaminan Produk Halal yang saat ini sedang dibahas di Komisi VIII DPR RI, ia mengatakan, jaminan produk halal diperlukan untuk meyakinkan apa yang dikerjakan oleh MUI dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, karena selama ini tidak ada payung hukum jelas yang dikeluarkan oleh pemerintah, “Jadi, RUU Jaminan Produk Halal bukan untuk mengambil alih peran MUI,” katanya. [ant/www.hidayatullah.com]

Brem

Adalah brem padat, jajanan khas Jawa Timur, yang memang cenderung tak ada masalah untuk dikonsumsi umat Islam. Yang perlu diwaspadai adalah brem yang berbentuk cair. Brem jenis ini biasanya banyak terdapat di Lombok dan Bali yang dikemas dalam botol.

Brem cair ini dibuat melalui proses fermentasi yang memanfaatkan jamur tertentu guna mengurai karbohidrat dan glukosa menjadi ether. Bahan bakunya terdiri dari ragi tape, beras ketan hitam dan putih. Kedua beras ketan tersebut dicampurkan dan direndam semalam, kemudian ditiriskan dan dikukus menjadi nasi. Nasi ketan ini didinginkan di sebuah ruang serta diberi ragi yang telah dihaluskan, dicampur secara merata, dibungkus dengan plastik atau daun pisang. Bungkusan tersebut difermentasikan selama 3-5 hari hingga berbentuk tape yang kemudian dipres agar keluar cairannya, sedangkan ampasnya dibuang. Cairan yang dihasilkan dari
tape tersebut didiamkan beberapa saat, kemudian direbus dalam suhu dibawah titik didih dalam kurun waktu tertentu. Jadilah brem minuman berkadar alkohol tinggi dan tentu saja haram hukumnya.

Bika Ambon
Bika Ambon adalah kue berongga, berwarna kekuningan, empuk, agak kenyal, dan manis. Bika Ambon bisa dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan arak, air tape, atau air nira.  Jadi jika membeli atau mendapatkan oleh oleh bika ambon pastikan ada logo halal MUI sebab khawatir dibuat dengan menggunakan arak. Bika Ambon yang mendapatkan logo halal biasanya menggunakan air nira pada proses fermentasi nya.

Bakpia

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta.

Isilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅), yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Ada banyak orang masih khawatir dengan penyebutan kata bak pada bakpia seperti halnya makanan lainnya seperti bakmi bakso bakpao dan lain lain padahal arti “bak” sendiri yg memang berasal dari cina adalah daging dan bukan babi dan bahasa cinanya babi buka “bak”.

Namun yg dikhawatirkan sekarang adalah kulit bakpia/bakpia pathok ada yang memakai bumbu minyak babi biar ‘greng’. Jadi pastikan bakpia yang didapat dari oleh oleh adalah bakpia yang sudah ada label halal MUI.

bersambung…

(pernyataan dibawah ini adalah pernyataan dari Bapak Wakil Walikota Batam pada web beliau pada sekitar bulan februari 2009 atas pertanyaan dari seorang penanya)

“Untuk itu kami mengimbau kepada pemilik usaha rumah makan maupun restoran baik yang berada di hotel maupun di luar hotel untuk peduli terhadap sertifikasi label halal haram pada sebuah makanan atau pun minuman yang dikonsumsi masyarakat luas dari LPPOM MUI.

Pengusaha restoran dan rumah makan peduli terhadap sertifikasi halal tersebut kami rasa bahkan menguntungkan mereka sendiri bukan merugikan.

Dengan adanya sertifikat kehalalan tersebut, umat Islam akan merasa nyaman apabila menikmati makanan yang disajikan direstoran atau di rumah makan tersebut. Seperti luar negeri saja contohnya Singapura, Malaysia dan Australia sangat konsen terhadap sertifikat itu, kenapa kita kurang, inilah yang patut kita tiru di Batam.

Sertifikasi yang dikeluarkan LPPOM itu merupakan sub dari MUI. Artinya, mereka yang ada dI LPPOM MUI adalah ulama yang sangat memiliki kridibilitas dan patut bagi kita umat Islam mengikuti itu.

Ir Ria Saptarika, Wakil Walikota Batam
(pernyataan diatas adalah pernyataan dari Bapak Wakil Walikota Batam pada web beliau pada sekitar bulan februari 2009)
sumber : http://www.riasaptarika.web.id

  • LPPOM MUI Jawa Barat

Jl. RE Martadinata No 105 Bandung, Telp : 022-7324148, 0251-7156678

  • LPPOM MUI Lampung

PKUI/Islamic Centre, Jl. Sukarno Hatta Rajabasa, Bandar Lampung, Telp : 0721-251003, 786937

  • LPPOM MUI DKI Jakarta

Masjid Islamic Centre, Jl. Kramat Jaya Raya Koja Jakarta Utara, Telp : 02144835249, 70972352

  • LP POM MUI Bali

Jl. Pulau Menjangan 28 Denpasar 80114, Telp : 0361-238079

  • LPPOM MUI Jawa Timur

Jl. Dharmahusada Selatan No. 5 Surabaya 60285, Telp : 031-5965518

  • LPPOM MUI Riau

Jl. Syeh Burhanuddin, Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Telp : 0761-21415

  • LPPOM MUI Sulawesi Selatan

RS Islam Faisal, Jl. Pangeran Patarani Makasar 90222 dan Lt. Dasar Masjid Raya Makasar, Jl. Masjid Raya No. 1 Makasar 90153, Telp : 0411-853364, 5063787

…bersambung…