Ibadah sempurna, konsumsi halal, usaha barokah, bisnis lancar, pilih lah tempat makan yang bersertifikat halal. 

Bagi kaum muslim yang sering bepergian, terutama karena alasan dinas maupun liburan, Batam dan kepulauan riau sering dijadikan tujuan wisata dan pertemuan. Namun belum banyak masyarakat yang tahu kalau di beberapa restaurant banyak sekali kesulitan jika kita harus mencari menu sarapan pagi yang halal, karena banyaknya makanan yang disajikan di hotel bercampur dengan makanan haram. Alhamdulilah di kepri terutama batam sudah banyak restaurant di hotel yg sudah bersertifikat halal, jadi gak ragu lg kalau bertandang kebatam dan sarapan pagi alias breakfast di hotel dan penginapan. Apalagi menjelang ramadhan biasanya banyak restoran hotel dan rumah makan yang menyediakan makanan buka bersama, padahal belum semuanya dari rumah makan dan restaurant hotel tersebut yang terjamin kehalalan nya, karena belum bersertifikasi LP POM MUI. banyak restoran  hotel yg mengaku sudah bersertifikat halal MUI tapi ternyata setelah dicek ke kantor LP POM belum ada, karena kebanyakan pemilik dan koki restoran biasanya hanya mengetahui kalau yang tidak diperbolehkan hanyalah jika tidak menyajikan daging yang diharamkan umat islam saja, padahal kehalalan makanan tidak hanya itu saja. Minuman yang memabukkan juga dilarang didalam alquran, selain itu daging yang diperoleh dari hewan yang halal tapi tidak disembelih dengan cara yang halal juga jatuhnya jadi haram. Minuman yang memabukkan pun biasanya sering dipergunakan utk campuran es cream, wafel dll, dan yang paling penting belum banyak orang yang tahu, kalau hewan haram yang dilarang ternyata turunan nya yang berupa, darah, usus, jeroan dll, bisa menjadi pasta dan bentuk lain sebagai campuran bahan tambahan makanan.

Nauzubillah min zalik…

Kalau sudah begini sebaiknya  kesadaran datangnya harus dari konsumen, informasi restauran halal berikut ini bisa jadi acuan juga utk tempat tempat pertemuan, pilihan memilih penginapan ketika berlibur ke pulau batam kepulauan riau.

1. RESTAURANT HOTEL NAGOYA PLAZA BATAM

2. RESTAURANT HOTEL GOOD WAY BATAM
3. RESTAURANT HOTEL VISTA BATAM
4. RESTAURANT HOTEL GOLDEN VIEW BATAM
5. RESTAURANT HOTEL GIDEON
6. RESTAURANT HOTEL VIRGO BATAM
7. RESTAURANT HOTEL HARMONI ONE BATAM
8. RESTAURANT GOLDEN PALACE HOTEL PACIFIC BATAM
9. RESTAURANT HOTEL MERCURE BATAM
10. RESTAURANT HOTEL PUSAT INFORMASI HAJI

11. RESTAURANT HOTEL BATAM CENTER HOTEL

12. RESTAURANT HOTEL HARIS HOTEL

13. RESTAURANT HOTEL PLANET HOLIDAY HOTEL

Insya allah usaha lancar, pertemuan berkah, ibadah sehari penuh barokah jika diisi dengan MAKANAN HALAL…aminnn

Bogor – Makin tingginya kebutuhan masyarakat untuk dilakukan sosialisasi halal, LPPOM MUI lakukan regenerasi karyawannya dalam acara Training for Trainer, Sabtu dan Minggu (15/10). Training yang berjalan serius tapi santai tersebut membahas berbagai isu terkini terkait Sistem Jaminan Halal (SJH). Informasi yang didapat selanjutnya dapat menjadi bekal para peserta yang terdiri dari auditor LPPOM MUI untuk dapat disebarluaskan kepada masyarakat.
LPPOM MUI bertekad untuk semakin terbuka kepada stakeholder baik kepada perusahaan maupun masyarakat secara luas guna menjamin transparansi regulasi halal. Program-program yang dilakukan diantaranya pelatihan SJH reguler tiap bulan, in-house training, dll.

Dalam waktu dekat, LPPOM MUI akan menggelar Halal Bi Halal dengan mengajak seluruh perusahaan bersertifikasi halal. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2011 pukul 08.30, di Hotel Twin Plaza, Jakarta.

Perusahaan Halal yang menghendaki informasi pengurusan sertifikasi halal dan Sistem Jaminan Halal secara lebih mendalam pun dipersilahkan untuk mengikuti class session di LPPOM MUI Jl. Proklamasi No.51, Lt.III, Menteng, Jakarta Pusat setiap hari Selasa, jam 10.00 WIB.

Untuk masyarakat luas juga digelar berbagai kegiatan sosialisasi seperti seminar, talkshow, kegiatan sosialisasi seperti Halal Tour, Halal Goes To School, Halal Cooking Class, dll. Agenda terdekat adalah pada tanggal 24 Oktober 2011 akan diselenggarakan Halal Tour dengan mengajak murid dari SMPIT Ummul Qur’a berkunjung ke Pabrik PT. Indolakto. Selain mengetahui proses produksi sebuah produk susu, para peserta juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana menjaga produk halal dari proses produksinya sampai ke tangan konsumen. (nad)

http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=811%3Alppom-mui-lakukan-regenarasi-trainer&catid=1%3Alatest-news&Itemid=434&lang=in

Para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, ham burger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi, dan ketika dipasarkan di negara muslim diganti dengan daging sapi -pent).
Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Dan para dokter di rumah sakit “May Clinics” di negara bagian “Arizona” telah melakukan pembedahan terhadapnya di rumah sakit tersebut setelah mereka berhasil mendeteksi “adanya rasa sakit” di bagian otak karena adanya cacing yang tumbuh di dalamnya. Dan akhirnya para dokter memberita hukan bahwa mereka harus melakukan operasi secepatnya untuk bisa mengobati sang perempuan tersebut.

Para dokter menegaskan bahwa makanan daging babi yang terkenal itu telah dikonsumsi oleh sang perempuan AS di Meksiko, dan mengandung cacing yang dikenal dengan nama “taenia solium” yaitu cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia dari jalan makanan yang tidak sempurna ketika dimasak.
Josef Seirphin, salah seorang dokter perempuan di rumah sakit tersebut menjelaskan bahwa telur cacing menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak.
Down Piesira mengatakan, “Sesungguhnya pendapat yang mengatakan adanya cacing di dalam otak terasa sangat asing ….sangat mengagetkan sekali ketika aku menemukan mereka merasakan sakit di bagian otaknya, dan keluarlah cacing dari otaknya. Kejadian ini adalah kejadian besar yang menyakitkan.”

Akhirnya, sang perempuan menerima untuk dioperasi –kejadian ini terjadi pada sepekan yang lalu (laporan ini ditulis pada tanggal 14 April 2001 -pent)– dalam waktu 6 jam berturut-turut untuk mengeluarkan cacing yang ada di dalam otak kepalanya. Dan para dokter melakukan pembiusan lokal, dimana sang perempuan harus dalam keadaan sadar dan bisa berfikir ketika dioperasi, sebab hal itu dilakukan di organ yang sangat vital, yaitu otak; dan harus diajak bicara selama operasi sehingga operasi itu tidak membawa efek samping sedikitpun terhadap otak perempuan itu. Pada akhirnya, para dokter menemukan satu ekor cacing yang sudah rusak dan mengeluarkannya tanpa ada satu dampak negatif pun.

Josef Seirphin, dokter perempuan yang mengetuai pengobatannya, mengatakan, “Ini adalah kejadian yang sangat beruntung, sebab kami belum pernah menemukan di otaknya selain satu cacing saja.” Josef Seirphin pun bergegas mengobatinya. Dan para rekan dokter lainnya menegaskan bahwa mereka butuh waktu untuk memonitor kesehatannya untuk mengembalikan kesehatannya selama 6 bulan. Dan hal itu sampai kini masih menyebabkan sang perempuan mengalami gejala aneh dan kesulitan lainnya.

Penyakit-penyakit Yang Disebabkan Daging Babi

Para dokter menegaskan bahwa penyakit-penyakit “cacing pita” merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar 1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
Ketika seseorang mengkonsumsi daging babi, maka larva yang ada di dalamnya akan menjadi cacing dalam perut manusia. Cacing ini akan menyebabkan seseorang merasa lemah, letih. Dan kekurangan vitamin B-12 yang menyebabkan terjadinya kekurangan darah, terkadang bisa menyebabkan munculnya penyakit pada syaraf otak, semisal dis-fungsi syaraf pusat.
Larva-larva pada sebagian keadaan bisa mencapai otak dan menyebabkan terjadinya “sawan” atau naiknya tekanan dalam syaraf, pusing yang sangat, atau bahkan bisa menyebabkan lumpuh. Dan mengkonsumsi daging babi yang tidak sempurna dimasak juga menyebabkan adanya cacing rambut. Ketika cacing ini sampai di usus 12 jari, maka akan keluar larva yang sangat banyak setelah 4 atau 5 hari dan kemudian masuk ke dalam dinding lambung. Kemudian ia masuk ke dalam darah, kemudian masuk ke sebagian besar jaringan organ tubuh. Larva kemudian berjalan persendian dan menjadi besar, maka orang tersebut akan menderita sakit seperti nyeri otot yang sangat. Terkadang penyakit itu berkembang hingga terjadi dis-fungsi kerja otak, dis-fungsi otot jantung dan paru-paru, ginjal, syaraf pusat. Dan terkadang penyakit ini bisa menyebabkan kematian, dan ini kecil persentasenya.

Maha benar Allah yang telah berfirman, yang artinya :”Hanya saja diharamkan atas kalian bangkai, darah, daging babi, dan hewan yg disembelih untuk selain Allah. Maka siapa yang dalam keadaan terpaksa sedangkan ia tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas maka tidak ada dosa atasnya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah : 173)
sumber : http://labbaik.multiply.com/journal/item/464

Sertifikasi Halal Cetak E-mail
Tujuan
Sertifikasi Halal pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin para konsumen. Kesinambungan proses produksi halal dijamin oleh produsen dengan cara menerapkan Sistem Jaminan Halal.
Sertifikat Halal
Sertifikat Halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang.
Jaminan Halal dari Produsen
Masa berlaku Sertifikat Halal adalah 2 (dua) tahun, sehingga untuk menjaga konsistensi produksi selama berlakunya sertifikat, LPPOM MUI memberikan ketentuan bagi perusahaan sebagai berikut:
1. Sebelum produsen mengajukan sertifikat halal terlebih dahulu harus mempesiapkan Sistem Jaminan Halal. Penjelasan rinci tentang Sistem Jaminan Halal dapat merujuk kepada Buku Panduan Penyusunan Sistem Jaminan Halal yang dikeluarkan oleh LP POM MUI.
2. Berkewajiban mengangkat secara resmi seorang atau tim Auditor Halal Internal (AHI) yang bertanggungjawab dalam menjamin pelaksanaan produksi halal.
3. Berkewajiban menandatangani kesediaan untuk diinpesksi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh LPPOM MUI.
4. Membuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan Sistem Jaminan Halal.
Prosedur Sertifikasi Halal
1. Produsen yang menginginkan sertifikat halal mendaftarkan ke sekretariat LPPOM MUI dengan ketentuan sebagai berikut:
a.  Industri Pengolahan
Produsen harus mendaftarkan seluruh produk yang diproduksi di lokasi yang sama dan/atau yang memiliki merek/brand yang sama.
Produsen harus mendaftarkan seluruh lokasi produksi termasuk maklon dan pabrik pengemasan.
Ketentuan untuk tempat maklon harus dilakukan di perusahaan yang sudah mempunyai produk bersertifikat halal atau yang bersedia disertifikasi halal.
b.  Restoran dan Katering
Restoran dan katering harus mendaftarkan seluruh menu yang dijual termasuk produk-produk titipan, kue ulang tahun serta menu musiman.
Restoran dan katering harus mendaftarkan seluruh gerai, dapur serta gudang.
c. Rumah Potong Hewan
Produsen harus mendaftarkan seluruh tempat penyembelihan yang berada dalam satu perusahaan yang sama.
2. Setiap produsen yang mengajukan permohonan Sertifikat Halal bagi produknya, harus mengisi Borang yang telah disediakan. Borang tersebut berisi informasi tentang data perusahaan, jenis dan nama produk serta bahan-bahan yang digunakan.
3. Borang yang sudah diisi beserta dokumen pendukungnya dikembalikan ke sekretariat LP POM MUI untuk diperiksa kelengkapannya, dan bila belum memadai perusahaan harus melengkapi sesuai dengan ketentuan.
4. LPPOM MUI akan memberitahukan perusahaan mengenai jadwal audit. Tim Auditor LPPOM MUI akan melakukan pemeriksaan/audit ke lokasi produsen dan pada saat audit, perusahaan harus dalam keadaan memproduksi produk yang disertifikasi.
5. Hasil pemeriksaan/audit dan hasil laboratorium (bila diperlukan) dievaluasi dalam Rapat  Auditor  LPPOM MUI. Hasil audit yang belum memenuhi persyaratan diberitahukan kepada perusahaan melalui audit memorandum. Jika telah memenuhi persyaratan, auditor akan membuat laporan hasil audit guna diajukan pada Sidang Komisi Fatwa MUI untuk diputuskan status kehalalannya.
6. Laporan hasil audit disampaikan oleh Pengurus LPPOM MUI dalam Sidang Komisi Fatwa Mui pada waktu yang telah ditentukan.
7. Sidang Komisi Fatwa MUI dapat menolak laporan hasil audit jika dianggap belum memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan, dan hasilnya akan disampaikan kepada produsen pemohon sertifikasi halal.
8. Sertifikat Halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia setelah ditetapkan status kehalalannya oleh Komisi Fatwa MUI.
9. Sertifikat Halal berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal penetapan fatwa.
10. Tiga bulan sebelum masa berlaku Sertifikat Halal berakhir, produsen harus mengajukan perpanjangan sertifikat halal sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan LPPOM MUI.
Skema Prosedur Sertifikasi Halal

Skema Prosedur Sertifikasi Halal
Tata Cara Pemeriksaan (Audit)
Pemeriksaan (audit) produk halal mencakup:
1. Manajemen produsen dalam menjamin kehalalan produk (Sistem Jaminan Halal).
2. Pemeriksaan dokumen-dokumen spesifikasi yang menjelaskan asal-usul bahan, komposisi dan proses pembuatannya dan/atau sertifikat halal pendukungnya, dokumen pengadaan dan penyimpanan bahan, formula produksi  serta dokumen pelaksanaan produksi halal secara keseluruhan.
3. Observasi lapangan yang mencakup proses produksi secara keseluruhan mulai dari penerimaan  bahan, produksi, pengemasan dan  penggudangan serta penyajian untuk restoran/catering/outlet.
4. Keabsahan dokumen dan kesesuaian secara fisik untuk setiap bahan harus terpenuhi.
5. Pengambilan contoh dilakukan untuk bahan yang dinilai perlu.
Masa Berlaku Sertifikat Halal
Sertifikat Halal hanya berlaku selama 2 (dua) tahun, sedangkan untuk daging yang diekspor Surat Keterangan Halal diberikan untuk setiap pengapalan.
Sistem Pengawasan
1. Perusahaan wajib mengimplementasikan Sistem Jaminan Halal sepanjang berlakunya Sertifikat Halal.
2. Perusahaan berkewajiban menyerahkan laporan audit internal  setiap 6 (enam) bulan sekali setelah terbitnya Sertifikat Halal.
3. Perubahan bahan, proses produksi dan lainnya perusahaan wajib melaporkan dan mendapat izin dari LPPOM MUI.

Prosedur Perpanjangan Sertifikat Halal

1. Produsen harus mendaftar kembali dan mengisi borang yang disediakan.
2. Pengisian borang disesuaikan dengan perkembangan terakhir produk.
3. Produsen berkewajiban melengkapi kembali daftar bahan baku, matrik produk versus bahan serta spesifikasi, sertifikat halal dan bagan alir proses terbaru.
4. Prosedur pemeriksaan dilakukan seperti pada pendaftaran produk baru.
5. Perusahaan harus sudah mempunyai manual Sistem Jaminan Halal sesuai dengan ketentuan prosedur sertifikasi halal di atas.
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 14 Juni 2008 )

Sumber http://www.halalmui.org

DAFTAR AYAM & DAGING YANG DI SAHKAN LP POM MUI
Negara Asal
Nama Perusahaan Jenis Produk




AUSTRALIA 1 The Australian Federation Of Islamic Council Inc a. Meat


(AFIC) b. Chicken



c. Processed Food





2 Supreme Islamic Council Of Halal In Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





3 The Islamic Coordinating Council Of Victoria ( ICCV ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





4 Islamic Co-ordinating Council Of Australia Inc a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





5 Halal Sadiq Services a. Meat





6 Adelaide Mosque Islamic Society Of Australia a. Meat





7 Islamic Association Of Katanning a. Meat





8 Perth Mosque Inc a. Meat





9 Australia Halal Food Services a. Meat





10 Halal Certification Authority Australia a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





11 The Islamic Council Of Western Australia a. Meat








NEW ZEALAND 1 The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand a. Meat



b. Chicken





2 New Zealand Islamic Meat Management/New Zealand a. Meat


Islamic Processed Food Management b. Chicken



c. Processed Food





3 Halal Food Authority Of New Zealand a. Meat



b. Chicken








AMERIKA 1 Islamic Food and Nutrition Council Of Amerika (IFANCA) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Halal Food Council S.E.A a. Chicken



b. Processed Food





3 International Institute Of Islamic Thought c/q Marjac a. Chicken


Abbatoir





4 Islamic Services Of Omaha (Halal Transaction) a. Meat



b. Chicken





5 Islamic Services Of Amerika ( ISA ) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





6 Muslim Consumer Group For Food Products a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





7 Islamic Information Centre Of Amerika a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





8 American Halal Foundation (AHF) a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








EUROPE 1 Halal Food and Feed Inspection Authorit a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food





2 Controle Office Of Halal Slaughtering a. Meat



b. Chicken





3 Total Quality Halal Correct Certification a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








BELGIUM 1 Islamic Food Council Of Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








IRLANDIA 1 Bray Islamic Society a. Meat





2 Muslim Society Of Dublin a. Meat





3 Islamic Culture Centre Of Ireland a. Meat





4 Waterford Islamic Centre a. Meat








PERANCIS 1 Institute Musulman De La Mosquee de Paris a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








SLOVENIA 1 Halal Certification Authority Europe a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








GERMANY 1 Halal Control e. K a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








AFRICA 1 South Africa a. Meat


South African Nasional Halal Authority (SANHA) b. Chicken



c. Processed Food








ASIA 1 Singapore a. Meat


Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) b. Chicken



c. Processed Food









2 Malaysia a. Meat


Islamic Research – Jabatan Kemajuan Islam Malaysia b. Chicken



c. Processed Food





3 Thailand a. Meat


The Central Islamic Committee Of Thailand b. Chicken



c. Processed Food








PHILIPPINES 1 Islamic Da’wah Council Of The Philippines a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food








JAPAN 1 Japan Muslim Association a. Meat



b. Chicken



c. Processed Food




Sumber : LLPOM MUI Kepri (Mesjid Raya Batam Centre, 0778-469911) per tgl 29 Juli 2008

Beberapa Katering (belum semuanya bisa ditampilkan), Industri Kue Basah, home industri, Industri Bakso Ayam – Sapi – Ikan, Industri Makanan Ringan,  Industri Kerupuk yang sudah memiliki sertifikat halal, yaitu :

  1. Abadi, Baloi, Produk Kue Basah
  2. Adnan Amin, CV, Mediterania, Produk Katering
  3. Aeronurti, Bandara Hang Nadim, Produk Katering
  4. Afalah Cipta Agung, CV, Bida asri, Produk KateringDalam proses pengurusan
  5. Agung pangestu, CV, GMP Tj Piayu, Produk Katering
  6. Almizar Zein, Perum GMP Blok G/44, Tg Piayu, Home Industri
  7. Amanda Jasa Boga, Komp Bida Asri Tahap I Blok A2/37, Produk Katering dan Kue Basah
  8. Amelia, Legenda Malaka blok I 10 No 12, Home Industri
  9. Amroe Catering, perum Bidadari Blok C2 No 01 Tg Piayu, Produk Katering
  10. Ananda Catering, CV, Perumnas Sagulung Blok G 44 Batu Aji, Produk Katering
  11. Aneka Rasa, Perum Happy Gardens Blok H/138, Produk Kue Basah
  12. Aneka Sari Gurih, Jl. Majapahit Bengkong Indah 3C/3, RT 01/RW 07, Produk Makanan Ringan
  13. Aneka Snack Cap Jempol, Tiban II Blok B4 No 06 Tiban, Produk Kue Basah dan Katering
  14. Aneka Snack Fortune, Perum Pancur Biru I Blok E/91 Tg Piayu, Produk Kue Kering dan Basah
  15. Aneka Snack Nuri Hijau, Tanjung Sengkuang Blok C/65 RT 03, RW 02, Produk Makanan Ringan
  16. Anggraeni, CV, Jl. Teuku Umar No 85, Produk Katering
  17. Anggun Cipta Prima, PT, Perum Sagulung Blok G/44 Batu Aji, Produk Katering
  18. Annisa Catering, Komp Aku Tahu I Blok E/07, Sei Panas, Produk Katering
  19. Anugerah Bentan, CV, Jl. DI Panjaitan, Tj Pinang, Produk Katering
  20. Anzar djais, Perum Pondok Graha Blok K/10 Piayu, Produk Home Industri
  21. Apricia Indo Utama, CV, Komp Aviari Pemda II No 04, B Aji, Produk Katering dan Kue Basah
  22. Asindo, CV, Mutiara View Blok A3 No 18 Tiban, Produk Katering

  1. Sertifikat Halal hanya berlaku selama dua tahun, sedangkan untuk daging yang diekspor surat keterangan halal diberikan untuk setiap pengapalan.
  2. Tiga bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, LP POM MUI akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada podusen yang bersangkutan untuk segera mendaftar kembali.
  3. Dua bulan sebelum berakhir masa berlakunya sertifikat, produsen harus mendaftar kembali untuk mendapatkan sertifikasi halal yang baru.
  4. Produsen yang tidak memperbaharui sertifikat halalnya, tidak diizinkan lagi menggunakan sertifikat halal yang telah kadaluarsa dan dihapus dari daftar yang terdapat dalam majalah resmi LP POM MUI Jurnal Halal.
  5. Jika Sertifikat Halal hilang, pemegang harus segera melaporkannya ke LP POM MUI.
  6. Sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI adalah milik MUI. Oleh sebab itu, jika karena sesuatu hal diminta kembali oleh MUI, maka pemegang sertifikat wajib menyerahkannya.
  7. keputusan MUI yang didasarkan atas fatwa MUI tidak dapat diganggu gugat.

SUMBER : Buku panduan Sertifikat halal LP POM MUI

namun yang sering terjadi adalah produsen masih tetap menggunakan sertifikat halal yang sudah kadaluarsa dengan alasan pengurusan akan menambah biaya dan mereka beranggapan kehalalan makanan mereka tetap terjaga. Padahal keyakinan yang sudah jelas keluar dari aturan ini, malah perlu dicurigai karena belum tentu bahan-bahan yang dipakai masih sama dengan yang sudah diaudit sebelumnya. Selayaknya konsumen perlu mengambil sikap terhadap rumah makan yang seperti ini. Yang baru-baru ini terjadi adalah ada sebuah toko bakery yang sertifikatnya sudah kadaluarsa tapi masih tetap dipajang di etalase tokonya. Bagaimana sanksi terjadap toko seperti ini ?, jadi pastikan kalau mau membeli roti cari yang sudah  bersertifikat halal.

Bagaimana dengan usaha franchaise yang banyak membuka cabang di berbagai tempat ? (kita akan ulas di tulisan berikutnya)