Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jika berminat mencoba produk kuliner halal batam untuk oleh oleh khas batam logo-jun-es-puterhubungi ke 0812-77200946

Bersama para usahawan muda, giat kuliner halal batam saat ini ternyata berkembang pesat, dalam berbagai kegiatan selalu ditampilkan dan selalu dicari oleh konsumen makanan halal, karena selain halal konsumen taunya makanan halal juga baik, bersih dan bebas dari tercemarnya zat beracun. Kuliner Halal Batam dalam grup yg tergabung di media sosial, bersama sama mengembangkan usaha masing masing dengan berbagai macam promo baik di media sosial sendiri mau di media radio lokal. Bekerja sama dengan HIPMI kepri pada musda nya beberapa waktu yg lalu kuliner halal batam diberikan kesempatan utk berpameran di novotel batam. Media radio lokal seperti Zoo fm, Sheila fm dan RRI batam, hampir sekitar 80 anggota bergilir utk mempromosikan usaha.

Beberapa usaha yg tergabung didalam kuliner halal batam seperti Mie ayam pangsit arum bandung, rm anging mamiri, my cemilan snack, food court khasanah plaza sukajadi, alifia madu rimba, rendang monda, dapur yupita, serundeng ubi ko selah, dapur diva sagon, cake tape nona, almira cake, cake pisang villa, nayadam cakes, pancake durian tokngah, es pisang ijo mahligai, pepes ikan asih, bakso kota cakman, rest hotel vista, akoengjun es puter, si jago rendang, dapur jahe unikoe, prince katering, halimah cakes, pizza d almana picola stela, dian villo, shakilla bekakak, master food, azzuri snack, tsabit snack, heni katering and snack, rest nagoya plaza, laziz bakery, rm sederhana lintau panbil, kedai oke, afira snacks, jambu marina, fanara juices, warung santai laskar pelangi, soto bandung bu imas, alif coklat, brownies bunda, kue tradisional kak nur, dapur minang bumbu, aqila brownies lava, pak cik teh tarik, teh tarik botol, rumah bungkus raja isa, ayam penyet sidomulyo, hayufa cakes and snack, eskul ice cream, pondok kolak rumah suzannelajaa, warung mbah, SGT Food, New Sun Bread, Istana Kurma, Soto Kuali Solo, Es Durian, es Muna, Bean City dan bakso kota cakman, Bakso Malang bagelen, Bakso beku MM, barokah snack, lapis batam, Vita bread, tahu zahra, veni bolen, khansa pizza mini, alifia snack, vita bread, morning bakery, nabil snack, pucisa snack, bolu annisa , gelael bakery, dapur epah, snack keju selebritis, dll

Selama ramadhan komunitas kuliner halal batam mengadakan kegiatan dan kajian keilmuan seperti belajar membuat pembukuan sederhana, belajar mengenai komunikasi efektif, nutrisi pangan dan toko online, bekerja sama dengan khasanah plaza dan dosen dosen universitas terkemuka di batam.

 

Ibadah sempurna, konsumsi halal, usaha barokah, bisnis lancar, pilih lah tempat makan yang bersertifikat halal. 

Bagi kaum muslim yang sering bepergian, terutama karena alasan dinas maupun liburan, Batam dan kepulauan riau sering dijadikan tujuan wisata dan pertemuan. Namun belum banyak masyarakat yang tahu kalau di beberapa restaurant banyak sekali kesulitan jika kita harus mencari menu sarapan pagi yang halal, karena banyaknya makanan yang disajikan di hotel bercampur dengan makanan haram. Alhamdulilah di kepri terutama batam sudah banyak restaurant di hotel yg sudah bersertifikat halal, jadi gak ragu lg kalau bertandang kebatam dan sarapan pagi alias breakfast di hotel dan penginapan. Apalagi menjelang ramadhan biasanya banyak restoran hotel dan rumah makan yang menyediakan makanan buka bersama, padahal belum semuanya dari rumah makan dan restaurant hotel tersebut yang terjamin kehalalan nya, karena belum bersertifikasi LP POM MUI. banyak restoran  hotel yg mengaku sudah bersertifikat halal MUI tapi ternyata setelah dicek ke kantor LP POM belum ada, karena kebanyakan pemilik dan koki restoran biasanya hanya mengetahui kalau yang tidak diperbolehkan hanyalah jika tidak menyajikan daging yang diharamkan umat islam saja, padahal kehalalan makanan tidak hanya itu saja. Minuman yang memabukkan juga dilarang didalam alquran, selain itu daging yang diperoleh dari hewan yang halal tapi tidak disembelih dengan cara yang halal juga jatuhnya jadi haram. Minuman yang memabukkan pun biasanya sering dipergunakan utk campuran es cream, wafel dll, dan yang paling penting belum banyak orang yang tahu, kalau hewan haram yang dilarang ternyata turunan nya yang berupa, darah, usus, jeroan dll, bisa menjadi pasta dan bentuk lain sebagai campuran bahan tambahan makanan.

Nauzubillah min zalik…

Kalau sudah begini sebaiknya  kesadaran datangnya harus dari konsumen, informasi restauran halal berikut ini bisa jadi acuan juga utk tempat tempat pertemuan, pilihan memilih penginapan ketika berlibur ke pulau batam kepulauan riau.

1. RESTAURANT HOTEL NAGOYA PLAZA BATAM

2. RESTAURANT HOTEL GOOD WAY BATAM
3. RESTAURANT HOTEL VISTA BATAM
4. RESTAURANT HOTEL GOLDEN VIEW BATAM
5. RESTAURANT HOTEL GIDEON
6. RESTAURANT HOTEL VIRGO BATAM
7. RESTAURANT HOTEL HARMONI ONE BATAM
8. RESTAURANT GOLDEN PALACE HOTEL PACIFIC BATAM
9. RESTAURANT HOTEL MERCURE BATAM
10. RESTAURANT HOTEL PUSAT INFORMASI HAJI

11. RESTAURANT HOTEL BATAM CENTER HOTEL

12. RESTAURANT HOTEL HARIS HOTEL

13. RESTAURANT HOTEL PLANET HOLIDAY HOTEL

Insya allah usaha lancar, pertemuan berkah, ibadah sehari penuh barokah jika diisi dengan MAKANAN HALAL…aminnn

Anda memerlukan pengetahuan bagaimana cara mengurusnya ?
siapkanlah beberapa syarat berikut :
1. Mengisi Formulir yang disediakan. (bisa dilakukan di kantor sambil membawa berkas berkas lainnya sesuai point selanjutnya)
2. Surat surat izin usaha mis : domisili, dokumen usaha (CV atau PT) surat izin dinkes, PIRT dll, namun jika belum bisa dilampirkan, bisa menyusul.
3. Fotokopy KTP pemilik/direktur.
4. Kelengkapan syarat syarat halal jika sudah mempunyai mis : sertifikat halal ayam dan daging bagi katering atau sertifikat halal bahan tambahan makanan misal nya pewarna pengawet dll.
5. Foto 3 X 4 warna 2 lembar bagi pemilik
6. Surat Permohonan ditujukan kepada Direktur LPPOM MUI Kepri dilampiri materai 6000 yang ditandatangani pemilik/direktur.
7. Uang Pendaftaran sebesar 100 rb rupiah
8. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi admin di 0778-469911 di kantor MUI lantai basement Masjid Raya Batam Center.

Info penting lain

– diharapkan tidak melalui jasa/calo/perantara lainnya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran info maupun biaya admin yang tidak jelas, pengurusan sebaiknya diurus sendiri oleh pemilik atau pegawai perusahaan tersebut.
– Setelah berkas masuk, saudara akan menunggu panggilan untuk diaudit oleh auditor LPPOM MUI ke rumah makan/restaurant/Katering saudara pada waktu yg disepakati bersama.
– Audit akan dilakukan pada dapur yang sedang berproduksi.
– Auditor yg akan hadir biasanya 2 – 3 orang tergantung besarnya jenis usaha yg akan diaudit, membawa surat tugas dan tanda pengenal auditor.
– Pada saat pelaksanaan audit, pemilik usaha di harapkan untuk menjemput auditor ke kantor LPPOM MUI dan kemudian setelah pekerjaan audit dilakukan auditor, kemudian pemilik usaha akan mengantar auditor kembali ke kantor LPPOM MUI.
– klasifikasi jenis usaha (besar/kecil/menengah) akan dianalisa oleh bagian auditing dan keuangan berdasarkan berkas usaha yg terlampir.
– mengenai besarnya biaya yg dikenakan bisa langsung menghubungi administrasi di telpon link yang sudah disebutkan, dan biaya nya juga langsung ditransfer ke rekening bank syariah yang ditunjuk.
– Jika biaya sudah ditransfer maka proses audit/survey baru bisa dilakukan, setelah survey berkas akan disidangkan oleh auditor dan team auditor dan juga akan disidangkan oleh komisi fatwa MUI, dan setelah dinyatakan halal oleh sidang, sertifikat halal sudah bisa dicetak dan pemilik usaha akan diundang untuk hadir mendapatkan penjelasan seputar komitmen menjaga agar usaha nya tetap halal serta serah terima sertifikat halal.
– proses tersebut biasanya memakan waktu lebih kurang 1 bulan sejak di audit.
– pemilik usaha akan mendapatkan sertifikat serta stiker logo halal MUI.
– kerjasama yang baik dari pemilik usaha lebih diutamakan demi kelancaran pengurusan

sekilas info semoga bermanfaat

(Sumber Admin LPPOM MUI Kepri)

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat H Muhamad Nadratuzzaman Hosen mengaku ada indikasi barang yang jelas-jelas haram ingin dikatakan halal.

“Terhadap produsen yang melakukan hal seperti itu, MUI telah melakukan peneguran,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara Workshop On Dairy Product Flavors And Vitamins dan Training On Halal Asurance System di Bogor, Jawa Bara Senin kemarin.

“Kita telah menegur keras kepada mereka, tapi yang berwenang menindak mereka adalah pemerintah. Sudah berapa produsen nakal yang sudah ditegur.”

Dia mengemukakan, sejauh ini peran MUI hanya menangkal barang-barang haram dari produsen agar sampai beredar kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

“Sebaliknya, kalau barang dari produsen sudah beredar di masyarakat, maka MUI tidak bertanggung jawab, justru pemerintah yang bertanggung jawab,” katanya.

Pada bagian lain, Muhamad Nadratuzzaman Hosen juga menyatakan bahwa MUI menilai akan sangat keliru jika pemerintah yang mengeluarkan sertifikasi halal, sebab kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah MUI, sedangkan tugas pemerintah membuat peraturan atau Undang-undang agar produsen dalam memproduksi barang-barangnya dijamin halal.

“Sejauh ini, saya melihat ada usaha dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama yang akan mengambil alih peran MUI untuk mengeluarkan sertifikasi halal. Kalau hal ini terjadi jelas sangat keliru,” katanya.

Ia mengatakan bahwa tugas dan kewenangan pemerintah adalah membuat aturan, bukan mengeluarkan sertifikasi halal.

“Artinya, kalau pemerintah sudah membuat aturan, tidak perlu lagi ada sertifikasi halal, sebab produsen maupun konsumen sudah yakin barang yang diproduksinya dijamin halal,” katanya.

Karena itu, kata dia, jangan sampai sertifikat halal menjadi proyek pemerintah, sehingga biarlah kewenangan mengeluarkan sertifikasi halal adalah tugas ulama, dalam hal ini MUI yang sudah melaksanakannya selama 20 tahun.

Mengenai RUU (Rancangan Undang-Undang) Jaminan Produk Halal yang saat ini sedang dibahas di Komisi VIII DPR RI, ia mengatakan, jaminan produk halal diperlukan untuk meyakinkan apa yang dikerjakan oleh MUI dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, karena selama ini tidak ada payung hukum jelas yang dikeluarkan oleh pemerintah, “Jadi, RUU Jaminan Produk Halal bukan untuk mengambil alih peran MUI,” katanya. [ant/www.hidayatullah.com]

sumber dr sini
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Peternakan Jawa Barat mengimbau masyarakat konsumen umum di Kota Bandung dan Kota Bogor, agar berhati-hati dalam membeli produk dendeng/abon. Imbauan itu dilontarkan terkait ditemukannya beberapa merek dendeng/abon, yang berdasarkan pengujian laboratorium ditemukan kandungan daging babi namun mencantumkan label halal pada kemasannya.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan Jabar H. Koesmayadie, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesmavet, Nana M. Adnan, di Bandung, Selasa (24/3).

Koesmayadie mengatakan, ditemukannya produk dendeng/abon mengandung daging babi, setelah melalui pengujian rutin oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Di Bandung mereka mengambil 31 sampel bakso sapi dan 15 sampel dendeng sapi dari Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Ujungberung, Pasar Antapani, Pasar Cicaheum, Pasar Cicadas, Pasar Kosambi, dan Pasar Basalamah. Di Bogor diambil 17 sampel bakso sapi dan 4 sampel dendeng sapi dari Pasar Balekambang, Pasar Anyar, dan Pasar Bogor, masing-masing pada 11 dan 26 Februari 2009 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Koesmayadie, ditemukan adanya daging babi pada produk dendeng/abon yang diedarkan oleh penjual di pasar tradisional. Lain halnya bakso sapi, sejauh ini belum terbukti adanya penggunaan campuran daging babi.

“Kendati ditemukan adanya merek-merek dendeng/abon tertentu yang menggunakan bahan daging babi, masyarakat konsumen umum tak perlu panik dan tinggal berhati-hati dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli. Kami juga terus memantau sejauh mana peredaran dendeng/abon yang berbahan daging babi di Jabar, demi kenyamanan dan keamanan para konsumen umum,” kata Koesmayadi.

Mereka menyebutkan, produk dendeng/abon yang sudah terbukti menggunakan bahan daging babi, mereknya berinisial CKS No. SP:0094/13.06/92 dan dendeng berinisial CPM No. SP:030/1130/94, di mana pencantuman Halal pun tak sesuai dengan prosedur.

Selama ini, nomor SP berangka 92 dan 94 diketahui berasal dari Jawa Tengah, namun oleh tim penguji merek CKS ditemukan di Pasar Kosambi dan Pasar Basalamah Bandung, sedangkan merek CPM diambil dari Pasar Anyar Bogor.

Menurut Koesmayadie, pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mengedarkan produk dendeng/abon sapi campuran daging babi, dapat mengganggu ketenteraman batin manusia, terutama umat Islam di Jabar. Padahal, Pemprov Jabar melalui Dinas Peternakan Jabar sejak lama selalu menyosialisasikan moto HAUS (Halal, Aman, Utuh, dan Sehat) bagi produk-produk konsumsi berbahan baku hewani serta memasyarakatkan usaha peternakan secara islami bekerja sama dengan MUI.

Jika hanya dilihat dari kepentingan ekonomi, produsennya diduga bertujuan mengambil keuntungan lebih besar dengan mengambil bahan campuran daging babi. Selama ini, bahan yang sering digunakan terutama babi hutan alias bagong, karena harganya jauh lebih murah.

Koesmayadie mengakui, sejumlah kalangan di Dinas Peternakan Jabar mengetahui adanya kebiasaan sejumlah pehobi berburu bagong, yang menjual daging hasil buruannya kepada pembuat dendeng/abon untuk pangsa pasar non-Muslim.

Koesmayadie mempertanyakan motif penjualan produk dendeng/abon yang mengandung daging babi, tetapi dikemas dengan mencatumkan daging sapi dan tulisan halal yang dijual ke pasaran umum. Bahkan, produk ini juga ditemukan di beberapa swalayan dengan harga cukup murah.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LP POM) MUI Jabar, Prof. Dr. H.A. Surjadi, M.A. mengatakan, produk/merek dendeng/abon merek CPS dan CPM sampai kini belum mendapat sertifikat halal dari MUI. Bahkan, tulisan Halal yang mereka cantumkan dalam kemasan tersebut dibuat oleh perusahaan sendiri secara sepihak.

“Kami juga mendesak pedagang yang menjual merek bersangkutan, agar segera menarik produk tersebut dari peredaran dan tak menjual lagi stok yang ada. Kami juga mengimbau agar konsumen Muslim selalu berhati-hati dan cermat saat berbelanja, dan menyampaikan terima kasih kepada BPPHK Cikole atas laporan hasil pengujian oleh mereka,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat

TV ONE akan membahas masalah dendeng babi besok pagi 1 april 2009 bersama pakar teknologi pangan dari Universitas Pasundan besok pagi jam 6.30 pada Acara “Apa Kabar Indonesia pagi”

  • LPPOM MUI Jawa Barat

Jl. RE Martadinata No 105 Bandung, Telp : 022-7324148, 0251-7156678

  • LPPOM MUI Lampung

PKUI/Islamic Centre, Jl. Sukarno Hatta Rajabasa, Bandar Lampung, Telp : 0721-251003, 786937

  • LPPOM MUI DKI Jakarta

Masjid Islamic Centre, Jl. Kramat Jaya Raya Koja Jakarta Utara, Telp : 02144835249, 70972352

  • LP POM MUI Bali

Jl. Pulau Menjangan 28 Denpasar 80114, Telp : 0361-238079

  • LPPOM MUI Jawa Timur

Jl. Dharmahusada Selatan No. 5 Surabaya 60285, Telp : 031-5965518

  • LPPOM MUI Riau

Jl. Syeh Burhanuddin, Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Telp : 0761-21415

  • LPPOM MUI Sulawesi Selatan

RS Islam Faisal, Jl. Pangeran Patarani Makasar 90222 dan Lt. Dasar Masjid Raya Makasar, Jl. Masjid Raya No. 1 Makasar 90153, Telp : 0411-853364, 5063787

…bersambung…